Diskusi Keuangan Google Search
 



Archive for March 25, 2008

[tangandiatas] 5 Pesan untuk Sahabat yang Ingin Mulai Bisnis

Bung Arifin,
Saya sangat terkesan atas sharing anda di milis TDA, semoga berkenan sharing ini saya forward ke milis PROFEC dimana saya adalah founder sekaligus moderatornya.
salam epos, Lies Sudianti founder & Moderator 081318873480 lies.sudianti@gmail.com theprofec@yahoogroups.com

On 3/21/08, arifin.novariadi wrote:
> Suatu hari seorang sahabat, sebut saja namanya Dita, berkunjung ke rumah > saya. Setelah membuka obrolan ringan, si sahabat ini curhat bahwa ia ingin > merintis bisnis, tapi langkahnya seolah tertahan karena banyak pertimbangan. > Oleh karena saya “berpengalaman” buka tutup usaha, maka saya beri dia > beberapa advis sebagai berikut: > 1. Kalo mulai usaha sekarang, kemungkinan uang akan datang hari ini. Tapi > kalo mulai “menanam bibit” usaha bulan depan, “panen” paling cepat juga > bulan depan. > 2. Andaikan mulai usaha sekarang dan ternyata gagal, kita bisa secepatnya > putar haluan usaha dan mencoba yang lainnya. Ingat, waktu dan umur adalah > komoditas termahal.. > 3. Sangat jarang orang membuka bisnis langsung berhasil dan permanen > seumur hidupnya. Saya sendiri jatuh bangun beberapa kali, sebelum mulai > mapan seperti sekarang ini. Banyak rekan-rekan TDA yang sekarang usahanya > “tinggal jalan”, dulunya harus menelan “pil pahit” kegagalan berkali-kali. > Sahabat ini saya persilahkan membaca blog Pak Roni, Pak Hadi, Pak Masbukhin, > dsb. > 4. Mulai usaha dengan apa yang ada, nanti akan ketemu juga jalannya. Saya > sering baca, banyak pengusaha yang tidak menduga kalo dia bisa bisnis di > bidang seperti sekarang ini, yang pada awalnya tidak ada minat kesana. Saya > sendiri punya interest di bidang komputer, tapi usaha sekarang malah > melenceng dari minat saya (laundry). Ya, sudah..ndak apa-apa yang penting > bisa “show me the money”. > 5. Selalu open minded. Kalo keukeuh dengan pendirian sendiri, kita tidak > akan banyak belajar pengalaman hidup dari orang lain. Kalo sudah demikian, > kita jadi ndak berkembang. > > Akhirnya Dita manggut-manggut. Walaupun tidak semua nasihat saya diterima, > dia akhirnya memilih juga jalan hidupnya sebagai pebisnis kecil. > > Salam Sukses > > Arifin Novariadi > Blog: http://arifinnovariadi.blogspot.com/ > 08129232061 > 0721-705033 > > >

Comments

[Bicara] Tips 4 The Coach (Part 8c) - Framing The Coaching Process


Comments

Marketing Revolution Bacaan Wajib Member TDA

Bung Roni,
Himbauan anda untuk menjadikan buku Marketing Revolution menjadi buku wajib TDA telah menggugah saya, pantas TDA semakin hari semakin mantap karena membernya tidak pernah berhenti belajar. Semoga semangat luar biasa ini bisa saya sebarkan juga di milis PROFEC karena komunitas komunitas seperti TDA & PROFEC sangat penting untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan kebodohan serta menumbuhkan budaya peduli yang semakin hari semakin menipis di masyarakat lapisan manapun.
Buat rekan rekan Profecers sekalian, jika milis TDA yang mayoratisnya adalah entrepreneur begitu antusias untuk membeli buku TDW serta ikut seminarnya senilai lebih dari 7 juta, tentunya Profec yang sebagian adalah Professional buku MARKETING REVOLUTION tentunya akan sangat bermanfaat untuk menambah wacana kita dan training FINANCIAL REVOLUTION yang diberikan secara cuma cuma pastinya akan berguna buat para Professional maupun Entrepreneur. Saya sendiri sudah mengikuti workshopnya dan merasakan manfaatnya khususnya bagaimana merubah pola pikir tentang uang, bagaimana kita me-LOA uang agar bisa menghampiri kita, percaya tidak percaya tapi …. it’s work.
Jadi rekan rekan Profecers …. daftarkan diri anda segera karena kesempatan tidak datang dua kali ……. hanya dengan Rp. 195.000 anda sudah mendapatkan ilmu dari pakarnya yang nilainya jutaan rupiah dalam workshop akbar 3 hari penuh yang akan dihadiri ribuan orang dan buku MARKETING REVOLUTION yang sudah dapat diramalkan akan menjadi best seller yang akan masuk lagi ke dalam penghargaan MURI seperti buku sebelumnya.
Kami jajaran moderator PROFEC selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi semua member oleh karena itu jangan sia siakan kesempatan ini dan dengan banyaknya Profecers yang ikut bisa bisa kita reunian di lokasi workshop ya.
Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator the Profec 081318873480 lies.sudianti@gmail.com theprofec@yahoogroups.com
On 3/24/08, Badroni Yuzirman wrote: > > Bu Aning, seruan saya mewajibkan member TDA membaca dan mempraktekkan > isi buku itu justru supaya lebih murah. > > Bayangkan, dengan 175 ribu anda dapat inti sari semua ilmu marketing Pak > Tung dari para guru marketing dunia dan hasil praktek beliau sendiri. > > Sebelum ada buku itu, saya belajar langsung kepada beliau dengan begitu > mahal menurut ukuran saya. Saat ini tarif konsultasi dengan Pak Tung adalah > Rp. 35 juta per jam! > > Saya dengar, dalam buku itu akan ada strategi 12 pilar yang didapat Pak > Tung dari Jay Abraham seharga USD 25.000. Saya sendiri beruntung telah > mendapatkan langsung ilmu itu dari beliau. > > Waktu saya menjalani konsultasi dgn beliau, belum ada rujukan buku > marketing seperti ini. Ilmu Pak Tung ketika itu masih jauh dibandingkan > sekarang. > > Nah, sekarang semua itu dirangkumnya dalam satu buku. > > Kira-kira, berapa harga idealnya untuk semua ilmu itu? > > Sekali lagi, ilmu itu baru bermanfaat jika dipraktekkan. Kalau hanya > sekedar dibaca, saya sarankan agar teman-teman menyimpan saja uang 175 ribu > itu. > > Wassalam, > > Roni > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >

Comments

[Bicara] Empat Cara Aman Memasuki Dunia Entrepreneur

Dear bung Darma (moga moga bener ya),
Terima kasih untuk artikelnya yang sangat informatif dan inspiratif dan saya sebagai founder & moderator milis the Profec (the Professional & Entrepreneur Club) saya sangat berterima kasih untuk artikel anda yang saya rasa bisa membantu mengingatkan rekan rekan Profecers dalam perjalanan menuju sukses.
Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator the Profec 081318873480 lies.sudianti@gmail.com theprofec@yahoogroups.com

On 3/25/08, darmaactivation wrote: > > > > Kiat aman berwirausaha > > Bahwa profesi pengusaha (entrepreneur) menjanjikan peluang peningkatan > penghasilan yang berlipat? Yes, karena itulah banyak diantara kita ingin > jadi entrepreneur sukses. Bahwa profesi pengusaha memungkinkan kita bebas > finasial di hari tua karena tabungan cukup sehingga kita bisa pensiun lebih > tenang dan fokus untuk misi hidup yang lain? Betul demikian dan sudah banyak > yang membuktikan. Hanya saja memang tak mudah menjadi entrepreneur sukses, > terbukti banyak pula yang gagal. > > Selain itu, tak sedikit orang yang masuk ke dunia wirausaha dengan > terburu-buru dan emosi. Tanpa pikir panjang dan pertimbangan matang ia > langsung tinggalkan pekerjaan sebelumnya yang notabene merupakan > andalan mata pencaharian keluarga. Angan-angannya langsung melambung, > membumbung, dan membayangkan hidup serba-enak bila menjadi pengusaha > sukses dengan penghasilan berlipat. Ia lupa bahwa berwirausaha juga punya > resiko, resiko gagal dan bangkrut. Ia lupa merencanakan > bagaimana seandainya ia gagal memulai. Harus diakui, banyak sekali > orang bertindak semacam ini, yang akhirnya bukannya makin bersemangat > berwirausaha namun justru menjadi antipati alias benci dan menyesal kenapa > melangkah jadi entrepreneur. Bahkan kadang jadi menyalahkan > orang lain. Apalagi kalau yang hingga cerai dengan istri atau dibenci > sanak keluarga. Cara pandang dan cara memulai entrepreneur ‘yang asal > berani’ seperti ini tentu saja kurang elegan. > > Disini saya ingin memberikan beberapa informasi alternatif cara aman masuk > menjadi entrepreneur sesuai yang saya tahu dari relasi-relasi saya pengusaha > yang sudah terbukti sukses. Kalau kita ingin mandiri > berwirausaha alias menjadi entrepreneur, kita tidak harus langsung cabut > dari profesi lama kita. Tidak perlu grusa-grusu. Kita harus dengan dingin > membedakan antara berani dan nekad. Apalagi kalau yang sudah punya > tanggungan keluarga, kita juga harus menimbang ada sekian jiwa yang ikut > dalam gerbong kita sehingga kalau kita salah kemudi mereka juga bisa > kejeblos. > > Berikut ini beberapa informasi cara yang lebih aman untuk pindah ke > kuadran entrepreneur. > > Pertama; kita bisa memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan > saham di bisnis teman kita sembari kita tetap kerja dulu di perusahaan > lama kita. Jadi kita setor modal ke kawan yang punya bisnis bagus dan > nanti bagi kita dapat bagi hasil. Dari sini kita juga sekalian mulai > belajar mengelola usaha. Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya dan > membantu kerja bareng dengan si teman itu. Kalau skala usaha joinan dengan > teman itu bagus dan penghasilan dari bagi hasil itu sudah bisa untuk menutup > kebutuhan hidup kita dan keluarga, barulah kita putuskan keluar. Jadi ketika > kita keluar dari perusahaan lama tidak kaget karena tetap ada penghasilan. > > Kedua, jurus menginjak dua kapal. Artinya, kita masih sebagai karyawan > di sebuah perushaaan mapan, namun di waktu yang sama juga merintis > usaha alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan > bagi mereka-mereka yang punya cukup waktu luang sehingga bisa nyambi. > Sebenarmnya cara ini sekarang lebih dimungkinkan karena adanya HP dan > telpon yang memudahkan koordinasi. Jadi, sementara kita di kantor kita > bisa sembari mengendalikan bisnis sendiri dari jarak jauh. Hingga skala > tertentu nyambi ini sangat dimungkinkan, namun kalau bisnisnya mulai > membesar kita pasti harus cabut. Yang jelas, strategi menginjak dua kapal > ini merupakan pilihan aman agar kita dalam melangkah jadi entreprenur. Jadi > sementara satu kaki kita masih ada di kapal milik perusahaan lain, satu kaki > kita melakukan test market untuk membangun bisnis sendiri. Cara ini paling > umum dijalankan oleh para perintid usaha. > > Ketiga, kalau anda tidak mau joinan dengan orang lain dan tidak bisa > berdiri di dua kapal, kita bisa berdayakan pasangan kita (istri/suami). > Jadi, sementara kita masih kerja di perusahaan lama, pasangan kita (istri > atau suami) yang mengurusi bisnis sendiri untuk masa-masa perintisan ini. > Artinya sekoci pendapatan keluarga masih ada yang bisa diandalkan, baik buat > beli beras atau susu anak-anak. Kalau usaha sendiri ini sudah jalan, > silahkan saja keluar dari kerja di perusahaan orang lain itu. > > Soal tip ini saya juga punya contoh kasus riel. Ada pengusaha sukses > kawan baik saya, Pak Budiyanto Darmasatono yang beliau pengusaha kurir > ekspress yang sudah kaeryawan 2.700 orang padahal waktu awal-awal di > jakarta selulus D3 UGM juga gelantungan naik bis kota. Waktu beliau > memulai usaha dia tidak langsung keluar dari pekerjaan lamanya sebagai > supervisor di Dinners Club, namun istrinya dulu yang menjalan usaha. > Tapi kalau ide dan konsep-konsep bisnisnya tetap Pak Budiyanto yang > memotori. Istrinya yang melakukan eksekusi. Kalau ada meeting2 yang > penting, beliau juga cuti dari kantornya dan ikut istri melakukan > presentasi ke calon klien. Jadi dia tidak gegabah langsung cabut dari > kerjaan kantor lamanya. Nah, ketika usahanya sudah berjalan baik dan > pendapatannya sudah mulai bisa diandalkan, barulah ia keluar secara > baik-baik dari perusahaan lamanya, berpamitan dengan sopan untuk usaha > sendiri. Bisnis sendiri itupun langsung ia komandani dan menjadi > dirut-nya. Bisnisnya pun kemudian makin berkembang dan pengusaha yang > rajin berbagi ke yatim dan fakir-miskin ini sekarang sudah punya 2.700 > karyawan dengan kantor operasional sudah ada di semua propinsi di > Indonesia. Yang pasti, tip ketiga ini tentu saja berlaku untuk yang > ketika akan mulai mandiri berwirausaha sudah berkeluarga, kalau yang > masih single, tentu saja pasangan Anda ini bisa kakak atau Adik anda. > Ini cara sukses dan aman untuk masuk ke kuadran entrepreneur namun > tidak mengganggu keamanan sumber penghasilan keluarga. > > Keempat, kalau Anda sudah ngebet sekali untuk menjadi entrepreneur dan > yakin bakal sukses merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu, > setidaknya Anda tetap bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana > pendidikan anak. Cara ini juga dilakukan salah satu pengusaha kawan > saya, Pak Harijanto, pengusaha sepatu produsen Nike dan Piero yang > punya karyawan 9.000 orang. Ketika beliau akan menjadi entrepreneur > dengan membeli saham perusahaan dimana ia bekerja ia juga > mempertaruhkan masa depannya: bisa sangat sukses namun juga bisa > menjadi miskin kalau gagal. Nah, untuk mengamankan proses untuk > menjadi entrepreneur ini, beliau dan istri mufakat. Diputuhkan, maju > menjadi entrepreneur dengan membeli perusahaaan dimana ia bekerja > namun sebelumnya tabungan pendidikan untuk anak tidak boleh > diotak-atik. Tabungan anak harus tetap ada dan disendirikan. Jadi > katakanlah proses dia menjadi entrepreneur itu gagal, dana pendidikan > anak tetap aman. > > Jadi itu beberapa kiat aman pindah ke kuadran entrepreneur. Semoga > dengan cara itu proses transisi menjadi pengusaha sukses menjadi > melegakan semua pihak, tidak ada penyesalan-penyesalan. Silahkan > kawan2 yang ingin memulai usaha memilih jalan yang terbaik. > Kawan-kawan semua bisa meyimak lebih dalam tentang kiat-kiat menjadi > entrepreneur ini (termasuk kisah Pak Budianto Darmastono dan Pak > Harijanto) di buku erbitan Gramedia, “10 Pengusaha Yang Sukses > Membangun Bisnis dari 0″ disusun Sudarmadi yang baru saja dicetak ulang. > > Semoga informasi ini bermanfaat dan saya ikut berdoa semoga sukses > buat kawan2 semua. > > Wassalam > > >

Comments

[tangandiatas] Pandai-pandailah menentukan TUJUAN

Mas Hadi yang bijak,
Artikel anda sungguh inspiratif dan sebagai orang tua yang masih punya anak anak yang masih sekolah saya sendiri prihatin membayangkan masa depan mereka nantinya mengingat begitu banyak pengangguran tersebar dimana mana.
Saya sendiri termasuk orang tua yang demokrasi soal masa depan anak anak, saya melatih mereka untuk bisa berpikir mandiri dalam memilih jalan hidup mereka sendiri dari masalah sekolah, makanan dan lain lain mereka bebas memilih apa yang paling mereka inginkan.
Selama ini saya selalu menanamkan kepada mereka bahwa mereka harus sungguh sungguh memikirkan masa depan mereka, saya hanya membimbing mereka untuk bisa fokus pada pilihan mereka, saya juga mengajarkan mereka untuk berpikir jauh ke depan bahkan saat memilih sekolah saya memberikan pemahaman pada mereka bahwa sekolah adalah cuma sarana untuk mencapai tujuan jadi mereka harus menentukan tujuan mereka dari awal dan saya coba mengetes untuk mengetahui keseriusan mereka baru memilih jurusan sekolah mereka. Memang di perjalanan mereka bisa berubah namun dengan mengajarkan fokus mereka juga belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka dan tidak mudah patah. Di samping itu saya selalu mengajarkan kepada mereka untuk belajar dari buku, ikut seminar, dari alam, dari film agar pengetahuan mereka lebih luas. Dan saya juga mulai menanamkan dasar dasar entrepreneurship dengan memberi kesempatan mereka untuk mengembangkan bakat mereka sehingga mereka punya added value yang membuat mereka punya keunggulan nantinya saat mereka terjun ke dunia kerja ataupun membuka lapangan pekerjaan sendiri.
Sekali lagi, terima kasih untuk artikel ini.
Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator the Profec 081318873480 lies.sudianti@gmail.com theprofec@yahoogroups.com

On 3/16/08, Hadi Kuntoro wrote: > > “Nak lanjutkan sekolahmu.tapi tidak usah muluk2..kalau ibu nanti biayai > kamu hanya sampai setahun ya kamu ikhlasin saja….belajarlah..carilah ilmu > agar kamu tidak bodoh seperti Ibumu…Jika kamu berilmu, pasti kamu tidak > akan kesulitan. Seandainya kamu hanya menjadi tukang mencari rumputpun, kamu > pasti menjadi tukang rumput yang berbeda dibanding mereka yang tidak > berilmu…” Saya masih ingat pesan yang selalu Ibu saya sampaikan kepada > saya agar saya sekolah semata-mata mencari ILMU ketika saya mau masuk ke > SMA, dan sampai kuliahpun saya masih ingat itu….dan kata2 beliau iniah > yang mengispirasi saya menulis ini… > > Kita sering tidak tepat menge-set Tujuan, > > Misalnya kita kuliah atau sekolah. Kalau sekolah itu dilakukan dengan > maksud agar kita bisa mendapatkan pekerjaan, maka selama masa perjalanan > sekolah itu kalau ada berita-berita bahwa saat ini cari pekerjaan sulit, > banyak S1,D3 nganggur, Lulusan SMA,STM hanya jadi cleaning service misalnya, > maka berita2 itu akan membuat kita jadi resah…semangat sekolah melemah.. > kadang …pesimis…dan ini sangat menganggu belajar kita… > > Dan apabila kita lulus kok ternyata BENAR, bahwa mencari pekerjaan itu > sulit, dan kita merasa sudah mati-matian berusaha enggak dapat2 maka kita > semakin frustasi…sekolah saya gagal… > > Atau pada suatu hari barangkali anda dapat perkerjaan, tapi pekerjaanya > remeh dan posisi anda disamakan dengan yang pendidikannya jauh dibawah kita > …kita akan berpikir, “Ngapain saya capek-capek kuliah..? kalau ternyata > dapat kerjanya enggak elit begini…?” > > Sahabat-sahabat, Sekolah dengan maksud “agar kita bisa mendapatkan > pekerjaan” ini saya sarankan agar anda merevisi-nya, karena kalau tujuan > kita hanya itu, maka ketika tujuan itu tidak tercapai kita akan merasa > gagal…. > Kalau sekolah anda niatkan semata agar anda bisa menjadi orang yang > berilmu, maka tanpa anda mati-matian melamar kian kemari pekerjaan itu akan > datang menghampiri anda…. > > Dalam dunia bekerja-pun anda harus pandai-pandai memilih tujuan anda… > Kalau anda bekerja keras semata-mata tujuannya hanya agar bisa naik kelas > atau jabatan, maka siapsiaplahlah suatu ketika anda kecewa…kadang ada > rekan anda yang jauh lebih santai ternyata malah naik duluan menyalip anda, > atau malah menjadi atasan anda. Anda merasa gagal…menyesal.. > > “Sia-sia deh saya kerja keras, kalau ternyata hasilnya seperti ini..” > > Artikelnya cukup panjang, nanti anda lanjutin di blog saya ya… > > > http://hadikuntoro.blogspot.com/2008/03/pandai-pandailah-menentukan-tujuan.html > > Salam Hangat > Hadi Kuntoro > > __________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >

Comments

[PROFEC] Tawaran Kerjasama Bisnis BBM

Sepertinya email ini juga belum ditanggapi oleh bung Rumadi, atau mungkin lewat japri? Saya pikir jawaban bung Rumadi pasti banyak yang ingin tahu juga lho.
Salam epos, Lies Sudianti
On 3/17/08, ganefi rachmaningsih wrote: > > Harap dijelaskan secara detail sistemnya?? > > Terima kasih > > Ganefiati > 081511894719 > > *Rumadi H * wrote: > > Kepada rekan-rekan di milis ini, saya tawarkan peluang kerja sama bisnis > BBM / bensin dengan sistem “ownership sharing” SPBU dengan karakteristik: > o Berlaku untuk 27 SPBU di wilayah Jabodetabek > o Bermitra dengan perusahaan perminyakan Nasional > o Saat ini masih dalam tahap persiapan, akan beroperasi pada : Juli-2008 > o Investasi awal : Rp 1.500.000 dapat dicicil dalam waktu 3-6 bulan > Untuk informasi lebih detil tentang : > o Profil perusahaan mitra kerja > o Potensi keuntungan / pendapatan > o Sistem kerja dalam bisnis ini > o Berbagai produk lainnya selain BBM > Kirimkan SMS dengan format > BizBBM#Nama#Alamat# ke 0812-9044396 > Rumadi H. > rumadi@yahoo.com > GSM : 0812-9044396 > CDMA : 021-92319175 > > > > —————————— > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! > Answers > > >

Comments

[PROFEC] Mohon info dari sahabat

Mas Made yang baik,
Apakah email anda di bawah ini sudah ada yang meresponse, mungkin lewat japri. Setahu saya di milis ini juga ada beberapa member yang bergerak di bidang travel seperti Mba Etin di Jakarta dan di Bali sendiri setahu saya ada juga.
Moga moga sudah ada yang meresponse ya, atau mungkin bisa dijelaskan lebih rinci mengenai bentuk kerjasama yang akan dibangun dan business plan anda biar orang tertarik.
Salam epos, Lies Sudianti
On 3/18/08, Made Sariada wrote: > > Dear sahabat di Profec, > > Apakah ada yang bergerak di bidang layanan wisata (travel)? Mohon infonya. > Kami membutuhkan partner untuk kerjasama wisata di Bali. > > Thanks and Gbu. > > Made Sariada > > www.madesariada.com > > > >

Comments

[PROFEC] Salam kenal

Dear Bung Afrizal,
Sorry banget lho sapaan bung Afrizal sempat terlewatkan, maklum beberapa hari lalu computer saya kena virus sehingga tidak bisa on line, akibatnya beberapa hari saya tidak bisa memantau dinamika di milis the Profec secara detil, mohon maaf ya bung Afrizal. Semoga salam yang tak terbalas tidak membuat kecil hati, untuk itu atas nama teman teman the Profec saya mohon maaf.
Kapan kapan boleh ya sharing gimana memulai bisnis baju mulsim Merk POETI dong.
salam epos, Lies Sudianti
On 3/18/08, Afrizal wrote: > > Salam kenal untuksemua member the Profec, > Perkenalkan nama Afrizal, > Alamat Jl Kelinci 4 no 17, JB Cikarang, > lahir di Bukittinggi, 15-09-1969. HP 0813-1552 7965, 021-9865 3573 > Bisnis : www.bajupoeti.com ada juga di www.katalog-poeti.blogpspot.com > Rincian Bisnis : Membuat dan Menjual Baju Muslim dengan Mrek POETI > > Demikian perkenalan nya > > Best regard, > Afrizal Syafri MT > 021-9865-3573 > 0813-1552-7965 > www.bajupoeti.com > www.katalog-poeti.blogspot.com > www.poeticollection.blogspot.com > YM : afrizal_syafri > , > > —– Original Message —– > From: “TheProfec Moderator” <TheProfec-owner@yahoogroups.com > > > To: <bajupoeti@gmail.com > > Sent: Monday, March 17, 2008 5:32 PM > Subject: File - DATA BASE > > > > > Dear all Profecers, > > > > We really glad to have you joining our mailing list PROFEC and we hope > > that we can have a very good relationship with you for a long time. To > > know you better can you fill in the below data base form so that we can > > add your data to our data base, please ignore this email if you have > > filled your database: > > > > Name: > > (Nama) > > Address: > > (Alamat) > > Birthday: > > (Ulang tahun) > > Phone/HP: > > No Telp/HP: > > Company name & address: > > (Nama & alamat perusahaan) > > Business Line: > > (Lini bisnis perusahaan anda) > > Phone/Fax no.: > > (Telp/Fax perusahaan) > > Activity which is mostly wanted by you: > > (Bidang yang paling anda minati) > > City: > > (Kota) > > Email/web/friendster address: > > (Alamat email/web/friendster) > > > > From whom/where did you know Profec: > > (Dari mana mengenal Profec) > > > > Why did you join Profec: > > (Kenapa bergabung di Profec) > > > > What are your expertise, experience, knowledge which according to you > can > > be shared with other members: > > (Keahlian, pengalaman, pengetahuan apa yang anda miliki yang menurut > anda > > bisa dibagikan dengan anggota Profec lainnya) > > > > We really hope that you have no objection to share your database with > us. > > > > Best regards, > > > > Lies Sudianti > > Founder & Moderator > > 0816995258 > > 98095248 (Esia) > > liessuwondo@yahoo.com > > Friendster liessuwondo@yahoo.com > > > > > > > > >

Comments

Kenapa mencintai Saya?

Kenapa mencintai Saya?
Setiap kali saya bertanya pada istri saya, apa yang membuat dirinya jatuh cinta pada diri saya. Istri saya selalu menjawab, “susah jawabnya mas, kalo dibilang ganteng, sampeyan nggak ganteng. Kalo dibilang pinter, juga nggak. Banyak duit, apa lagi. Juga nggak. Apa ya..?”
Begitulah laki-laki suka ge-er sendiri didepan istrinya, jadi suka bertanya pada istri apa yang membuat dia jatuh cinta pada suaminya.
Menurut al Qur’an, manusia diciptakan Alloh SWT berpasangan lelaki - perempuan dan kepada mereka dianugerahi perasaan cinta dan kasih sayang, dan sudah menjadi fitrahnya bahwa manusia ingin mencintai dan dicintai. Tercapainya kebutuhan cinta itu, jika ditunaikan secara benar maka hal itu akan membuat manusia merasa tenteram , tenang dan bahagia,
sebaliknya cinta yang ditunaikan tidak mengikuti prosedur akan mengantar pada penderitaan. Dalam al Qur’an perasaan cinta antar laki perempuan disebut dengan term mawaddah, rahmah, (Q/30:31) syaghafa,(Q/12:30) mail (Q/4:129), dan hubb-mahabbah (Q/12:30). Term yang berbeda-beda itu menunjuk pada rumit, mendalam dan ragamnya cinta. Cinta memang memiliki dimensi yang sangat luas dan mendalam dimana perbedaan karakteristik itu akan membawa implikasi pada perbedaan tingkah laku.
Cinta itu sendiri diungkap dalam bahasa Arab dengan tiga kelompok karakteristik, yaitu (1) apresiatip (ta`dzim), (2) penuh perhatian (ihtimaman) dan (3) cinta (mahabbah). Yang pertama, orang yang dicintai itu menempati kedudukan harimau atau pedang,(yang ditakuti dan dikagumi), yang kedua seperti bencana (yang harus diwaspadai) dan ketiga seperti minuman keras (yang membuat ketagihan). Tiga kelompok karakteristik itu terkumpul dalam ungkapan mahabbah, orangnya disebut habib, habibah atau mahbub.

Salam Cinta, Agussyafii
======= Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye “Keluargaku, Surgaku” silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di http://agussyafii.blogspot.com atau sms 0888 176 48 72

Comments

“MENGAPA KLAIM ASURANSI ANDA DITOLAK?” - Alasan No. 2

Dear Rekan,
Selamat sore dan salam sejahtera bagi kita semua,
Senang bisa jumpa dengan Anda kembali pada FINE DAY (Financial & Insurance Issues’ Day) 26.03.2008, dan semoga Anda semua dalam keadaan sehat serta bahagia selalu.
Menyambung bahasan saya minggu lalu:
MENGAPA KLAIM ASURANSI ANDA DITOLAK???
Sebelum membeli ASURANSI sebaiknya Anda memakai
PRINSIP MEMBELI ASURANSI (RED CLAUSE):
“LEBIH BAIK NGOTOT DAN MELOTOT DIDEPAN, UNTUK MENGHINDARI NGOTOT DAN MELOTOT DIBELAKANG YANG BESAR KEMUNGKINANNYA TAK BERGUNA”
(”Ngotot dan Melotot” untuk memahami Kondisi dan Persyaratan Polis sebelum Membeli)
KONDISI SAAT INI
“PEMBELI CEROBOH” (KALAU TIDAK MAU DIKATAKAN BODOH), Mereka yang kebanyakan membeli secara langsung atau melalui Agen:
1. Nasabah tidak mendapatkan penjelasan dari Agen atau Penjual secara DETAIL KONDISI POLIS YANG DIBELINYA
2. Calon Nasabah tidak mendapatkan SPECIMEN POLIS yang akan dibelinya, untuk dapat dipelajari dan dipahami terlebih dahulu sebelum memutuskannya
3. Nasabah sulit memahami ISI POLIS dengan baik (Itupun kalau Nasabah mau membaca-nya from A-Z) Kebiasaan Nasabah Asuransi setelah menerimanya, adalah langsung memasukkannya dalam lemari atau laci. Dan baru “ditengok” kembali saat terjadi KLAIM atau Perpanjangan. Padahal hal ini bisa sangat fatal dan terlambat, bila ternyata KLAIM DITOLAK akibat sesuatu KONDISI.
SEBAB KLAIM ANDA DITOLAK
Minggu lalu dibahas:
Penolakan Nomor 1
Nasabah atau agen salah mengisi PROPOSAL FORM atau SPPA (Surat Permohonan Penutupan Asuransi). Sebelum Nasabah dicover oleh Asuransi, maka ybs. harus mengisi suatu Form dengan JAWABAN2 yang BENAR dan AKURAT.
Penolakan Nomor 2
Nasabah telat atau tidak membayar premi tepat waktu
Penjelasannya: Asuransi merupakan proses transfer risiko dari Nasabah kepada Perusahaan Asuransi, di sini timbul HAK & KEWAJIBAN dari masing2 pihak.
Kewajiban yang utama dari Nasabah adalah: Menyampaikan INFORMASI BENAR & AKURAT yang tertuang dalam PROPOSAL FORM. (Kesalahan pengisian: Penolakan Nomor 1)
Kewajiban utama lainnya adalah: MEMBAYAR PREMI TEPAT WAKTU SESUAI DENGAN PERSYARATAN POLIS.
Jadi Anda selaku Nasabah, harus melakukan kewajiban2 Anda dahulu sebelum mendapatkan Hak Anda saat terjadi KLAIM. Jangan berharap Anda mendapatkan HAK Anda, sebelum KEWAJIBAN dituntaskan terlebih dahulu.
Prinsip ini sebenarnya juga berlaku dalam Kehidupan secara Universal, “Kewajiban First”.
Anda harus membayar premi tepat waktu dan untuk itu Anda harus membaca Kondisi & Persyaratan POLIS, kapan Tanggal Pembayaran Premi Anda jatuh tempo. Anda harus membayar sesegera mungkin, sebelum tanggal tersebut.
Keterlambatan Pembayaran Premi dapat menjadi DASAR Perusahaan Asuransi untuk MENOLAK KLAIM Anda.
Polis dengan tegas menyatakan kapan Anda harus membayar premi kepada Perusahaan Asuransi, dan masing-masing Polis akan berbeda tenggang waktu yang diberikan. JADI ANDA HARUS MENGETAHUI HAL TERSEBUT SECARA PASTI. MINTA AGEN atau PENJUAL MENUNJUKKAN KEPADA ANDA.
Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI/PSAKI), menerapkan 30 hari kalendar, begitu pula dengan Polis Kecelakaan Pribadi.
Perusahaan dapat menetapkan kebijakan masing2 dan bisa saja akan berbeda dari 1 Polis dengan Polis lain.
Asuransi Jiwa
Saya sangat setuju dengan Cara Pembayaran Premi dalam Asuransi Jiwa, dimana Nasabah harus membayar terlebih dahulu sebelum Polis diterbitkan (terjadi pada tahun Pertama).
Tahun ke 2 dan seterusnya, Anda sebagai Nasabah harus mencatat dalam Agenda Anda dan biaya Asuransi ini harus Anda cadangkan dalam pengeluaran bulanan Anda, sehingga akan lebih ringan.
Demikian bahasan sore hari ini, karena besok saya mungkin akan absen.
Semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Salam asuransi, Freddy Pieloor Penulis Best Seller “How To Become Richer” (H2BR) Praktisi Asuransi sejak 1987 (www.theAntara.com)
0816 1996699 0219 1996699

Comments

« Previous entries