[SSR-Klub] Financial Planning Series

Pak Peter Terima Kasih atas tanggapannya
Untuk pembayaran sampai 80 tahun mungkin dia ikut Asuransi yang murni tapi klo ikut Asuransi UnitLink para nasabah hanya cukup membayar 10 tahun aja (ada kontraknya) jadi klo lebih dari yang sudah dikontrakkan/dijanjikan maka nasabah bisa menuntut haknya. Oleh karena itu, ketidaktahuan mengenai Asuransi harus didudukkan secara wajar dan fair, mana Asuransi Murni dan mana Asuransi UnitLink. itulah harapan saya untuk milis ini, sama2 memberikan iLmu dan pengalaman yang bermanfaat, Insya Allah.
Menurut saya ada beberapa masalah yang ada di UnitLink ataupun Lembaga Keuangan lainnya, salah satunya adalah manusianya itu sendiri. Bdasarkan Bpk Safir Senduk, ada 7 Hal yang memang membuat asuransi itu di anak tirikan : 1. Ketidakjujuran Nasabah dlm hal pengisian SPAJ khususnya form Kesehatan 2. Adanya pengecualian oleh Perush.Asuransi dlm Hal membayar Uang Pertanggungan seperti Meninggal bunuh diri 3. Nasabah terlalu lama dalam mengajukan Klaim, biasanya ada batas waktu 30-90hari 4. Syarat2 pengajuan klaim kurang lengkap 5. Nasabah tidak bayar premi dlm jangka waktu yang sudah ditentukan 6. ketidakjujuran Agen dlm mempresentasikan 7. Perusahaan yang bandel
dari 7 masalah diatas, yang dibahas Pak Peter adalah poin ke-6, itulah masalahnya kadang2 ketidakjujuran Agen menjadi penyebab asuransi itu selalu dipojokkan. Jangankan Asuransi, Gedung terhormat DPR/MPR aja bisa menjadi busuk klo para anggota dewannya korupsi, dalam hal ini dah jelas klo yang bermasalah adalah manusia bukan sistem asuransinya/perusahaannya, jadi memang kita harus selalu kritis apabila ada agen yang menawari asuransi, tanya sampai detail dan tentunya menghimbau ke seluruh agen agar bersikap jujur dan terbuka, Insya Allah..
Wassalam
Peter Hermawan wrote: At 04:00 PM 3/24/2008, heru prasetyo wrote: >Untuk masalah digabung atau tidaknya antara Asuransi dan Investasi >memang kita kembalikan k Pasar, karena semua itu butuh ilmu, percuma >aja menganggap Reksadana itu lebih bagus dan luar biasa dari pada >UnitLink jika yang menjadi nasabah itu orang desa yang mengerti akan >investasi cuma investasi di Fixed Asset seperti tanah, maka yang >terjadi bukan hasil yang baik malah sebaliknya (walaupun dananya >dikelola Fund Manager). Oleh karena itu, jangan politisasi produk >keuangan (saling menjatuhkan), semua itu ada manfaat dan >kekurangannya dan sekali lagi tergantung ilmu sang nasabah dan >orang2 pintar yang ikhlas memberikan ilmunya bukan promosi. kembali ke market. setuju hanya saja mungkin yang perlu digaris bawahi adalah pengertian masyarakat mengenai produk unitlink pun gak bagus2 banget. saya memang belum pernah survey mengenai berapa banyak orang yang memahami polis unitlink mereka. hanya saja dilingkungan saya, sebagian besar pemilik polis unitlink langsung menutup polis mereka ketika tahu bahwa biaya yang mereka bawa (baca harus dibayarkan) rata2 sampai usia 80 keatas. Dan ini sama sekali mereka tidak ketahui dalam ilustrasi mereka. Beberapa rekan yang tertarik produk unitlink, ketika saya katakan, coba saja lihat copy polisnya terlebih dahulu. Sebagian besar agen tidak mau memberikannya. Sebuah hal yang aneh, karena biasanya seorang agen pasti membeli produk asuransi mereka. Dikarenakan sistem rekrut agen asuransi kebanyakan menggunakan sistem rekomendasi, nasabah asuransi yang bersangkutan biasanya. Dan karena jarang ada yang mau memberikan copy polis akhirnya rekan2 saya ragu-ragu mengenai unitlink. kayaknya kalo reksadana di prospektus ada tulisan gede2 mengenai resiko berinvestasi. dan kalo di unitlink hanya ada tulisan “ini hanyalah ilustrasi, bukan kontrak asuransi”. dan tulisannya kecil pula hihihihi … padahal resikonya sama :-) kesimpulannya, kembali ke market. tapi apakah pelaku industrinya sudah bisa mengedukasi market untuk memilih yang benar ? masih lama kayaknya :-) peter “Why do we fall down, Bruce? So we can learn to pick ourselves up again.” Dr. Thomas Wayne

Comments are closed.