Diskusi Keuangan Google Search
 



Archive for April 6, 2008

File - Introduction

Hi new member,
As we know that you are new member of PROFEC, we are sure that you are curious to know about PROFEC and other brief things about it. PROFEC is abbreviation of Professional & Entrepreneur Club and our motto is PROFESSIONAL WITH ENTREPRENEURIAL VISION & ENTREPRENEUR WITH PROFESSIONAL ACTION. Therefore our members mostly are entrepreneurs, professionals and also students or those who have a dream to become either professional or entrepreneur.As new member we would like you to introduce yourself to other members by telling us more detail about you, your skills and knowledge and also your objective to join PROFEC, please also explain about your email address if this is not using your real name (undercover name)
In PROFEC there are rules to be obeyed by all members as follows:
1. Please put subject on your email 2. Please do not forget to change the subject if the content of the email already change 3. Short answer/comment is not allowed and also reply to a certain email which has nothing to do with other member shall be send privately to addressed email address. 3. In replying or forwarding email, please edit the existing and rearrange email first and delete the unnecessary parts of the previous email 4. Please do not post SPAM, money games, pornography articles, sensitive articles which can cause unexpected response from the other members. 5. Every members actually have the right to offer their product or services they hold but please do it in elegance way by using marketing technics and tricks and please follow up through individual email. For normal offer please post it in every Friday unless it is very urgent. Please do not send similar offer every day or too rapidly in a day. 6. For members who only post business advertisement please send your article directly to owner to get approval. In this case since this already pure business there are rules to be implemented. 7. Monday is Inspiring and Motivating Days so we hope every body post articles which have relevancy with inspiring as well as motivating issues. 8. Tuesday is the day for articles which are required for the professionals, like marketing, management or others which can be useful to improve the knowledge and expertise of the professionals. 9. Wednesday is Financial Issues Day including Insurance & Financial Planning issues and currently supervised by Mr. Freddy Pieloor & Mr. Rasdi, please feel free to ask questions or to post related articles. 10. Thursday is English day so every members are requested to communicate in English in this day to exercise our English lingustic skills but please don’t feel being forced so if you still feel convenience for only communicating in bahasa please feel free to do it. Thursday also the day to discuss all issues for entrepreneurs 11. Friday is The Freedom Day, out of topics articles or emails are welcome today 12. Saturday is the Hobby day, please send emails about your hobbies or other things which can be developed as hobbies 13. Sunday is: Mind Body and Soul Day, please send emails which have relation with Mind, Body and soul.
In case there are questions which are not for public consumption please do not hesitate to contact me in person to liessuwondo@yahoo.com or call me to +6221-816995258.
Best regards,
Lies Sudianti Founder & Moderator 0813-18873480 Esia: 021-98095248 lies.sudianti@gmail.com

Comments

File - Pemasangan Iklan di Profec

Dear all Profecers,
Untuk menertibkan lalu lintas iklan di milis the Profec ini maka perlu dibuatkan aturan mainnya sbb.: 1. Setiap pemasang iklan harus sudah mengisi data base Profec sebelum mengirimkan artikel iklannya 2. Iklan harus dikirimkan ke theprofec-owner@yahoogroups.com sebelum hari Jum’at dan diposting di hari Jum’at kecuali ada pertimbangan urgensinya yang sangat tergantung pada pertimbangan moderator 2. Untuk artikel iklan harus dicantumkan [iklan] di topiknya 3. Iklan dibagi dua, yang bersifat sosial dan komersial 4. Bagi iklan yang bersifat sosial tidak dikenakan kewajiban memberikan kompensasi bagi member maupun donasi untuk pengelolaan milis Profec. 5. Bagi iklan yang bersifat komersial untuk sementara ini akan dibagi dua jenis yaitu: 6.a. Iklan yang sifatnya tidak rutin alias eksidentil misalnya penjualan rumah atau barang, penawaran tenaga kerja yang kriterinya akan ditentukan sendiri oleh moderator bisa diposting tanpa kompensasi kecuali diharapkan jika terjadi transaksi kami mengetuk hati nurani pemasang iklan tsb. untuk menyumbang buat menutup biaya operasional Profec dengan mentransfer ke rek BCA no. 2611902877 an Lies Sudianti 6.b. Iklan yang sifatnya rutin seperti penjualan rumah atau apartemen, penyewaan rumah atau apartemen, mobil yang sifatnya bisnis (bukan cuma sesekali saja) maka bagi pemasang iklan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran iklan dengan membayar Rp. 25.000 untuk pemasangan iklannya di 1 kali hari Jum’at dan ditransfer terlebih dahulu ke rek BCA no. 2611902877 an Lies Sudianti 6.c. Untuk iklan seminar/workshop/training/talkshow maka harus dicantumkan discount 10% untuk member dan 10% untuk Profec sebagai sumbangan untuk menutup biaya operasional Profec atau bisa dibicarakan komposisinya 7. Iklan dari member hanya akan diposting di hari Jum’at namun bisa saja diberikan dispensasi apabila moderator melihat urgensinya. 8. Peraturan diatas hanya berlaku bagi pemasangan iklan oleh member, iklan yang diposting oleh moderator Profec khususnya untuk acara acara dimana Profec terlibat langsung tidak dikenakan peraturan di atas. 9. Moderator mempunyai hak penuh untuk menentukan klasifikasi dari naskah iklan yang masuk dan menentukan kriterianya.
Demikianlah garis besar petunjuk pelaksana pemasangan iklan, untuk selanjutnya akan direvisi jika dibutuhkan.Dan jika ada yang kurang jelas silakan kirim email ke theprofec-owner@yahoogroups.com
Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator 0813-18873480 021-98095248 lies.sudianti@gmail.com liessuwondo@yahoo.com

Comments

File - Bounce

Perihal bouncing dan cara me-reset sendiri
Jika anda suatu waktu tidak pernah lagi menerima message dari milis PROFEC, ada kemungkinan email account anda berstatus ‘bouncing’ (mental) di YahooGroups. Hal ini bisa disebabkan karena:
- Email account anggota yg tidak valid lagi - Ada masalah di mail server tempat email account anggota tsb di-host (misal ISP, mail server kantor, penyedia jasa email, etc) - Ada masalah di koneksi Internet sehingga YahooGroups tidak dapat mengirimkan message ke mail server anggota - Ada kemungkinan juga penyedia jasa email account anggota (ISP, mail server kantor, etc) mem-blok message dari milis disebabkan karena komputer anda terjangkit virus/worm
Untuk me-reset status ‘bouncing’ tersebut silahkan langsung login ke http://www.yahoogroups.com/myprefs menggunakan Yahoo ID yg anda miliki. Selanjutnya akan dijumpai tampilan semacam ini:
Email addresses Status Bounce history … anggota@I… Normal Bounce history … anggota@a… Soft Bouncing (Unbounce) Bounce history …
Nampak di atas ada email yang berstatus ‘bouncing’. Anda bisa me-reset-nya dengan meng-klik tombol Unbounce. Anda juga bisa melihat detail status bouncing di link Bounce history.
Jika semua email yg tercantum berstatus Normal, anda tidak perlu me-reset, dan seharusnya anda sudah dapat menerima kembali message dari milis.
Untuk menghindari Bouncing:
1. Perhatikan kapasitas mailbox anda jika terbatas sementara intensitas lalu lintas email yang masuk cukup tinggi, sebaiknya anda membuat prioritas khususnya jika anda mengikuti banyak milis. Untuk milis yang lalu lintas emailnya padat tapi anda kurang rajin membacanya sebaiknya setting=an email anda dirubah menjadi digest saja. Caranya dengan mengirim email kosong ke TheProfec-digest@yahoogroups.com Atau jika keikutsertaan anda di milis tsb. hampir hampir tidak aktif atau hanya sesekali membukanya, sebaiknya settingan email anda dirubah menjadi no email atau special notices.
2. Jika anda akan meninggalkan aktifitas internet untuk waktu lama segera rubah settingan email anda untuk sementara dengan no email saja dan begitu kembali anda bisa mengembalikannya lagi seperti semula dengan mengirim email ke TheProfec-normal@yahoogroups.com
3. Jika anda mengalami kesulitan untuk melakukannya atau ada yang kurang jelas silakan kirim email ke moderator kami akan membantu anda.
Salam EPOS,
Lies Sudianti Founder & Moderator 081318873480 lies.sudianti@gmail.com

Comments

File - DATA BASE

Dear all Profecers,
We really glad to have you joining our mailing list PROFEC and we hope that we can have a very good relationship with you for a long time. To know you better can you fill in the below data base form so that we can add your data to our data base, please ignore this email if you have filled your database:
Name: (Nama) Address: (Alamat) Birthday: (Ulang tahun) Phone/HP: No Telp/HP: Company name & address: (Nama & alamat perusahaan) Business Line: (Lini bisnis perusahaan anda) Phone/Fax no.: (Telp/Fax perusahaan) Activity which is mostly wanted by you: (Bidang yang paling anda minati) City: (Kota) Email/web/friendster address: (Alamat email/web/friendster)
From whom/where did you know Profec: (Dari mana mengenal Profec)
Why did you join Profec: (Kenapa bergabung di Profec)
What are your expertise, experience, knowledge which according to you can be shared with other members: (Keahlian, pengalaman, pengetahuan apa yang anda miliki yang menurut anda bisa dibagikan dengan anggota Profec lainnya)
We really hope that you have no objection to share your database with us.
Best regards,
Lies Sudianti Founder & Moderator 081318873480 98095248 (Esia) lies.sudianti@gmail.com Friendster liessuwondo@yahoo.com

Comments

Art-Living Sos 2008 (A-4 Eyang Goceng

Dear Allz?. Met hari Minggu?Met liburan?heheeh?Udah mandi belum ? Udah sarapan apa belum ? Enaknya liburan begini, ngapain yaaa ? Mumpung ini adalah hari penyegaran jiwa?boleh dong saya berbagi cerita tentang nenek. Tentang Eyang saya dan rumahnya. Yang pernah menjadi tempat liburan saya duluuuu?yang merupakan pelabuhan hati ketika kesumpekan sedang melanda diri?hehehhh? Walaupun sekarang Eyang saya sudah tiada?tapi kenangan tentang Eyang yang satu ini?luar biasa?. Selamat menikmati?selamat menyegarkan hati? Salam sayang di hari Minggu yang ceria ini, Ietje Art-Living Sos 2008 (A-4.05.01 Start : 4/5/2008 10:38 AM Finihs : 4/6/2008 12:11 AM EYANG GOCENG Nenek atau eyang adalah orang yang paling asyik. Apalagi kalau punya nenek seperti Eyang saya. Eyang Putri. Eyang yang di Medan, yang menemani saya sejak lahir hingga lulus SMA. Maupun Eyang Jogya, yang menemani saya sejak kuliah sampai punya anak?hehehe?Seru kan?estafet mengasuh cucu dari para Eyang. Dua-dua eyang putri saya ini unik banget. Dan antik. Ya, iyalah?namanya nenek-nenek pasti antik. Naaah?saya mau cerita nih soal Eyang Putri saya yang di Jogya. Kami memanggilnya dengan sebutan sayang, Eyang Goceng. Pasti dong penasaran?kenapa kami menyebutnya demikian ? ♥ Eyang Putri saya yang di Jogya ini, tepatnya tinggal di desa yang hijau royo-royo?di daerah Sanden, Bantul. Walaupun rumahnya tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Jogyakarta dengan pantai Samas, tetapi nuansa desa sangat terasa di rumah eyang saya yang berhalaman sangat luas. Jangan membayangkan rumah eyang seperti rumah gedung di kota, ataupun rumah beratap rumbia di tengah sawah. Untuk ukuran desa, rumah eyang saya yang dibangun entah jaman kapan sudah terbuat dari batu bata dengan joglo di depannya. Khas rumah Jawa Tengah. Di rumah Eyang ada tiga kamar berjejer. Yang boleh dipakai tidur hanya kamar kiri dan kanan. Kamar tengah tidak pernah dipergunakan untuk tidur. Begitulah yang saya ketahui. Dan ketika saya tanya ke eyang, katanya sih untuk jaga-jaga saja. Menurut kepercayaan Eyang, itu adalah kamar untuk Dewi Sri, dewi padi dan penjaga kesuburan. Waaah?antik juga, pikir saya. Kamar itu lumayan besar, tapi saya tidak berani tidur disitu. Paling Cuma mengintip-intip saja sesekali?he he? Cerita tentang pertemuan dengan Eyang pertama kali, adalah cerita yang lucu dan konyol juga. Saya yang lahir di Sumatra, dan dibesarkan dalam lingkungan yang biasa bersuara keras?(hmmm?)?pertama kali bertemu eyang ini ketika saya berusia 7 tahun. Saat itu saya sudah kelas 2 SD. Jauh hari sebelum kunjungan ke Jogya dan hari-H, Ibu saya sudah mengajarkan tatakrama Jawa yang rumit untuk dipergunakan pada saat bertemu pertama kali dengan eyang Jogya. Begitu juga Eyang Medan saya sudah mewanti-wanti agar nanti berperilaku ?njawani? dan ?miyayeni??alias bersopansantun sesuai tatakrama priyayi. Untuk berbahasa Jawa sedikit-sedikit, ya saya lumayan bisa. Dan itu nanti akan saya praktekkan kepada Eyang Jogya. Tapi apa yang terjadi ? Ketika kami tiba di desa, setelah menempuh perjalanan jauh dari Jakarta (kami sempat tinggal beberapa minggu di Jakarta sebelum meneruskan perjalanan ke Jogya), eyang justru menyambut kami dengan gegap gempita. Eyang memeluk ibu saya ( sang mantu yang baru pertama kali dilihatnya), dan kemudian memeluk kami , cucunya yang berjumlah lima orang, satu persatu sambil menangis heboh? Saya Cuma tersenyum bengong. Laaah?gimana mau sungkem sama eyang?wong semua sudah heboh seperti di pasar malam?hehehe?Jadi deh, urusan tata-krama yang sudah dipelajari itu buyar semua. Eyang malah berteriak dengan serunya ,?Yo..wis..sana?anak-anak Sumantrah main di halaman saja?sana ambil sawo sama kelapa !? Eyang menyebut kami, cucu-cucunya ini dengan sebutan Anak Sumantrah?hehehe. Saya tertegun. Melihat pohon-pohon di rumah eyang yang banyak buahnya. ?Eyang?boleh naik pohon ?? tanya saya ragu-ragu. Di Medan sana, di rumah Eyang Medan, saya sering dimarahi dan kadang dicubiti kalau memanjat-manjat pohon ceri dan pohon rambutan di halaman. Di sini ? ?Yo?panjat yang puas?ambilin sawonya sekalian?,?sahut Eyang tak kalah serunya. Dan tanpa disuruh dua kali, saya langsung lari ke halaman. Mencari pohon yang paling tinggi. Memanjat dan bergelantungan sambil berteriak-teriak seru. Adik-adik saya yang masih kecil hanya terbengong. Heran. Panik. Kok bisa-bisanya si Kakak ini jadi kalap begitu di antara dahan-dahan pohon. Itu adalah saat saya ?jatuh cinta? pada Eyang Jogya, yang ketika itu masih kami sebut sebagai Eyang Sanden. Ini untuk membedakan dari Eyang Jogya lainnya?yang memang ada beberapa orang lagi. Setelah berkangen-kangen beberapa hari, kami harus pulang. Kembali ke Sumatra. Kembali ke Medan. Dengan membawa kenangan yang begitu indah. Tentang pohon yang boleh dipanjat kapan saja. Tentang sawah yang menghampar hijau di sekitar rumah eyang. Tentang selokan di dekat sawah yang airnya jernih sekali, dan bisa dipakai untuk mandi-mandi?Tentang dapur eyang yang tak pernah berhenti berasap untuk menyiapkan makanan bagi anak, menantu dan cucu-cucu yang tidak pernah berhenti lapar. ♥ Lama sekali saya tidak bisa ke Jogya. Antara lain karena situasi politik di Indonesia saat itu tidak memungkinkan kami bisa ke sana ke mari dengan leluasa. Selain itu juga penugasan ayah saya di kota-kota terpencil di Sumatra pasti menyulitkan kami untuk ?mudik? ke Jawa bersama keluarga. Cerita tentang eyang hanya ada di dalam kenangan. Dan belakangan, saya mulai rajin menulis surat untuk eyang. Menanyakan tentang sawah dan pohon sawo di halaman. Kesempatan berkunjung baru datang lagi ketika saya duduk di bangku SMP. Saat itu saya sudah ABG, dan adik-adik saya sudah lumayan mengerti tentang sawah dan selokan. Seperti kunjungan beberapa tahun lalu, kali ini pun kami datang dengan segala kehebohan yang hiruk pikuk. Lagi-lagi eyang memeluk kami sambil menyuruh kami naik pohon dan ke sawah. Kali itu, eyang malah ikut mengantar kami melihat sawah yang luas terbentang. ?Nasi yang tadi dimakan di rumah, ya dari sawah ini,? Begitu Eyang menjelaskan. Waaah?asyiknya?Pantesan rasanya begitu pulen dan mantaaap ! Apalagi dimakan dengan lauk tempe goreng?wooowww?tiada duanya deeeh ! Walaupun berlibur di rumah Eyang sangat menyenangkan, tetapi kami tak bisa berlama-lama di sana . Kami harus pulang lagi ke Sumatra. Kali ini saya dan adik-adik memiliki cerita yang lebih lengkap tentang rumah eyang. Pohon sawo. Sawah. Pantai yang tak jauh dari desa itu. Selokan. Makam Eyang Kakung dan leluhur lainnya. Juga meja makan eyang yang panjang dan berisi banyak stoples yang penuh dengan beragam penganan dan jajan pasar. ♥ Lulus SMA. Tibalah saat saya harus meninggalkan kota kelahiran di Medan sana. Ceritanya mau melanjutkan kuliah ke Tanah Jawa. Saya seperti napak tilas perjalanan hidup keluarga saya sebelumnya. Tante-tante dan Oom-oom saya yang ketika lahir dan masih kecil dibawa merantau ke Sumatra bersama Eyang Medan, selalu ?mudik? ke Jawa untuk melanjutkan kuliah?hehehe. Gimana pulau Jawa nggak penuh lagi ? Saya dan adik-adik saya termasuk salah satu contohnya. Lahir dan besar di Sumatra. Setelah lulus SMA, melanjutkan kuliah ke Jawa. Kerja di Jawa. Dan beranak-pinak dua kali lipat di Jawa ini juga?hihihi?Hampir tidak ada yang mau pulang ke Sumatra lagi. Halaaaah ? Pulang ke mana ? Asal usulnya kan dari Jawa ini juga ? Dari Sanden, di Jogyakarta sana ? hehehe?.Bisa aja ! Dan begitulah?setinggi-tinggi terbang bangau, baliknya ke pelimbahan juga. Begitu kata orang bijak jaman dulu. Sejauh-jauh orangtua saya merantau, anak-anaknya dikembalikan lagi ke kampung halaman di tengah sawah Eyang Jogya?hehe. Untung saja saya tidak harus kuliah di Jogya juga. Kalau ada kewajiban seperti itu?alamaaak? betul-betul bangau pulang ke pelimbahan?hihihi? Saya kuliah di Bandung. Di kota, tempat Eyang Kakung Medan dulu pernah bertugas. Hiikss? pelimbahan bangau juga niiih ? Pakdhe saya juga (kebetulan) ada di sana. Halaah?jadinya para bangau berkumpul lagi. Kemudian setelah saya paham cara melakukan perjalanan ke Jogya, dengan menggunakan bis malam atau keretaapi kelas ekonomi ( yang murah meriah?maklum mahasiswa), saya jadi rajin ke rumah Eyang di Sanden. Awalnya saya ke sana karena kangen dengan suasana desa yang hijau royo-royo. Kangen dengan segala ketenteramannya. Kangen mendengar cerita eyang yang selalu heboh. Seru kalau ngobrol dengan Eyang, karena kami selalu pakai bahasa gado-gado. Jawa dan Indonesia. Dan kacau balau?hahaha?. Selanjutnya?seolah-olah?ada udang di balik batu ! Kalau saya lagi nggak punya duit?(maklum orangtua kan harus bagi-bagi kapling dana pendidikan?)?saya datang ke Jogya. Biasalah?cucu manis ini kan bisa jadi pelipur lara Eyang yang hanya tinggal sendirian di rumah sebesar itu. Biasanya saya kalau datang langsung menyapu halaman depan ( udah malu dong manjat-manjat pohon sawo?padahal masih pengen siiih?hehe). Abis itu menimba air di sumur untuk mengisi bak air yang besaaaaar banget. Abis itu ke dapur?mengangkuti kayu bakar buat masak?(eyang masih memasak pakai tungku kayu, walaupun sudah ada kompor minyak tanah). Abis itu duduk kelenger di amben depan, yang ada joglonya?sambil menyantap aneka jajanan dan gorengan buatan Eyang. Sedaaap !!! Naaah?berkat kerajinan cucu manis ini biasanya hati Eyang langsung luluh. Kalau pulang lagi ke Bandung, selain dibawain oleh-oleh makanan khas Jogya yang muaaaaniiiiissssh sekali, saya juga selalu dibekali uang sangu?hehehe?sebesar lima ribu rupiah. Yang kata adik saya, goceng ! Tapi bukan karena itu saya jadi rajiiiiin banget berkunjung ke Jogya?hehe. Saya memang menjadwalkan datang ke Jogya dan langsung ke Sanden paling tidak dua bulan sekali. Atau kalau lagi sepi perkuliahan, ya sebulan sekali. Saya selalu kangen dengan Eyang. Saya ingin menebus kerinduan masa anak-anak saya dulu. Ketika saya cerita ke ayah, ibu dan adik-adik saya, mereka semua bersyukur, akhirnya ada cucu yang bisa dekat dengan eyang. Jadi Eyang nggak terlalu kesepian lagi. Maklum dari berpuluh orang cucunya, jarang ada cucu yang bisa datang berkunjung. Jadi, saat itu saya termasuk cucu kesayangan?hmmm? Suatu ketika liburan panjang tiba, adik-adik saya ikutan berlibur ke rumah Eyang. Waaah?eyang senang sekali dikunjungi setengah lusin cucu yang heboh semua. Selain menyediakan makanan seperti biasa ( yang seperti menjamu anak sekampung)?eyang juga membebaskan kami tidur di mana saja di seluruh area rumah. Lalu beraktivitas seperti yang saya lakukan. Rumah eyang yang biasanya tenang tentram, dalam sekejap menjadi ajang kerusuhan massal. Karena kami terus saja ngobrol, teriak-teriak, dan lari-lari kian kemari di dalam dan di luar rumah?hehehe?Pusing juga kan eyang ? Tiba saatnya pamit lagi. Eyang menatap kami satu persatu dengan mata tuanya yang penuh rindu. Lalu kami semua diberi amplop. Masing-masing dapat lima ribu rupiah lagi. Sejak itulah?eyang kami resmi mendapat panggilan kesayangan Eyang Goceng ! ♥ Saya masih merasakan kasih sayang eyang?sampai saya lulus kuliah. Sampai saya menikah. Sampai saya punya anak. Bahkan anak saya pun belajar berjalan pertama kali, ya di rumah Eyang Goceng . Di halaman depan yang dipergunakan untuk menjemur padi. Anak saya bisa berkeliling lapangan?dengan tertatih-tatih?sambil membawa sebatang sapu yang diseretnya kian kemari. Dan Eyang Goceng tertawa sambil meneteskan airmata. Rasanya hidup saya menjadi lengkap. Saya punya dua orang Eyang Putri. Satunya Eyang Medan. Satunya Eyang Sanden. Barangkali banyak cucu lain yang punya Eyang Medan, atau Eyang Sanden. Tapi mungkin di seluruh dunia hanya kami yang memiliki Eyang Goceng?.hehehe? ♥♥♥ Jakarta, 4/6/2008 12:08 AM Salam sayang di tengah kerinduan?. Ietje Djoemarno?(sebelum menjadi Ietje Guntur) Special note : Terima kasih tidak terhingga untuk Eyang Goceng?yang selalu mendukung dan mendorong kami untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya?dan berbagi ilmu dan apa saja sebanyak-banyaknya?seperti kata Eyang selalu ,?Hidup ini Cuma titipan??Jadi kenapa titipan itu tidak disalurkan kepada yang membutuhkan?? Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Comments

Dasyatnya Efek Tulisan

Rabu pekan lalu (26/03), saya menulis sebuah kisah tentang ?Galian Kabel dan Tukang Becak.? Tulisan ini dikirim ke milist profec dan sejumlah surat kabar serta pihak terkait. Sebelum menulis artikel atau keluhan tersebut, saya sudah beberapa kali mengadu secara lisan kepada pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Tapi hasilnya nihil. Mereka tidak begitu peduli, terhadap kasus yang kami hadapi.
Hari Sabtu lalu atau tiga hari setelah tulisan itu menyebar ke berbagai pihak, mereka mulai gerah. Jalan berlubang yang sekian lama ternganga, langsung diperbaiki, meski masih menggunakan semen, bukan aspal seperti sediakala. Mereka… tahu persis, dampak tulisan yang cenderung menyudutkan tersebut, akan sangat merugikan citra. Yang ujung-ujungnya bakal mengganggu periuk nasi.
Urusan tidak sampai di situ, karena akibat tulisan yang terus menyebar, mereka makin gelisah. Pertanggungjawaban terhadap korban galian, masih menjadi tanda tanya. Perusahaan baru sebesar Smart Telecom pasti tidak sudi tersandung urusan remeh temeh seperti ini. Nama mereka terlalu besar untuk dicemarkan oleh nasib seorang penarik becak. Hasilnya, mereka berreaksi cepat hendak menyantuni korban.
Tapi itu semua terjadi setelah ada TULISAN. Sebelumnya, mulut saya yang berbusa meminta perhatian mereka, hanya mendapatkan balasan klise ?akan segera ditindaklanjuti.? TULISAN yang tidak lenyap diterpa angin, melainkan kian kuat menyebar ke mana-mana, memberikan efek sesuai keinginan penulis dan penyebarnya.
Menyimak kasus tersebut, saya kok semakin yakin, TULISAN adalah senjata yang sangat hebat. Marketing tools yang luar biasa, yang bisa digunakan untuk tujuan apapun. Beruntung saya orang baik dan berada di lingkungan orang baik, sehingga senjata ini termanfaatkan untuk kebaikan. Pena (tulisan) memang lebih tajam daripada lidah atau senjata api, apalagi sebilah pedang.
Jadi, tidak ada alasan buat saya (semoga Anda juga) untuk sekedar mengendurkan urat syaraf atau mencari kambing hitam dan mengatakan,
?Saya tidak sempat menulis (buku)…? ?Saya tidak punya waktu untuk menulis (buku)…? ?Belum waktunya menulis (buku)…?
Yakinlah… tulisan (buku) akan memberikan dampak yang mungkin tidak diduga-duga sebelumnya. Dampak yang mungkin jauh di atas harapan kita. Dampak yang terlalu sayang dilewatkan, hanya karena kambing-kambing hitam itu!
Selamat menulis buku!
Dodi Mawardi Mentor Menulis Profec Author Community

____________________________________________________________________________________ You rock. That’s why Blockbuster’s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Comments