Diskusi Keuangan Google Search
 



Archive for April 8, 2008

Perusahaan Modal Ventura (bag.2)

Serial # 39: Perusahaan Modal Ventura (bag.2) Bisa dilihat, bahwa kemitraan dengan sistem modal ventura ini banyak menguntungkan bagi pihak pengusaha kecil. Diantaranya, kecuali pada sistem pinjaman, pengusaha kecil dibantu permodalannya yang apabila karena suatu sebab terjadi kerugian, maka kerugian itu ditanggung bersama. Pada sistem pinjaman pun, pengusaha masih diuntungkan mengingat disini tidak diperlukan adanya barang agunan, apakah itu berupa tanah, bangunan, kendaraan dan lain sebagainya. Menurut pengamatan saya, yang berani mendirikan Perusahaan Modal Ventura di Indonesia kebanyakan adalah perusahaan-perusahaan besar berskala nasional, dan konglomerat disamping pemerintah sendiri. Hal ini bisa dimengerti bahwa bisnis modal ventura merupakan bisnis berisiko besar, sedangkan prospek keuntungannya berjangka panjang. Hanya pihak-pihak yang mampu, berkepentingan dengan masa depan pengusaha kecil serta mempunyai rasa idealisme tinggi sajalah yang bisa membentuk PMV secara ideal. Mungkin karena hal-hal itu pula kelihatannya PMV lebih suka mengambil PPU nya yang sudah berbentuk PT, atau kalau belum, sesaat menjelang diadakannya kerjasama, perusahaan kecil yang bersangkutan akan di-PT-kan lebih dahulu. Sebab, menurut salah seorang personil PMV, segala hal yang menyangkut dengan prosedur dan pertanggung-jawaban, lebih mudah dan lebih jelas pada bentuk Perseroan Terbatas. Dulu, sebelum keluarnya peraturan pemerintah, banyak orang mengkhawatirkan akan ekses yang bisa terjadi dari sepak terjangnya sebuah perusahaan modal ventura. Ada yang menganggap PMV hanyalah bentuk lain dari perpanjangan tangan perusahaan-perusahaan besar yang siap mencaplok perusahaan kecil yang sedang berkembang dan berprospek cemerlang. Sebab, jika PMV memasok dana dalam jumlah besar sebagai saham, maka otomatis kendali perusahaan akan berpindah kepadanya. Hampir tidak ada bedanya dengan apa yang disebut akuisisi. Akan tetapi sekarang, hal seperti di atas tidak bisa lagi terjadi, karena pemerintah telah waspada. Telah ada peraturan yang membatasi bahwa kemitraan modal ventura hanya dapat diselenggarakan selama-lamanya 10 tahun, dengan maksimal dana yang dipasok sebagai saham sebesar-besarnya 49%. Dengan kondisi seperti itu, pengusaha kecil dapat berharap bahwa kemitraannya dengan PMV betul-betul datang dari niat yang tulus demi kepentingan bersama dan ia bisa bekerja dengan tenang bahu-membahu bersama mitranya tersebut menyongsong masa depan yang lebih cerah. Barangkali, satu-satunya biaya yang perlu dikeluarkan nantinya bila pengusaha kecil sudah mendapat persetujuan PMV sebagai PPU, adalah biaya pendanaan (funding fee) dan biaya administrasi (administration fee) sebesar 3% per tahun dari total dana bantuan yang diperolehnya. (..bersambung..)

Comments

The Heart of a meaningful life-I N T E G R I T Y

I N T E G R I T Y I ntegrity is the Heart of a Meaningful Life N o hypocrisy and dishonesty may take part in it T he walk and talk are always in the same tune E choing in daily life to bless everyone around G uiding others to live in Harmony R emarkable tracks are made along the way I ntegrity will make your name written in everyone’s heart with golden ink T o keep your Integrity in this changing world you should take the unchanging God’s word to be your standard Y ears of meaningful life ahead will be your reward April 8th 2008 By Daniel N Suhadi

Comments

restaurant masakan Indonesia

Dear all, boleh donk sharing kalau ada yang punya rekomendasi restoran atau cafe yang menyajikan masakan tradisional Indonesia yang tempatnya cukup representatif. Jenis masakannya boleh apa saja, yg penting makanan Indonesia. Harga nggak masalah. Biar tidak mengganggu kelancaran milis, boleh dijapri aja ke wongsolo76@yahoo.com atau ke dyah.isnaemi@gmail.com. Thanks a lot.
Cheers, Dyah Isnaemi Alt Email : dyah.isnaemi@gmail.com Website : http://dyahisnaemi.multiply.com
The FLAG ? GOLF UNLIMITED “You may miss your golf game. But missing a copy of the Flag on your desk will keep you away from the fascinating world of golf”
____________________________________________________________________________________ You rock. That’s why Blockbuster’s offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Comments

teori gelas

Sorry lupa attachmentnya

Selamat mencoba

This email and any attachments are confidential and may also be privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way use or rely on the information contained in this email or any attachments. If received in error, notify the sender immediately and delete this email and any attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to be secure or error free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended. Standard Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for damage caused by this email or any attachments and may monitor email traffic.

Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, London, EC2V 7SB.

Standard Chartered Bank (”SCB”) is incorporated in England with limited liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services Authority under FSA register number 114276.

If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the information on other jurisdictions.

image001.gif

image002.jpg

teori gelas.xls

Comments

teori gelas

Selamat mencoba

This email and any attachments are confidential and may also be privileged. If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any other way use or rely on the information contained in this email or any attachments. If received in error, notify the sender immediately and delete this email and any attachments from your system. Emails cannot be guaranteed to be secure or error free as the message and any attachments could be intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended. Standard Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for damage caused by this email or any attachments and may monitor email traffic.

Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability under company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury Square, London, EC2V 7SB.

Standard Chartered Bank (”SCB”) is incorporated in England with limited liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18. The Principal Office of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services Authority under FSA register number 114276.

If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the information on other jurisdictions.

image001.gif

image002.jpg

Comments

[PROFEC] “Asah Gergaji” di Surabaya dan Malang

Halo Pak Jamil,
Saya baru saja ikut seminar Pak Tung DW 3 hari penuh minggu lalu dan saya ikut bangga melihat buku bapak terpajang disana, semoga buku bapak bisa menginspirasi banyak orang pak.
Salam epos, Lies Sudianti
On Sat, Apr 5, 2008 at 10:14 PM, jamil azzaini wrote:
> Sudah ribuan kali kita sikat gigi. Walau sudah dilakukan ribuan kali > kita tidak pernah bosan. Bagaimana nasib gigi kita kalau tiga hari atau > bahkan tiga minggu tidak digosok. Pasti teman-teman kita menjauh dan ada > aroma tak sedap keluar dari mulut kita. > > Nah, kondisi mental kitapun harus sering digosok (diasah) melalui > training, seminar, mendengarkan kaset, nonton dan lain sebagainya. Meminjam > istilah Stephen Covey kita harus sering “mengasah gergaji” agar > produktivitas terjaga. Nah bagi anda yang tinggal di Surabaya dan Malang > ada kesempatan untuk “mengasah gergaji” anda dalam acara Bedah Buku Menyemai > Impian Meraih Sukses Mulia yang ditulis oleh Jamil Azzaini. > > Bagi yang di Surabaya bedah buku dilakukan Minggu, 06 April 2008 pukul > 19.30 di Toko Buku Gramedia Tunjungan Plaza Surabaya. Sementara bagi yang > bermukim di Malang, bedah buku diadakan pada Senin, 07 April 2008 pukul > 19.30 di Toko Buku Gramedia Malang Tom Square. Ayo “asah gergaji” kita > sebelum tumpul dengan sendirinya dan jadikan kegiatan “asah gergaji” > sebagaimana kita menggosok gigi. > > > > Salam Sukses Mulia > > Jamil Azzaini > > http://jamil.niriah.com > > > > > —————————— > You rock. That’s why Blockbuster’s offering you one month of Blockbuster > Total Access, > No Cost. > >

Comments

Dasar Padang Geblek !!!

Dear All,
saya pribadi sangat senang atas apresiasi yang luar biasa dari semua mailing list atas tulisan itu. Terus terang saya juga surprise dengan begitu banyak email yang masuk baik yang japri atau yang langsung memberi komentar di milis.
Pak Herman, Pak Cahyana, Pak Dodi Mawardi dan semua guru dan teman-teman yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Terima kasih atas apresiasinya.
Artikel itu hanya merupakan segenggam pengalaman sederhana namun tak ternilai harganya buat saya. Pengalaman yang saya dapatkan dari bergaul karib dengan orang-orang sederhana dan baik hati disepanjang hidup saya.
Tapi diatas semua itu, saya bersyukur dan berharap semoga artikel itu bisa ’sedikit’ menyejukkan hati kita dan membuat kita memandang dunia ini dari sisi yang berbeda.
om santi..santi..santi MTA www.orang-bali.com

Comments

[PROFEC] James Gwee Power Seminar Series April 2008

Dear all Profecers,
James Gwee adalah seorang trainer yang paling favorit sampai saat ini, selama puluhan tahun beliau konsisten di jalurnya dan ilmunya selalu bertambah dari hari ke hari. Ilmu yang saya pelajari dari beliau 10 tahun lalu ternyata masih cocok lho dengan situasi saat ini apalagi ilmu ilmu yang sudah diperbarui.
Saya sungguh sungguh me-recommend anda untuk ikut, bukan apa apa setinggi apapun jabatan anda saat ini anda tetap butuh tambahan ilmu untuk mempertajam wawasan anda apalagi kalau anda masih berasa kurang. Dan pembelian dengan membawa nama PROFEC dapat discount 10% lho jadi manfaatkan kesempatan ini sebaik baiknya. Anda bisa langsung mendaftar tapi jangan lupa info kan kalau anda dari Profec atau melalui Profec kami akan membantu anda, jadi silakan saja.
Untuk sukses belajar dari yang terbaik dan JAMES GWEE adalah salah satu trainer yang terbaik di Indonesia saat ini.
Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator 0817 0707 770 0813 1870 3480 lies.sudianti@gmail.com
2008/4/4 Mei S. Purwitasari :
> Salam Fantastic! > > Rekan rekan sekalian, jangan sampai terlewat, seminar *THE MOST POWERFUL > RULES FOR MANAGERS & SUPERVISOR, *yang di bawakan oleh* Indonesia’s > favourite Trainer - Mr. James Gwee T.H.,MBA *dan akan di selenggarakan > pada hari *RABU* tanggal *23 April 2008* bertempat di *Novotel Hotel > Mangga Dua, * > Sudah lebih dari 150 orang telah mendaftar untuk seminar ini, jadi jangan > sampai terlewatkan kesempatan ini atau Anda harus menunggu 1 tahun lagi. > *HANYA DENGAN INVESTASI Rp. 950.000,-* Anda akan : > > - Memahami dengan *TEPAT* mengapa para manajer sangat efektif dan > sukses, dan mengapa ada beberapa manajer yang harus bekerja keras tetapi > belum efektif juga > - Menyadari dengan *TEPAT* apa yang benar dilakukan seorang manajer > dan apa yang salah yang masih anda lakukan > - Mengetahui dengan *TEPAT* apa yang harus Anda lakukan untuk > meningkatkan efektifitas anda sebagai seorang manajer > - Mengetahui *BAGAIMANA* membangun dan mengatur tim Anda untuk > mencapai hasil yang *HEBAT* > > Wow! Sungguh luar biasa manfaat yang akan Anda dapatkan > Untuk Anda pengusaha/wirawasta, kepala departemen, kepala cabang, manajer, > supervisor dan siapa saja yang bercita cita menjadi seorang manajer yang > efektif, *SEGERA DAFTARKAN* Anda dan Tim Anda untuk mengikuti seminar ini. > *KHUSUS PENDAFTARAN 5 ORANG MAKA PESERTA KE 6 GRATIS!!! * > Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Indah - Mei di HOTLINE 021 - > 6011121 atau email di info@jamesgwee.com atau kunjungi website kami di > www.jamesgwee.com > Sampai bertemu kembali di Acara The Most Powerful Rules For Managers & > Supervisors, bersama dengan calon calon pemimpin sukses lainnya > > Regards > Academia Education & Training > > *PS:* Khusus anggota PROFEC + disc 10% dari Fee standard loh, jadi > segeralah mendaftar. > > —————————— > You rock. That’s why Blockbuster’s offering you one month of Blockbuster > Total Access, > No Cost. > >

Comments

[PROFEC] Tawaran Kerjasama MadeInNusantara.com

Semua jenis produk bisa Pak yang penting produk dalam negeri. Untuk makanan kami juga menerima, asal masa kadaluarsanya minimal 10 hari karena bila tidak, dikhawatirkan rusak dalam pengiriman. Terima kasih.
On Tue, Apr 8, 2008 at 12:51 PM, Rusman Hakim wrote:
> Bung Kurniawan, > Mohon tanya, apakah selain produk-produk yang Anda sebutkan tersebut, > produk makanan juga bisa ditampilkan di MadeInNusantara,com? Mohon > penjelasan.. > > salam sukses, > > Rusman Hakim > > > *Kurniawan Subiantoro * wrote: > > MadeInNusantara.com merupakan situs penjualan online produk-produk buatan > asli/dalam negeri Indonesia. Produk yang dapat dijual di MadeInNusantara.com > dapat berupa barang kerajinan, garmen, pakaian, sepatu, tas, perlengkapan > rumah tangga, alat kesehatan, buku, software, dan produk lainnya asalkan > buatan dalam negeri Indonesia. > > Kami memberikan kesempatan bagi para pengusaha untuk menampilkan produknya > di situs kami, sehingga produk buatan mereka dapat dikenal dan dipasarkan > secara global di internet. > > Syarat agar produk bisa ditampilkan di salah satu direktori > MadeInNusantara.com : > ? Merupakan produk buatan asli Indonesia > ? Memiliki kualitas yang cukup baik > ? Bebas dari cacat hukum > ? Bersifat kontinyu/ memiliki stok mencukupi > > Pengusaha/penjual dapat menampilkan gambaran detail tentang produk yang > dijual, sehingga pengunjung dapat mengetahui informasi lengkap tentang > produk tersebut. Produk Anda dapat ditampilkan di dalam salah satu direktori > terkait dimana pengunjung bisa membelinya melalui MadeInNusantara.com, tanpa > dikenakan biaya apapun (alias GRATIS). > > Anda berminat menjadi suplier MadeInNusantara.com ? > Berikut ini adalah syarat untuk bisa menjadi suplier kami: > o Produsen langsung > o Agen tunggal pemegang merk atau salah satu distributor resmi > o Toko atau pengecer resmi > o Perorangan dengan usaha telah berjalan min 1 tahun (dalam tahap > merintis usaha) > o Memiliki komitmen kerjasama dengan memberikan data status stok, > harga terbaru, dan produk baru secara periodik > o Minimal kerjasama 1 tahun > > Kepada para pengusaha yang tertarik untuk memasarkan produknya di > MadeInNusantara.com, silakan kirimkan informasi detail produk anda ke > wawan@madeinnusantara.com dengan menyertakan : > 1. Foto produk, berwarna dan jelas (format JPG) > 2. Deskripsi barang: nama barang, bahan, warna, model, dimensi(ukuran > panjang, lebar, tebal), berat, harga beli, harga jual maksimal, artikel > mengenai barang tersebut. > (optional) (format text atau ms Word) > 3. Alamat produsen/penjual beserta contact person. > > Kurniawan Subiantoro > (kangWawan) > Founder MadeInNusantara.com > 021-32531797 > 081555619858 > > > —————————— > You rock. That’s why Blockbuster’s offering you one month of Blockbuster > Total Access, > No Cost. > >

Comments

[PROFEC] Dasar Padang Geblek !!!

Saya tiga hari penuh ikut seminar Tung Desem, gratis…….. Tadinya saya pikir masak sich gratis pasti ada pesan terselubung ternyata memang benar gratis dan gilanya dari jam 9 pagi sampai jam 10.30 malam, entah energi apa yang dimilikinya sampai sampai dia engga cape teriak lompat lompat dan kita kita juga jadi ikutan he he he.
Banyak yang disharing sama beliau tapi yang paling saya ingat adalah kalau mau sukses berbisnis maka harus buat orang lain WIN dulu baru kita WIN, DALAM HIDUP HARUS TO GIVE BARU TO TAKE tapi kita kebanyakan mengenalnya TO TAKE & GIVE jadi ambil dulu baru kasih. Yang benar TO GIVE & TAKE jadi kasih dulu baru menerima.
Apa yang ada dalam cerita ibu Ietje dan bung Made sama ….. secara naluriah mereka menjalankan TO GIVE BAHKAN TANPA MENGHARAPKAN TO TAKE.
Salam epos, Lies Sudianti
2008/4/4 IETJE SRI UMIYATI GUNTUR :
> > > Dear Mas Made (MTA0 dan mas Cahyana yang sudah berbagi pengalaman ini. > > > > Berdagang dengan ‘hati nurani’. Bekerja dengan hati nurani. > Betullll….nggak perlu teori panjang lebar yang rumit. Yang penting adalah > filosofi hidup yang berlandaskan ketulusan hati. > > > > Saya jadi ingat, jaman kuliah di Bandung dulu. Ada warung padang di tengah > Pasar Balubur ( yang sekarang sudah tergusur menjadi bagian dari jalan tol > Pasteur-Suci). Kurang lebih samalah dengan Sang Uda Geblek ini. Kalau warung > padang di Pasar Balubur ini bisa minta nasi ? (ketahuan kan pengen > iritnya)…terutama kalau sedang akhir bulan dan kiriman ortu belum datang. > Menu ‘favorit’ hanya tahu balado ( yang tahunya besaaar banget), sayuran, > dan kuah gulai…Yang penting rasa padang. Yang dihitung Cuma nasi sama tahu > doang. Sayur dan kuah gulai yang seabreg-abreg gak dihitung. Padahal > sayurnya adalah sayur buncis dan kol yang mirip tumis, tapi berkuah ( sampai > sekarang jadi makanan favorit saya). > > > > Cara bayar ke warung padang ini juga ajaib. Kalau kita lagi nggak punya > duit, tinggal nulis sendiri di buku ‘hutang’. Ada berpuluh-puluh buku hutang > di situ (digantung di keranjang plastik dekat tiang warung) atas nama > masing-masing pelanggan. Kita nulis sendiri, makan apa. Banyaknya berapa. Sudah. > Kalau ada uang bayar. Kalau belum ada, ya nanti saja. Kadang saya bayar > langsung. Kadang seminggu. Kadang dua minggu?hehe. Ada yang belum bayar > sampai dia selesai kuliah dan diwisuda?Tiba-tiba datang ke situ, bawa duit > banyak buat bayar hutang makan tahun lalu?hehehe? > > > > Siapa saja pelanggan warung padang di Pasar Balubur, yang di daerah Taman > Sari itu ? Mayoritas adalah mahasiswa-mahasiswa ITB yang kampusnya di > Ganesha. Selain itu ada beberapa mahasiswa Unisba dan Unpas. Ada juga yang > dari Unpad, seperti saya?.(saya tahu warung ini juga dari sahabat saya yang > kuliah di ITB?warung edan katanya?). Berkat warung padang itu, kami bisa > tenang kuliah tanpa kelaparan. Kapan saja kami datang, selalu ada nasi > hangat dari dapur. Itulah istimewanya warung ini. Kadang saya malah minta > dibuatkan telur mata sapi…khusus…dengan pinggiran yang garing dan > tengahnya matang agak gosong.. > > > > Saya pernah tanya, apa Uni (yang selalu standby di situ adalah Uni) nggak > rugi kalau mahasiswa itu nanti nggak bayar. Dengan cuek dia bilang, biarin > ajalah. Namanya mahasiswa. Perutnya besar. Makannya banyak. Kalau sekarang > nggak punya uang, biarin aja. Toh kalau dia lapar, dia pasti datang ke sini > lagi. Waaah…aneh juga. > > > > Sekarang saya memahami, kenapa Uni seperti itu. Dia menganggap kami > anak-anaknya. Kadang ada yang sudah lulus dan kerja di Jakarta atau di luar > negeri tetap ingat ke dia. Lalu ketika datang ke Bandung, pasti mampir ke > warung sempit di tengah pasar. Berkangen ria dengan masakannya. Cita rasa > masakannya luar biasa enak. Saya masih terngiang rasa tahu balado dan > rendangnya, juga sayur kolnya…waaaah…. > > > > Saya kehilangan banget-banget ketika Pasar Balubur digusur…dan saya > kehilangan jejak warung padang itu… > > > > Moga-moga di jaman yang serba materialis ini kita dapat mengikuti jejak > ‘Uda Geblek’ dan ‘Uni Pasar Balubur’ yang memiliki hati untuk berbagi…. > > > > Salam, > > > > Ietje > > > > > > > —————————— > > *From:* TheProfec@yahoogroups.com [mailto:TheProfec@yahoogroups.com] *On > Behalf Of *CAHYANA P WIJANARKA > *Sent:* Friday, April 04, 2008 11:38 AM > *To:* TheProfec@yahoogroups.com > *Subject:* Re: [PROFEC] Dasar Padang Geblek !!! > > > > *Pemahaman yang sederhana tentang ketulusan bersedekah dan lebih bijak > dari Emotional Banking Account dari Stephen Covey* > > *Made Teddy Artiana * wrote: > > *Dasar Padang Geblek !!!* > > by MTA (www.orang-bali.com) > > > > > > Ketika pertama kali tulisan ini kutulis dan iseng kukirimkan ke > teman-teman dekat, beberapa teman yang kebetulan orang padang mengernyitkan > dahi. Bahkan ada seorang sahabat yang langsung menelponku, dan bertanya > lugas..”Heh Bali, maksudmu apa ?”.Ha..ha..ha..kontan aku tertawa..cobalah > baca dulu kawan, ajakku. Merekapun menurutinya. > > > > Dulu, kira-kira sepuluh tahun yang lalu, ketika masih berstatus mahasiswa, > sekaligus anak kos di Depok sana. Dengan modal cita-cita setinggi langit, > meskipun tanpa didukung dengan keadaan keuangan yang mencukupi, kami > bertahan. Cerita nonfiksi meskipun terdengar agak klise tentang perjuangan > seorang mahasiswa. > > Tersebutlah sebuah rumah makan padang yang sederhana dan seorang Uda > (sebutan kakak untuk saudara-saudara kita yang berasal dari Padang) yang > menempati tempat unik pada keseluruhan kisah perjuangan kami. Rumah makan > padang itu menjadi langganan kami, untuk mengisi kampung tengah alias perut > ketika cacing-cacing mulai memanggil. Hampir setiap hari kami *nongkrong*disana. Nama rumah makannya, tidak sempat untuk diingat, apalagi nama Sang > Uda. Tetapi jika disuruh mengingat wajah Si Uda, seratus persen aku sanggup. > Ingatan akan wajahnya sedemikian kuat sehingga aku tak pernah kesulitan > untuk melukiskannya. Nah berhubung nama asli kedua tidak sempat kami ingat, > kami memanggil keduanya dengan sebutan Geblek. Rumah makan itu sebagai > “Padang Geblek” dan Si Uda dengan sebutan “Uda Geblek”. Uniknya sebutan ini > berasal dari senior-senior kami, bahkan konon yang pertama kali menamai > sebutan itu adalah seorang senior yang kebetulan seorang berdarah Padang ! > > “Dari semua orang Padang, hanya dia yang Geblek”, begitu seloroh yang > sering muncul diantara kami. Anehnya ketika seloroh itu muncul, tidak ada > ekspresi ‘hina’ diwajah mereka, malah tampak jelas rasa hormat yang dalam > terhadap Si Uda Geblek. Dan satu lagi, ada sebuah percakapan yang unik yang > selalu diulang-ulang. Percakapan ini dulu juga sempat terjadi padaku dan > tentunya terjadi pada teman-teman baru yang belum mengetahuinya. > > > > * “Makan yok”* > > *”Dimana ?”* > > *”Di Padang Geblek”* > > *”Apa ???”* > > *”Iya..Padang Geblek..”* > > *”Lho kok Geblek ? Nama rumah makan padangnya kok aneh”* > > *”Iya nanti lu juga tahu kenapa Geblek, dari semua orang Padang, hanya dia > yang Geblek”* > > *”Mahal nggak ?”* > > *”Nah itu dia Gebleknya?tenang aja”* > > > > Ketika pertama kali makan ditempat itu, dengan segeralah kita mengetahui > mengapa sebutan Geblek diperuntukkan padanya. Si Uda tidak pernah akan > segan, menambahkan nasi atau sayuran bahkan lauk pada pesanan kita. > > > > *”Nasi lagi ? Cowok masak segitu makannya” * > > *”Ini ayam goreng kemaren malam, tapi masih bagus, mau ya ?” * > > *”Nih Uda tambahkan daging cincangnya” * > > *”Nih uda kasih rendang”. * > > > > Itu sederetan kalimat *favorite*-nya, yang begitu sering kami dengan > hingga hafal. Biasanya, mereka yang baru pertama kali kesana, akan > membelalakkan mata, terkaget-kaget menyaksikan kegeblekan Si Uda,sambil > menoleh kearah kami yang tersenyum-senyum geli. “Graaaatisssssss !!” seru > kami sambil tertawa bersama. Itulah Kegeblekan Si Uda. Tak jarang kami > menggeleng-gelengkan kepala jika mendengar pengalaman-pengalaman unik dari > begitu banyak teman-teman yang mengalami ke-geblek-kan Si Uda. > Uda?Uda?bagaimana bisa untung. Kaya ? Apalagi !!! > > > > Tapi memang itulah yang dilakukan Uda Geblek. Aneh tapi nyata. Geblek, > namun membawa berkah buat kami. Penasaran tentang filosofi hidupnya, setelah > kenal dekat akupun memberanikan diri bertanya kepadanya. > > > > *”Begini..”,* jawabnya sambil tersenyum mengangguk-anggukan kepala*,”Uda > ini punya anak dirantau yang juga kuliah, kalau uda baik sama > mahasiswa-mahasiswa, pasti anak-anak uda disana juga dibaikin sama > orang-orang.Kalau kita kasih orang makan, pasti anak-anak uda tidak akan > kekurangan makan. Doa-doa syukur orang yang kita tolong itulah yang jadi > keuntungan buat kita. Apalagi orang tua uda mengajarkan kalau mau kaya > jadilah Padang Bengkok, tapi kalau mau beruntung dalam hidup ini, kita tidak > bisa jadi Padang Bengkok, kita harus lurus”.* > > > > Betapa benarnya Si Uda Geblek, ternyata filosofi unik inilah yang membuat > ia tidak saja mendapatkan keberuntungan hidup tetapi juga sebuah keuntungan > bisnis yang tidak kecil. *”Padang Geblek”* menjadi sebuah brand yang > sangat kuat dikalangan para mahasiswa waktu itu. Belum lagi slogan “*Dari > semua orang Padang, hanya dia yang Geblek !!”,* yang diciptakan oleh kami > para mahasiswa menjadi sebuah slogan marketing yang unik dan ampuh. Saking > ampuhnya slogan itu, hingga hampir siapapun yang mendengarnya akan tertarik > untuk berkunjung ke rumah makannya. Bahkan lebih dari itu, kami-kami ini > seolah bertindak sebagai sales marketing yang membentuk sebuah fansclub yang > demikian loyal menyebarkan cerita-cerita kemurahan hati Si Uda Geblek. Itu > semua terjadi tanpa rekayasa. Bukan Si Uda yang menciptakan semuanya, tidak > ada ahli marketing yang disewa untuk menciptakan kondisi seperti itu, > apalagi teori-teori rumit yang memusingkan kepala dan kantong tentunya. > Singkatnya : tidak ada ‘Orang Pintar’ dibalik semuanya itu, yang ada > hanyalah orang yang berdagang dengan ‘Nuraninya’ dan hidup bertutur bahwa > orang-orang seperti inilah yang pasti mendapat dukungan dan keberuntungan > dari Sang Pemilik Hidup, The Invicible Hands sumber segala rezeki dan > keberuntungan. > > > > Akhir kata?Terimakasih atas ke-Geblekan mu Uda. Entah apa yang terjadi > pada kami-kami ini, jika Uda tidak geblek !!!. > > > > **** > > > > > —————————— > > You rock. That’s why Blockbuster’s offering you one month of Blockbuster > Total Access, > No Cost. > > —————————— > ::BCA:: > >

Comments

« Previous entries