Diskusi Keuangan Google Search
 



Archive for April 10, 2008

Updated data pemesanan buku MARKETING REVOLUTION - TUNG DESEM WARINGIN

PakBudiEman,
Mohon maaf saya mau konfirmasi buat tgl 16 jam berapa ya soalnya saya ada janji sama Mr James Gwee pada hari itu cuma jamnya belum tau
“Drs.D.Budi Eman” wrote: Dear Bu Lies,
Tks utk perhatiannya. Ditunggu di alamat rumah saja, utk buku dan CD nya.
Bagaimana dengan SEMINAR WOMEN’S HEALTH :KANKER SERVIKS yang sudah dapat dipastikan (tidak ada perubahan lagi), acara tgl. 16 April 2008 (hari Rabu), (Ibu jadi ikut sharing kan*). Ini full charity, semua hasil bersih, untuk kegiatan pengabdian, membantu sesama yang membutuhkan (via LIONS)/host kali ini LCJ PARAMITRA & digagas KOMITE PENGEMBANGAN & PERANAN WANITA-DISTRICT 307 A, dan pasti Tuhan akan memberikan jalan bagi kelancaran semuanya. Untuk yang minat (termasuk Bapak Frengkie(baca dari millis Profec/member Profec) yang bersama Bu Floren Kasih dan Bu Lanny, sudah confirmed ikut berpartisipasi pada hari H-nya), dengan ide dan sesuatu yang berguna untuk kesehatan (terutama wanita). Karena tempat terbatas (hanya 200 peserta), dan semua peserta mendapatkan pemeriksaan darah gratis (gula darah & kholesterol/ harap puasa dari jam 22 agar hasil lebih akurat) dan ada doorprize menarik juga bagi yang beruntung. Segera daftarkan di Sanny Sutanto 5727337 ext.603 /kantor JRC, atau di Lions Club masing2, …siapa cepat masih dapat tempat.
Tks & Brgds,
D.Budi Eman 0816871054-021.68176617

Lies Sudianti wrote: UPDATED DATA PEMESANAN BUKU MARKETING REVOLUTION - TUNG DESEM WARINGIN PER HARI INI, 31 MARET 2008 PKL. 19.10 Hendera Wijaya, Surabaya, hendera.wijaya@gmail.com, Profec, lunas Marmi Priarsih, Jakarta, marmi.priarsih@gmail.com, Profec, lunas Adhi Chandra, Bandung, adhi.chandra@gmail.com, Profec, lunas Tevy Ambara, Jakarta, tevy.ambara@saipem.co.id, Profec, lunas (pesan 2 buku) Andru Santoso, Jakarta, andru_santoso@bca.co.id, Profec, lunas Lies Sudianti, Jakarta, lies.sudianti@gmail.com, Profec, lunas Arifin Yoshodharmo, Jakarta, arifiny256@yahoo.com, Profec, lunas A. EP Laurentius (rekan Ari Kuncoro), Jakarta, 081586220111, lunas Budi Wahyono (rekan Ari Kuncoro), Jakarta, budi.wahyono@trac.astra.co.id, lunas Sandra Hakasima, Jakarta, sandra_hakasima@yahoo.com, lunas Emil Suwignyo, Jakarta, cakra022@yahoo.com, lunas Julius Mandala Winata, Jakarta, julius_mandala@yahoo.com, lunas Ari Kuncoro, Jakarta, k.arii@yahoo.com, lunas Budhi Setyawan (rekan Andru Santoso BCA), Jakarta, budhisetyawan@yahoo.com, lunas Danang Rahadi, Bandung, nurrahman.bdg@gmail.com, belum bayar Alfred Aryadi, Bandung, alfred@suryasarana.com, belum bayar Arya Hendrata Saleh, Jakarta, rhio22@gmail.com, lunas Idham Mashar, Jakarta, jojon30@gmail.com, lunas Bagas Curniawadi Saputro, Jakarta, b_bagas_cs@yahoo.com, lunas Ali Rosadi Siregar, Jakarta, alirs01@cbn.net.id, kurang Rp. 20.000 (ongkos kirim) Albert Bachtiar (rekan Andru Santoso), Profec, lunas Sugiri Santosa, Jakarta, sugiri@asaba.co.id, Bicara, lunas Faisal Luthfi, Jakarta, faisal.luthfi@jambimerang.co.id, Profec, batal Corry Vellen, jakarta, corryvellen@sunlife.com, Bicara, lunas Igan Sucita, Jakarta, igan_sucita@yahoo.com, Profec, lunas Suratim, Bogor, suratim_06@yahoo.co.id, Profec, lunas Hendry Gunawan, Jakarta, hendryg@gmail.com, Profec, lunas Lena, Jakarta, 021-99239897, Profec, lunas Bambang Satria, Medan, bbgtracbna@yahoo.co.id, Profec, lunas . 31. Aminuddin Hamzah (rekan Andru Santoso), lunas 32. D. Budi Eman, Profec, lunas 33. Zul Helmi, Bicara, rencana transfer malam ini 34. Andi Estetiono, Profec, lunas 35. Haryo Ardito, Profec, lunas 36. Henoch Q. Ludong, Non Milis, rencana transfer malam ini 37. Heriyati , Bicara, lunas 38. Nursiawati (rekan Heriyati), lunas 39. Sandi, Bicara, rencana transfer malam ini 40. Laksmi Anandita, Profec, lunas
Jika anda merasa sudah bayar tapi di belakang nama belum disebut lunas mohon konfirmasi ulang Bagi yang sudah daftar tapi belum bayar mohon lunasi terakhir besok Selasa 1 April 2008 sebelum jam 12.00 siang Salam epos, Lies Sudianti

Comments

TO-LET SERVICES NEWS LETTER

TO-LET SERVICES NEWS LETTER
Dear Sir / Madam We are here-by again offering you the residential accomodation 1 Bedroom to 4 Bedroom Bungalow, Independent Flats or houses on rent in South Delhi in the heart of New Delhi city (INDIA).If you have any requirement at present or in near future then, please contact us at the earliest.
Commercial Offfices Space If you need office space in South Delhi 100% commercial. We provide you a best deal in town.We provide all type of offices 500 sq. ft. to 50,000/- Sq. ft. Independent Floor’s or Independent complete Building, Fully Furnished Floors with A/C, also available Business Centre (on per seat basis) SERVICE APARTMENTS
We provide Service Apartment for short - long stay with 5 star facilities in South Delhi 1 Bedroom, 2 Bedroom and 3 Bedroom with full furniture and other accessories. KRISHNA PROPERTIES Deepak Khattar 98-108-35813 / 9968263736. Email ID: khattar_deepak @yahoo.com Thanking and assuring you for our best services at all times.
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

Comments

[IKLAN] Grand Sudirman Balikpapan

Seharusnya diapprove besok, berhubung besok saya tidak bisa on line karena akan ke luar kota maka iklan ini kami release hari ini karena ybs. sudah memenuhi persyaratan beriklan.
Harap maklum hendaknya.
Salam epos, Lies Sudianti
ito chien wrote: Date: Wed, 2 Apr 2008 17:41:35 -0700 (PDT) From: ito chien Subject: [IKLAN] Grand Sudirman Balikpapan To: theprofec-owner@yahoogroups.com
Dear Profecers,
Perpaduan Sentra Bisnis dan Hunian Idaman akan hadir di Balikpapan, sebuah kompleks yang menghadirkan gedung perkantoran berkelas, hotel bertaraf internasional dan hunian ideal. Grand Sudirman, dirancang secara terintegrasi, memadukan kenyamanan dan fasilitas moderen yang menjanjikan keberhasilan dalam bisnis sekaligus tempat eksklusif yang menyenangkan.
Kunjungi : http://www.grandsud irman.com/

GSB flyer English.jpg

Comments

Mohon maaf

Dear all Profecers,
Untuk beberapa hari ini saya mengalami hambatan berinternet ria mohon maaf jadi kalau ada yag urgent mending pake sms aja ke 0817 0707 770 ya
Salam epos, Lies Sudianti Founder & Moderator 0817 0707770

Comments

Kursus Jurnalisme Sastrawi–Pantau

Maaf numpang posting…
Kursus Jurnalisme Sastrawi XV Jakarta, 16?27 Juni 2008
Hari ini hampir tak ada warga yang mendapatkan breaking news dari suratkabar. Mereka mendapatkannya dari televisi, radio, SMS, telepon atau internet. Tantangan baru muncul: bagaimana suratkabar bertahan bila mereka tak bisa mengandalkan kecepatan?
Tantangan ini di New York dijawab Tom Wolfe pada 1973. Wolfe mengenalkan sebuah genre baru saat itu: New Journalism. Ia mengawinkan disiplin keras dalam jurnalisme dengan daya pikat sastra. Ibarat novel tapi faktual. Genre ini mensyaratkan liputan dalam, namun memikat. Genre ini kemudian dikenal dengan nama narative reporting atau literary journalism. Menurut Nieman Reports, sejak 1980an, suratkabar-suratkabar di Amerika banyak memakai elemennya ketika kecepatan televisi memaksa tampil dengan laporan mendalam.
Di Jakarta, genre ini diperkenalkan lewat sebuah kursus pada Juli 2001. Mula-mula hanya dua kali namun permintaan tetap datang. Angkatan-angkatan baru pun dibuat setiap satu semester. Peserta datang dari berbagai kota, dari Banda Aceh hingga Jayapura, dari Pontianak hingga Kuching, dari Ende hingga Kupang (Angkatan XIII diadakan di Banda Aceh). Alumninya, kini mulai bermunculan. Ada yang menulis buku. Ada yang jadi pemimpin redaksi. Ada yang sekolah lanjut.
Kursus ini dibuat dua minggu, berseling satu hari sesi di kelas, satu hari tugas membaca dan menulis di rumah. Peserta adalah orang yang biasa menulis untuk media. Setidaknya berpengalaman sekitar lima tahun.
Peserta maksimal 16 orang agar pengampu punya perhatian memadai buat semua peserta. Calon peserta diharapkan mengirim biodata dan contoh tulisan agar pengampu mengetahui kemampuan dasar peserta lebih awal.
Biaya pendaftaran Rp 3 juta. Biaya tersebut sudah termasuk buku dan materi kursus non buku sekitar 200 halaman serta coffe break dan makan siang. Pilihan menu makan siang cukup mengundang pujian! Kali ini akan dicoba masakan Thailand: thom yam gong, pad thai dan lainnya. Namun juga bakal coba makanan Itali: spaghetti carbonara, ravioli isi ikan, pasta plus terung bakar dalam lasagna. Menu nasi bungkus pisang ala Sunda, tak ketinggalan. Juga sayur asem, ikan asin, empal manis ala Jawa.
Biaya pendaftaran ditransfer ke rekening Yayasan Pantau, Bank Mandiri Cabang Kebayoran Lama, dengan nomor rekening 128.000.4350192.
INSTRUKTUR Janet Steele — Profesor dari George Washington University, spesialisasi sejarah media, mengajar mata kuliah narrative journalism. Menulis buku The Sun Shines for All: Journalism and Ideology in the Life of Charles A. Dana dan Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto?s Indonesia, yang dialihbahasakan oleh Arif Zulkifli dan diterbitkan oleh P.T. Dian Rakyat tahun 2007. Juga menulis tentang jurnalisme di Timor Leste dan Malaysia.
Andreas Harsono — Wartawan feature service Pantau, anggota International Consortium of Investigative Journalists, mendapatkan Nieman Fellowship di Universitas Harvard. Menyunting buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Kini menyelesaikan buku From Sabang to Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism, membahas hubungan media dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di Indonesia dan Timor Lorosae.
Guest speaker– Goenawan Mohamad, seorang penyair, redaktur pendiri majalah Tempo, Ketua Institut Studi Arus Informasi dan pendiri Teater Utan kayu. Sejak akhir tahun 1970-an. Setiap minggu menulis kolom ?Catatan Pinggir? majalah Tempo.
SILABUS
MINGGU PERTAMA oleh Andreas Harsono
Senin, 16 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Pembukaan: perkenalan, membicarakan silabus dan membagi tugas. Diskusi tentang jurnalisme. Pedomannya, The Elements of Journalism karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.
Bacaan: Buku Sembilan Elemen Jurnalisme terjemahan karya Kovach dan Rosenstiel disediakan dalam paket. Ada resensinya oleh Andreas Harsono. ?Media Bias in Covering the Tsunami in Aceh? karya Andreas Harsono.
Senin, 16 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi soal jurnalisme sastrawi, membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi, tujuh pertimbangan dalam genre ini.
Bacaan: ?Kegusaran Tom Wolfe? oleh Septiawan Santana Kurnia; ?Ibarat Kawan Lama Datang Bercerita? oleh Andreas Harsono dalam buku Jurnalisme Sastrawi; laporan-laporan dalam Nieman Narrative Journalism Conference.
Tugas untuk hari Rabu: Perhatikan sesuatu di lingkungan Anda. Bikin deskripsi dengan padat. Manfaatkan penciuman, pendengaran, warna, gerakan, kasar-halus, kontras (lucu, aneh, menarik) dan sebagainya. Hindarkan klise macam ?nyiur melambai? atau ?angin sepoi-sepoi.? Bikin deskripsi yang akan merampas perhatian pembaca! Maksimal satu halaman. Bacalah ?Reporting in the key to good journalism? oleh Steven A. Holmes; ?Tyson?s Corner? oleh David Remnick.
Rabu, 18 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Diskusi lanjutan soal jurnalisme dan masalahnya dengan nasionalisme-agama-etnik-ideologi-gender. Contoh-contoh dari Indonesia. Membaca tugas deskripsi dari hari Senin.
Bacaan tambahan: ?The Ethnic Origins of Religious Conflict in North Maluku Province, 1999-2000? oleh Chris Wilson; ?Indonesia?s Unknown War and the Lineages of Violence in West Kalimantan? oleh Jamie S. Davidson dan Douglas Kammen; ?Fire Without Smoke and other phantoms of Ambon’s violence? oleh Patricia Spyer.
Rabu, 18 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi struktur narasi dengan contoh ?Hiroshima? karya John Hersey.
Bacaan: ?Hiroshima? oleh John Hersey; ?Menyusuri Jejak John ?Hiroshima? Hersey? oleh Bimo Nugroho.
Tugas untuk hari Jumat: Carilah seseorang yang menarik serta wawancarailah dia. Gunakan wawancara itu guna membuat deskripsi dan dialog. Pilih kalimat-kalimat yang bernas, memikat, indah, kuat serta menyentak. Maksimal satu halaman. Pikirkan dampak dari setiap kalimat dalam mengikat emosi pembaca.
Jumat, 20 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Satu isu namun muncul dalam empat pendekatan. Isunya Aceh. Munculnya, empat naskah, empat gaya, empat struktur. Juga akan mendiskusikan pekerjaan rumah.
Bacaan: ?Orang-orang di Tiro? karya Linda Christanty; ?Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan? karya Alfian Hamzah; ?Republik Indonesia Kilometer Nol? karya Andreas Harsono; ?Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft? karya Chik Rini.
Jumat, 20 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi tentang sumber anonim dan teknik interview. Juga menonton film ?Untuk Kaum Muda? karya Erfan Agus Setiawan tentang majalah Aktuil. Remy Sylado ikut jadi wartawan Aktuil.
Bacaan: ?Tujuh Kriteria Sumber Anonim;? ?Ten Tips for Better Interviews;? ?Interviewing Sources? oleh Isabel Wilkerson.
MINGGU KEDUA oleh Janet Steele
Senin, 23 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Diskusi sekali lagi tentang kemungkinan jurnalisme sastrawi untuk keperluan suratkabar, lebih praktis, serta sejarah dan perbedaan antara ?new,? ?literary? dan ?narrative? journalism.
Bacaan: ?The Girl of the Year? oleh Tom Wolfe; oleh Arif Zulkifli; ?Dua Jam Bersama Hasan Tiro??A Boy Who Was Like a Flower? oleh Anthony Shadid, ?For Now, Indonesian Fishermen Are Forced to Abandon the Sea Officials Must Move Quickly to Revive Industry, Advocates Say? oleh Ellen Nakashima, ?Soldiers Face Neglect, Frustration At Army?s Top Medical Facility? oleh Dana Priest dan Anne Hull, ?Violence Change Fortunes Of Storied Baghdad Street? oleh Sudarsan Raghavan.
Selasa, 24 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi lanjutan tentang definisi jurnalisme sastrawi, dari Tom Wolfe hingga Mark Kramer, dan pengaruhnya pada perkembangan suratkabar mainstream di Amerika Serikat.
Tugas untuk hari Rabu: Menulis tentang sebuah peristiwa yang disaksikan. Mulai dengan adegan, tanpa ?penjelasan.? berdasarkan karya Tom Wolfe ?The Girl of the Year.? Topiknya bisa apa saja tapi yang bisa memikat pembaca untuk membaca narasi itu. Mohon tak membuat lebih panjang dari dua halaman, dua spasi agar semua peserta bisa mendapat bagian membacakan karyanya.
Rabu, 25 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Diskusi tentang pekerjaan rumah.
Bacaan: ?Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft? oleh Chik Rini; sebagian dari buku ?In Cold Blood? karya Truman Capote dan kliping dari harian The New York Times pada 1959 ?Wealthy Family, 3 of Family Slain.?
Rabu, 25 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi tentang immersion reporting berdasarkan karya Truman Capote ?In Cold Blood? serta membandingkannya dengan ?Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft.?
Tugas untuk hari Jumat: Tulislah sebuah narasi dengan gaya orang pertama (?saya? atau ?aku? atau ?abdi? atau ?gua? atau lainnya) untuk menggambarkan sebuah adegan. Gunakan model ?Buru, Menziarahi Negeri penghabisan? oleh Amarzan Loebis, dimana Amarzan memasukkan dirinya dalam laporannya. Bahan ini akan dibacakan di depan kelas. Panjang maksimal dua halaman, dua spasi.
Jumat, 27 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Diskusi tentang pekerjaan rumah yang dibuat berdasarkan ?Buru, Menziarahi Negeri penghabisan? serta persoalan kata ?saya.?
Bacaan: ?Tikungan Terakhir? (laporan kematian wartawan Rudi Singgih) oleh Agus Sopian; ?It?s an Honor? oleh Jimmy Breslin, ?Buru, Menziarahi Negeri penghabisan? oleh Amarzan Loebis. Jumat, 27 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi tentang persoalan struktur narasi, dan bagaimana memanfaatkan narasi dalam berita hangat (breaking news) dengan contoh ?Tikungan Terakhir? oleh Agus Sopian dan ?It?s an Honor? oleh Jimmy Breslin. Penutupan serta tanya jawab dan penyerahan sertifikat.
Pendaftaran hubungi: Siti Nurrofiqoh Pantau Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 18 CD, Jakarta 12220 Phone. 021 ? 7221031 Fax. 021 ? 7221055 Cell. 0813 82 460 455 Email. Siti_pantau@yahoo.com www.pantau.or.id
***

Comments

Marketing Fengsui-Strategi Edan Memenangkan Kompetisi 2008 with Kafi Kurnia


Comments

Blocked site

kalo kesulitan buka youtube.com or rapidshare.com (or beberapa site lain yg saat ini di block oleh pemerintah, seperti multiply, dsb), bisa coba pake bantuan www.proxylord.com.

Comments

18. Keingintahuan Saya Mengenai Desa Jobra

====================================== THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [ Seri : “Membangun Ekonomi Rakyat Indonesia” ] ======================================= [Ec_Q] BANK KAUM MISKIN Oleh : Muhammad Yunus Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006 Bersama Alan Jolis Belajar dari : Kisah Muhammad Yunus dan Grameen Bank, dalam Memerangi Kemiskinan 18. Keingintahuan Saya Mengenai Desa Jobra Keingintahuan saya mengenai desa Jobra semakin bertambah. dengan bantuan mahasiswa, saya laksanakan proyek survei ekonomi di Jobra. Kami ingin tahu berapa banyak keluarga di desa itu yang memiliki lahan garapan dan tanaman apa yang mereka tanam. Bagaimana bisa orang-orang yang tunakisma bertahan hidup? Keterampilan apa saja yang dimiliki penduduk desa? Apa saja hambatan-hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan kehidupan mereka? Berapa banyak keluarga yang bisa menanam tanaman pangan untuk kebutuhan sendiri sepanjang tahun? Berapa banyak yang tidak bisa? Siapa saja yang miskin? Analisis mengenai sebab-sebab kemiskinan sebagian besar terfokus pada mengapa sejumlah negara miskin, dan bukan pada mengapa segmen tertentu dalam masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan. Ekonom yang sadar sosial menekankan pada tidak terpenuhinya ?hak-hak dasar? kaum miskin. Apa yang tidak saya ketahui tentang busung lapar baru saya temukan jawabannya 22 tahun kemudian. Yakni, para teoritisi ekonomi yang brilian merasa tidak layak membuang-buang waktunya untuk membahas masalah-masalah kemiskinan dan busung lapar. Mereka yakin kemiskinan dan busung lapar akan teratasi saat kemakmuran ekonomi umum meningkat. Para ekonom ini menggunakan seluruh kemampuannya merinci proses pembangunan dan kemakmuran. Tetapi mereka jarang sekali merenungkan asal mula dan berkembangnya kemiskinan serta busung lapar. Alhasil, kemiskinan pun terus berlangsung. Tahun 1974 terjadi kelaparan berkepanjangan. Semakin situasinya memburuk, semakin gundah saya. Tidak tahan berdiam lebih lama lagi, saya pergi menemui wakil rektor Abul Fazal. Sebagai novelis dan pengamat sosial yang terkenal, dia dianggap banyak orang sebagai suara nurani bangsa. Dia menyapa saya dengan sopan. ?Ada yang bisa kubantu, Yunus?? tanyanya. Sebuah kipas angin berputar pelan di atas kepala. Nyamuk-nyamuk mendengung. Pembantunya menyuguhkan teh. ?Banyak orang mati kelaparan, namun semua orang takut membicarakannya,? jawab saya. Abul Fazal mengangguk. ?Apa usulanmu?? ?Anda orang yang dihormati. Kumohon Anda membuat pernyataan di media.? ?Ya, tapi apa?? ?Seruan kepada seluruh bangsa dan para pemimpinnya untuk menghentikan kelaparan ini. Aku yakin seluruh dosen di kampus ini akan ikut menandatangani surat pernyataan itu, bila Anda yang memimpin. Ini akan turut memobilisir opini nasional.? ?Ya.? Dia menyeruput tehnya. ?Yunus,? lanjutnya, ?kau buat pernyataannya dan akan aku tandatangani.? Saya tersenyum. ?Anda seorang penulis. Anda pasti tahu kata-kata apa yang perlu dibubuhkan dalam pernyataan itu.? ?Tidak, tidak, kau yang membuatnya, Yunus. Kau peduli soal ini. Kau tahu apa yang harus dinyatakan.? ?Tetapi aku cuma dosen ekonomi. Dan dokumen ini seharusnya menjadi sebuah seruan yang menyatukan, ajakan untuk bertindak.? Semakin saya memaksa bahwa ia adalah orang yang sangat pas untuk menarik perhatian nasional pada soal kelaparan, semakin Abul Fazal mendorong saya menuliskan pernyataan itu. Dia bersikukuh pada pendiriannya sampai saya tidak punya pilihan lain kecuali berjanji akan mencobanya. Sore itu saya susun sebuah draf pernyataan. Esok paginya draf itu saya bawa ke wakil rektor dan menunggui ia membacanya. Selesai membaca, Abul Fazal meraih penanya dan berkata, ?Di mana harus kutandatangani?? Saya tercengang. ?Tetapi redaksionalnya terlalu keras. Mungkin Anda ingin mengubah sesuatu atau punya gagasan lain.? ?Tidak, tidak, tidak, ini sudah sempurna,? katanya. Dan dengan itu dia langsung membubuhkan tanda-tangannya. Saya tidak punya pilihan. Saya tandatangani juga pernyataan itu, dan saya buatkan salinannya serta saya ajukan kepada dosen-dosen fakultas lainnya. Beberapa dosen mengajukan keberatan pada satu atau dua kata, tetapi karena wakil rektor telah menandatangani, akhirnya mereka semua setuju untuk membubuhkan namanya dalam deklarasi itu. Kami serahkan pernyataan itu kepada pers malamnya, dan esok harinya pernyataan kami menghiasi halaman depan semua koran besar. Pernyataan kami menyulut reaksi berantai. Universitas-universitas lain dan badan-badan publik yang tidak pernah bersuara menentang kelaparan menyambut seruan kami. Saya mulai memfokuskan upaya-upaya saya pada pertanian. Jelas sudah bahwa Bangladesh, sebuah wilayah seluas kurang lebih 14 juta ha dan berpenduduk sangat padat, membutuhkan peningkatan produksi pangan. Kami memiliki 8,5 juta ha lahan yang bisa ditanami. Di musim hujan, hasil utama kami adalah beras dan serat rami. Dengan memperluas irigasi dan memperbaiki manajemen air selama musim dingin yang kering, kami bisa meningkatkan panenan. Para ahli pertanian memperkirakan bahwa lahan yang sekarang ditanami hanya menghasilkan 16 persen dari potensi yang ada. Saya putuskan, saya akan mencoba di tingkat mikro dengan membantu penduduk Jobra menanam lebih banyak tanaman pangan. Tetapi bagaimana caranya? Menanam lebih banyak pada setiap musim tanam? Meningkatkan jumlah tanaman di tiap petak lahan? Saya bukan ahli agronomi. Saya bulatkan tekad untuk mempelajari padi varietas lokal yang produktivitasnya rendah dan varietas unggulan yang dikembangkan di Filipina. Awalnya para petani menertawakan temuan saya. Tetapi melihat betapa seriusnya saya, mereka sepakat mengizinkan saya menanam padi varietas unggulan di lahan mereka. Mahasiswa-mahasiswa saya dan dosen-dosen lainnya bergabung dalam upaya ini sebagai relawan. Kami jelaskan pada para petani di desa pentingnya menanam bibit dengan jarak antara yang sama dalam alur lurus untuk mengoptimalkan hasil panen. Koran-koran lokal memuat foto-foto kami dengan kaki berlumpur selutut guna menunjukkan pada para petani lokal bagaimana menggunakan benang agar tanaman padinya berada dalam alur lurus. Banyak pembaca mencibir pendekatan praksis yang saya lakukan. Meski banyak yang skeptis, saya tetap mencoba menyatukan dunia akademik dan pedesaan dengan menggerakkan sebuah proyek universitas yang dinamai Proyek Pembangunan Pedesaan Chittagong University (CURDP). Melalui CURDP, saya dorong mahasiswa untuk ke desa dan memikirkan cara-cara kreatif guna memperbaiki kehidupan sehari-hari di sana. Saya sudah hampir sepenuhnya mengabaikan cara klasik belajar dari buku dan lebih mengutamakan pengalaman langsung orang per orang. Berdasarkan pengalamannya di desa, mahasiswa bisa memilih topik dan menulis makalah riset untuk memperoleh kredit akademik. [ bersambung ] The Flag Air minum COLDA - Higienis n Fresh ! ERDBEBEN Alarm
SONETA INDONESIA
Retno Kintoko Hp. 0818-942644 Aminta Plaza Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan Ph. 62 21-7511402-3
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

Comments

[PROFEC] AIG ,….terima kasih

Terima kasih atas tanggapan rekan semua, ini pelajaran baru buat saya, semoga saya bisa melihat sisi positifnya. Catur

Comments

cari barengan komuter - dari jaktim

hello, saya baru pindah di daerah jalan raya inpress / komseko ( dkt ke arah lampu merah hek / garuda ) saya cari barengan / tebengan ( berangkat nya saja ) biasanya saya bs berangkat lwt rute ada 2 alternatif: yaitu lewat tol ataw tidak lewat tol 1. kramat jati - dewi sartika - kampung melayu - casablanca - mal ambasador - menara batavia 2. pasar rebo - tol dalam kota - komdak - unika atma jaya - halte busway ( karet / kolong ) / depan hotel le meridien - menara batavia apa ada yg sama lewat ke arah sana? kl ada yg bisa bareng, bs japri saya soal harga dan ketemu nya di mana.. thx…
Warm Regards, Dipi Life is short but a smile takes barely a second
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

Comments

« Previous entries