Diskusi Keuangan Google Search
 



Archive for April 15, 2008

[PROFEC] Bio Energi Power

Coba buka di www.bioenergypower.com lengkap
Salam,
Uki modul gratis bisnis internet http://www.asianbrain.com/index.php?aff_code=416154 info budaya dan militer http://www.art-culture.co.nr http://www.indonesian-military.co.nr

Nixon M wrote: Baru-baru ini saya beli majalah WK ( Wirausaha dan Keuangan ) di salah satunya terdapat iklan mengenai BEP ( Bio Energi power ) disana diterangkan gimana pelatihan ini sangat membantu bagi para pengusaha untuk meningkatkan omzet penjualan kita secara dratis…Mungkin ada yang tahu seperti apa Bio Energi Power itu..?.. Salam cerah Nixon

Comments

Don’t forget to check me out!

Follow me in the Stylehive!
Go to: http://www.stylehive.com/follow/PakDhe
PakDhe, deddy prasetyo
-Please follow or I will be bummed :(
Questions or Feedback: feedback@stylehive.com
Stylehive, Inc. P.O. Box 4125 268 Bush St. San Francisco, CA 94104 To unsubscribe from this email, visit this link: http://www.stylehive.com/unsubscribe?a=BKi59Nj6WDP8BR%2FGpGIkxqPnBE%2FSNQpJTHzzvQJ6AiA%3D&b=VY5dvLkPP7n%2B2L1tTi2ZBKfcBZ1a%2Bj3tslcE7Pm1qelRKbIbdbi1Hg%3D%3D&c=xPzMEMnQUGYi%2Ft4%2FO7SleeViUEIzsS3i

Comments

PELAJAR BINGUNG TERBITKAN NOVEL UNUTK PERSIAPAN KULIAH

Ada berita berita menarik tentang anak SMA di Bondowoso yang tidak mampu dan kini kebingungan menerbitkan banyak novel dan cerpen-cerpennya untuk persiapan biaya kuliah. Mungkin ada teman yang bisa menyalurkan. Profilnya dapat diklik di:
http://www.antarajatim.com/?ref=disp&id=891
Salam bahagia,
Uki
modul gratis bisnis internet di: http://www.AsianBrain.com/index.php?aff_code=416154
info budaya dan militer di http://www.art-culture.co.nr http://www.indonesian-military.co.nr
between 0000-00-00 and 9999-99-99

Comments

The Key to Happy & Joyful Life ~ Be Grateful

The Key to Happy & Joyful Life ~ Be Grateful

B E G R A T E F U L

B eing grateful is the key to a Happy and Joyful Life
E xposures of fault and weakness may shrink us

G iants of problems and fears may scare us
R ows of disappointments and annoyance may stir up our anger
A major failure or small mistakes may trouble our hearts
T ension in relationship may disturb us; however we have to
E nlarge our worldview
F ind the real lessons God wants us to learn
U ncover the hidden blessing in every situation, and
L et us BE GRATEFUL in every circumstances, because
” We know that in all things God works for good with those who love Him,
those whom He called according to His Purpose”

By Daniel Suhadi
mikeva@cbn.net.id

Comments

GRATIS buku senilai Rp100.000,- bagi Anda yang artikelnya dimuat di kolom inspirasi www.bukubagus.com

Salam
bukubagus.com Tempat nyaman berbelanja buku, komik, tjersil, majalah bekas, langka, unik & antik/tua/kuno. Setiap hari selalu ada koleksi buku baru pilihan.
kini GRATIS buku senilai Rp100.000,- bagi Anda yang artikelnya dimuat di kolom inspirasi www.bukubagus.com. Untuk kirim artikel/tulisan silahkan klik: http://bukubagus.com/page_inspirasi_input.php
Salam
____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Comments

CARA CEPAT MENJADI PENULIS BUKU BATCH # 3 & Seminar KESEHATAN CANCER SERVIKS

He……he………….terima kasih Bunda Lies….atas responya..
nixon

Comments

CARA CEPAT MENJADI PENULIS BUKU BATCH # 3 & Seminar KESEHATAN CANCER SERVIKS

Saya sangat mendukung Profec daerah untuk mengembangkan diri, dan jangan takut lho dulu juga beberapa simpatisan dari pusat seperti Pak Dadank dan Mba Wieda mau koq sharing sama rekan rekan di Batam. Banyak lho sahabat Profecer yang suka ke Batam kalau diminta untuk sharing pasti pada mau kok. Dalam waktu dekat Pak Sopa dengan motivation workshop E.D.A.N. juga akan manggung di Batam nach jangan ketinggalan dong teman teman untuk merecharge semangat anda semua dengan join workshop ini. Salam epos, Lies Sudianti
Nixon M wrote: Ha…………ha……Pak Nurhadi..kebetulan kita sama-sama di Batam.. kita juga rindu Propec yang ada di pusat bisa merambah ke Batam.. gimana kalau profecer yg ada di Batam kali-kali kita temu darat bersama seperti yang ada di pusat ,,sekalian kita saling sharing atas bisnis yang kita rintis…gimana kalau pak Nurhadi jadi koordinatornya,..nanti biar saya bantu…, ayo gimana tanggapannya rekan-rekan yang lain….biar kita tularkan virus-virus profec di batam ini . Salam profec. nixon

Comments

Pemasaran

Serial # 40: Pemasaran Harus selalu diingat bahwa wirausaha berarti melayani dan membina masyarakat. Kekayaan materi bukanlah tujuan,.melainkan produk bawaan yang akan datang sendiri, sesuai dengan prestasi yang dicapai. Mutiara Jiwa Wiraswasta Sebagaimana diketahui, pemasaran adalah inti dari sebuah usaha. Tanpa pemasaran tidak akan ada yang namanya perusahaan. Akan tetapi, apa yang dimaksud dengan pemasaran itu sendiri, kadang masih rancu pengertiannya dikalangan pengusaha kecil. Banyak yang menganggap bahwa bidang ini identik atau sama dengan bidang penjualan. Orang penjualan, salesman, atau wiraniaga adalah orang pemasaran, dan kalau dibilang ?orang pemasaran?, sudah pasti salesman. Itu tidak tepat, karena sesungguhnya pemasaran mempunyai arti yang lebih luas daripada penjualan. Bidang penjualan merupakan bagian dari bidang pemasaran, sekaligus merupakan bagian terpenting dari bidang pemasaran itu sendiri. Sejarah pemasaran sudah berlangsung lama sekali, sama tuanya dengan sejarah peradaban umat manusia. Meski demikian, pemasaran sebagai ilmu pengetahuan boleh dikata menjadi baku, baru sejak abad yang lalu, ketika revolusi industri menyebabkan dampak dan pengaruh yang amat besar kepada dunia perdagangan. Pada awal peradabannya dizaman dahulu, manusia hidup seakan hanya untuk mempertahankan diri dari keganasan alam, serangan binatang buas, penyakit dan lain-lain. Untuk itu mereka membuat peralatan-peralatan keperluan hidupnya untuk dipakai sendiri, dari mulai peralatan berburu, membuat rumah tempat tinggal, pakaian dan lain sebagainya. Akan tetapi, dengan mengandalkan kecerdasannya, sedikit demi sedikit manusia bisa memperoleh kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan, sehingga sejalan dengan itu mereka bisa menaikkan taraf hidupnya. Manusia menyadari bahwa mereka mempunyai ambisi, bakat serta kepandaian, sehingga tidak puas dengan apa yang telah dicapainya sekarang. Oleh sebab itu, secara konsisten, mereka berusaha untuk selalu mencari penemuan-penemuan baru, ilmu-ilmu baru, karya-karya baru. Sampai disatu taraf, didapatlah kesimpulan bahwa untuk lebih jauh melangkah kearah kemajuan, perlu adanya spesialisasi, dimana setiap orang akan menekuni bidang-bidang pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kepandaian masing-masing. Dengan demikian, terbentuk suatu tatanan masyarakat yang setiap anggotanya memiliki rasa ketergantungan serta kepentingan terhadap orang lain. Kalau si A beternak ayam, maka kelebihan telur yang dihasilkan dapat ditukar dengan baju kebutuhannya yang kebetulan dibuat oleh si B, spesialis membuat pakaian. Ditempat lain si C dengan kepandaiannya membuat alas kaki, menukar produknya dengan beras dari si D yang piawai dalam bercocok tanam. Demikian seterusnya, sehingga dikenallah jenis transaksi yang dinamakan barter. Di Indonesia, sistem barter ini sudah dikenal sejak zaman dahulu, bahkan dilakukan oleh suku-suku terasing yang hidup dihutan-hutan. Dalam perkembangannya yang masih bisa dilihat sampai sekarang, ada hari-hari tertentu setiap pekan, yang dipergunakan oleh masyarakat untuk bertemu dalam suatu pasar, dimana orang bisa saling bertukar barang atau berjual beli apa saja. Di Sumatera dan beberapa daerah lain di Indonesia, hari-hari berlangsungnya pertemuan semacam bazar ini, disebut sebagai ?hari pekan?. Sejak budaya barter dilakukan orang, dimulai suatu sendi kehidupan baru dalam pergaulan manusia, yaitu perdagangan. Seiring dengan meningkatnya tingkat intelektualitas individual, dunia perdagangan makin lama makin mengalami peningkatan. Semakin tingginya frekuensi transaksi yang terjadi dan semakin banyak dan beragamnya komoditas yang terlibat, menyebabkan orang berpikir mengenai perlunya suatu alat pertukaran, yang bisa mewakili semua jenis barang secara universal. Alat dimaksud kemudian muncul menjelma kedalam bentuknya yang sekarang kita kenal sebagai uang. Dengan kehadiran uang, semakin mudah dan semakin lancarlah orang melakukan transaksi-transaksi sehingga dunia perdagangan pun semakin maju dan meningkat pesat. Pada awalnya, jumlah kebutuhan dan permintaan dalam pasar jauh melebihi pasokannya. Ini disebabkan karena pada waktu itu, belum ada mesin-mesin yang bisa memproduksi barang secara masal, sehingga ketersediaan produk tidak sanggup memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Keadaan demikian berlaku hampir disemua komoditas, sehingga secara alamiah terbentuk mekanisme pasar yang cenderung menguntungkan pihak penjual. Keadaan itu disebut orang sebagai pasar penjual. Pada pasar semacam ini, belum dikenal istilah ?pelanggan adalah raja?, sebaliknya yang berlaku dilapangan ?penjual adalah raja?, karena penjual memiliki posisi penawaran yang lebih kuat. Situasi pasar yang seakan menjamin para penjual bahwa apapun yang mereka jual pasti laku, menyebabkan sikap penjual terhadap konsumennya bisa diekspresikan dalam kata-kata : ?Take it, or leave it ..!? (?Kalau mau, ambil, kalau tidak silahkan pergi..!?). (..bersambung..)

Comments

Jakarta tenggelam

Sampai kapan pengerusakan ini akan berjalan?
Siapa suruh datang Jakarta, sendiri mau sendiri sayang.
Indonesia’s thirsty capital is a sinking city
by Aubrey Belford Mon Apr 14, 12:24 PM ET
JAKARTA (AFP) - Separated by a road and a viscous finger of black, garbage-choked water, the stilt-house slum of Muara Baru and the BMW car dealership that faces it appear as if from different worlds.
But on December 6, 2025, these two extremes of the Indonesian capital will have something in common as a World Bank study shows that unless action is taken, they and much of the coastal city of 12 million will be submerged by seawater.
Experts have pinpointed that date as the next peak of an 18.6-year astronomical cycle, when sea levels will rise enough to engulf much of Indonesia’s low-lying capital.
Climate change is causing sea levels to rise, but the study’s authors say the main problem is that Jakarta is sinking under the weight of out-of-control development.
“The major reason for this is not climate change or whatever, but just the sinking of Jakarta,” says Jan Jaap Brinkman, an engineer with Dutch consultancy Delft Hydraulics who worked with the World Bank on the study.
“We can exactly predict to what extent the sea will come into Jakarta.”
By 2025, estimates from the Intergovernmental Panel on Climate Change show, sea levels will have risen by only about five centimetres (two inches).
But Brinkman says Jakarta, which spans a flat plain between mountains and coast, will be between 40 and 60 centimetres lower than it is now.
The study shows that without better defences, in 2025 the sea will reach the presidential palace around five kilometres (three miles) inland as well as completely inundating Jakarta’s historic old city to the north.
December 6 will be the highest point of the tidal cycle, but Brinkman warns there are likely to be plenty of floods before then.
Brinkman blames the swelling city’s over-development, which is compressing the land it is built on.
The problem has been exacerbated by factories, hotels and wealthy residents drilling deep water bores to bypass the city’s shambolic water grid, sucking out the groundwater and causing further subsidence.
The World Bank has called for a halt to deep groundwater extraction, and the city administration has raised the price of groundwater but so far there has been little progress.
“If you do nothing about the groundwater problem, parts of Jakarta will sink five metres (by 2025),” Brinkman says.
A glimpse of the future can be seen in the shacks of Muara Baru, where the city’s north meets the sea, and where flood levels late last year reached up to two metres.
The few trees that shaded this fishing slum were underwater for so long they are now dead and bare.
Muara Baru is bordered by just the kind of high-rise towers, luxury homes and mega-malls that are pushing the area into the sea.
There is little water to drink in the slum itself — around 40 percent of Jakarta’s population is not connected to the water grid, said Achmad Lanti, the city’s water regulator.
Jakarta’s water was privatised in 1997 in the hope of improving services. But Lanti said the two foreign operators brought in to run it had failed to live up to pledges to bring water to 75 percent of the population by 2007.
The shortage leaves many Jakartans with limited options: buy the water at a marked-up price, dig for it, or steal it.
Around half of the water from Jakarta’s pipes disappears through a combination of leaks and theft, Lanti said.
“Sometimes (those who steal) are only individuals, sometimes they form a kind of organised crime, what I call a water mafia,” he said.
In Muara Baru, Sayong, a 65-year-old grandmother, and Aris, who says he is in his 70s, skid down hill holding a push-cart filled with jugs of fresh water.
Each day Sayong fills three carts full of water from a pump and sells it on to other residents. After using the water she needs and selling the rest, Sayong, who lives with two adult children and two grandchildren, said she earns a maximum of 20,000 rupiah (2.20 dollars) a day.
Her tiny income means she has no option but to stay in Muara Baru, where the floods are a constant threat.
“It’s serious, I can’t sleep because I’m always afraid that there will be flooding from the sea,” she says.
The waste-filled canal that runs up to the slum’s edge shows the effect of the city’s chaotic development.
Massive buildings have taken over natural drainage sites, while human waste and rubbish clog waterways, causing freshwater floods that surge up from the ground during the rainy season.
The drainage system built by the Dutch who once ruled Jakarta is unable to cope with the city’s rapid growth, said Hongjoo Hahm, the top infrastructure specialist at the World Bank in Indonesia.
“Every year we get floods,” he says. “The scale of the floods (the Dutch) were talking about every 25 years are happening every year.”

Comments

Awas Guncang Bumi landa Solo, 3 Mei 2008, pk 14.01

Rekan2x,
2000 org akan mengguncang bumi ala Tung desem waringin untuk belajar bagaimana menjual!
Ini ada seminar yg sangat dahsyat utk peningkatan skill kita dalam menjual….! Yuk ketemu disana! Pastikan dapet ilmu terbaru dari TDW?! Ajakin temen ? temen ya…
Last updated on 15 April, pk 11.15 WIB, sudah 821 tiket terjual?

Comments

« Previous entries