Dear mb Lies….
Thanks bangeeettt….kalau saya masih bisa menjadi Inspirasi semua sahabat di sini…
Iya neeeh…beberapa waktu belakangan ini saya agak ‘sibuk’ (dalam tanda kutip)…hihihi…ya, itulah…gara-gara disuruh ujian sertifikasi rupanya mengganggu unconscious saya, sampai jadi rada tulalit.
Kalau diajakin ngomong juga agak-agak melayang gitu…ha ha ha…(bisa juga ya, mengalami stress…eeeh, tapi gak kelihatan khaaan ???). Untunglah ujian itu sudah selesai…dan tinggal menunggu hasilnya saja…Ternyata yang ‘mencemaskan’ itu memang nggak kelihatan…Cuma bikin nightmare melulu…
Saya juga kangen niiih…kapan bisa bikin acara sharing seperti acara Kartini-an tahun lalu itu. Kangen sama mb Liliana, dan semua-mua Kartini (plus Kartononya juga) …
Moga-moga abis ini nggak tulalit lagi deh…
Salam sayang,
Ietje
________________________________
From: TheProfec@yahoogroups.com [mailto:TheProfec@yahoogroups.com] On Behalf Of Lies Sudianti Sent: Friday, April 25, 2008 6:16 PM To: TheProfec@yahoogroups.com Subject: Re: [PROFEC] Art-Living Sos 2008 (A-4 Kepompong…Kupu-kupu..
Ibu Ietje yang selalu inspiratif,
Terimas kasih artikelnya yang sungguh menyentuh seperti biasanya. Jadi inget tahun lalu ibu menjadi salah seorang inspirator di Profec bersama ibu Liliana dalam topik bahasan KARTINI ABAD 21, kapan ya kita bisa mengulangi lagi suasana yang begitu inspiratif dan patriotik.
Salam epos, Lies Sudianti
Ietje Guntur wrote:
Dear Allz…
Akhir minggu niiih…Hari-hari terakhir di bulan ini…Hmm…biasanya kan kalau akhir bulan kita suka melihat-lihat ke belakang…Melihat perjalanan kita selama hari-hari awal di bulan berjalan. Merenung…ngapain aja sih kemaren-maren ini ???
Jangan kuatir. Apa pun yang sudah kita lakukan, atau belum kita lakukan semua itu adalah sebuah proses. Sebuah perubahan. Percaya tidak ? Kita sedang berubah…Tidak ada yang tidak berubah…Seperti ulat yang menjadi kupu-kupu…
Hmmm…saya jadi pengen cerita soal kupu-kupu niih. Boleh khan ?
Oke deeeh…Selamat menikmati…Selamat berubah…
Salam sayang,
Ietje
Art-Living Sos 2008 (A-4.01
Start : 24/04/2008 14:03
Finish : 24/04/2008 18:01
Edit & final : 24/04/2008 22:08
KEPOMPONG….KUPU-KUPU…
Saya sedang mematut-matut diri di depan cermin. Pakaian sudah oke. Bawahan, kebetulan saya sedang memakai celana panjang juga sudah oke. Atas dan bawah sudah serasi dalam warna - yang tumben - serasi…hehehe…Arloji, sudah melekat erat di tangan kanan. Anting kecil di kuping sudah. Dan…hmmm…masih ada yang kurang. Bros ! Itu, lho…asesoris berpeniti yang biasa dicantelkan di kelepak blazer atau di kemeja. Kalau kata teman-teman dekat sih, saya ini layak disebut ‘Ms. Brooch’…he he..Soalnya, nyaris tiada penampilan tanpa bros…
Urusan bros ini, memang bukan baru sehari dua hari menghiasi hidup saya. Dari jaman SD, satu-satunya perhiasan yang paling saya sukai ya bros ini. Dan koleksi saya sudah seperti toko bros…hehehe…Bukan kemaruk. Tapi suka saja. Salah satu koleksi yang paling sering saya pakai adalah kupu-kupu dan kura-kura. Ada juga yang berbentuk buaya, tapi banyak yang takut kalau saya pakai bros buaya itu. Nyeremin, katanya …hehehe…jadi ya, sudah…ngalah aja. Jadi, kali ini saya pun mengambil bros kupu-kupu saja. Sederhana. Tapiiii….membuat penampilan saya jadi beda. Rada feminin gitu…hiks..
Hmmm…kenapa saya suka bros kupu-kupu ini ? Ya, karena keren dan elegan. Selain yang berwarna hitam, saya juga punya beberapa warna lagi. Pokoknya kalau lihat bros kupu-kupu…waaawwww…langsung pengen beli…hehehe. Yang jelas, tidak akan mubasir, karena selain berfungsi menjepit kancing kemeja agar tidak menganga kemana-mana….ya, tampilannya juga keren.
?
Kalau kita mau cerita soal kupu-kupu ini, ada hal yang sangat saya kagumi dari mahluk bersayap cantik ini. Kupu-kupu itu adalah salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang luar biasa. Sebelum menjadi mahluk cantik seperti itu, ia harus melalui proses metamorfosis yang lumayan panjang. Tahu kan asal usulnya ? Ya, kupu-kupu secantik apa pun, asal usulnya ya dari ulat yang kata sebagian orang, mengerikan bentuknya. Ulat-ulat ini berasal dari telur yang menempel di daun-daun tanaman. Setelah menetas, dia akan menjadi ulat yang bermacam bentuknya.
Ada yang berwarna hijau berbintik-bintik dengan tanduk kecil di ujung hidungnya. Ada yang berwarna coklat muda, berbentuk gemuk, dengan lekuk-lekuk tubuh yang selalu bergerak-gerak. Dan bermacam warna lagi. Tapi apa pun warna dan bentuk ulat itu, satu hal persamaannya adalah kerakusannya yang luar biasa. Seekor ulat bisa menyantap puluhan lembar daun dalam waktu yang singkat. Dan itu dilakukannya tanpa berhenti. Makan terus. Selama beberapa hari. Sebelum akhirnya ia kekenyangan, dan membungkus diri di dalam selaput kepompong.
Kita tidak akan menduga, dari ulat yang bentuk sebelumnya amat mengerikan ( bahkan bagi sebagian orang juga tampak menggelikan atau menjijikkan !)….bisa menjelma menjadi kupu-kupu yang luar biasa cantik. Setelah melalui proses pertapaan yang lama…(ada yang sekitar 21 hari), seekor ulat bisa beralih rupa menjadi kupu-kupu. Ulat yang tadinya hanya mampu merayap-rayap di pohon dan di lembar daun setelah melalui proses metamorfosa yang penuh rahasia, mendadak punya sayap dan bisa terbang. Proses rahasia itu hanya Sang Ulat dan Sang Maha Pencipta yang mengetahuinya. Proses yang tertutup…penuh perenungan, dan akhirnya menghasilkan tampilan yang luar biasa.
Kita yang tak tahu proses metamorfosa itu hanya bisa tercengang. Terheran-heran. Bagaimana ulat yang dianggap jelek itu bisa menjadi kupu-kupu cantik dan mempesona. Lalu terbang kian kemari di antara tanaman dan bunga-bunga. Mengisap madunya. Menjejakkan kakinya di antara serbuk sari. Dan membantu perkawinan antar berbagai jenis bunga dan buah. Yang kelak akan menjadi penerus generasi bunga dan buah itu. Menjaga kesinambungan kehidupan tanaman. Membantu menjaga kelestarian lingkungan. Waaww !
?
Ngomong-ngomong soal kupu-kupu dan metamorfosis….hehehe…saya jadi ingat diri sendiri. Aduuuh….aku nih, jadi kayak orang narsis deh. Ceritanya tentang diri sendiri melulu…hehehe… Tapi ya, gapapa khan ? Ntar kalo cerita tentang orang lain…terus ceritanya nggak benar, katanya malah fitnah. Kalau cerita tentang diri sendiri…asalkan gak berlebihan, ya gak mungkinlah memfitnah diri sendiri…hmmm…
Rasanya sih, saya sendiri juga mengalami proses metamorfosis yang luar biasa. Dari segi penampilan…dulu di jaman SD , saya adalah si Ietje yang hitam dekil dengan rambut kribo dan mata yang besar seperti ikan koki . Lalu bisa berubah menjadi si Ietje yang agak berwarna terang dan berambut panjang banget ketika SMA. Trus kadang-kadang ( kalau lagi ingat) ya memakai kacamata . Walaupun nggak perlu-perlu amat…tapi biar dibilang pakai kacamata karena rajin belajar…hehehe. Dan lebih hebat lagi…setelah berpuluhtahun ….eeeh…malah jadi berkulit terang benderang dan mirip seperti Cory Aquino…presiden Filipina beberapa era yang lalu…hehehe…Kok jauh banget cari perbandingannya, ya ? Namanya juga perbandingan…ya, ambil yang lebih mantap gitu biar semangat .
Itu baru metamorfosis fisik. Belum lagi metamorfosis ketrampilan. Jaman SD sampai lulus SMA….( dan seterusnya)…saya tuh paling anti dapur…Ini sudah selalu saya proklamirkan berulang-ulang. Kalau ada cowok yang naksir, saya cepat-cepat bilang, bahwa saya nggak bisa masak ( dan nggak mau !!!). Dari pada saya bohong di belakang hari, lebih baik saya terus terang saja. Nggak bisa masak adalah bagian dari sisi kekurangan saya. Prinsip saya, kalau saya nggak bisa masak, mestinya punya calon (pacar atau suami) yang lebih ahli memasak dari saya…Syukur-syukur bisa punya pacar atau suami seorang koki… hehe…pasti lebih asyik lagi…
Bukan karena memasak itu nggak penting atau terasa ‘wanita tradiosional’ banget. Tapi sungguh, saya suka pusing kalau mencium bau asap. Belum lagi masakan jaman dulu itu kan prosesnya panjaaaang banget. Belum apa-apa saya sudah pengen semaput. Apalagi saya kan nggak begitu doyan makan, jadi ngapain saya mesti repot-repot memasak ? Makan daun-daun mentah yang dipetik dari halaman sama tempe goreng saja saya masih bisa hidup kok…hehehe… simpel alasannya khan ?
Gara-gara proklamasi yang nggak feminin itu, ada juga beberapa calon mertua (padahal baru dalam taraf publikasi penampilan…) yang menolak saya. Katanya, saya nggak wanita banget ! Syukur alhamdulillah….Daripada ntar saya sengsara punya mertua cerewet kayak gitu…hehehe…Sambil dalam hati berdoa, semoga ada yang mau menerima kecacatan saya…kalau itu memang dianggap sebagai cacat yang fatal.
Nah, setelah jadi kepompong sebagai anak kos dan juga ibu muda yang punya anak seperti singa kecil, lambat laun saya bisa juga belajar ( dan mau tidak mau) memasak. Saya berhasil melalui proses metamorfosis yang buat saya sungguh berat. Barangkali kalau bagi orang lain memasak adalah aktivitas yang menyenangkan, bagi saya perlu perenungan…perlu penguatan hati…perlu nangis dulu…(karena masakannya gagal total…hiiikss…). Teman-teman dan keluarga yang dulu tahu persis bahwa saya Cuma bisa memasak air ( itupun pernah pancinya sampai kering kerontang), pasti akan takjub karena saya akhirnya bisa masak…
Masih ada lagi. Soal kesabaran. Kalau yang ini barangkali memang bakat saya berdarah encer dan panas…hihihi…Dulu tuh saya jarang banget mikir panjang kalau mau melakukan sesuatu . Pokoknya antara pikiran dan perbuatan itu sumbunya pendek banget. Iya kalau perbuatannya itu tidak berdampak parah…tapi kalau dampaknya mencelakakan, itu kan bisa berbahaya. Ini yang sering diwanti-wanti juga oleh ibu saya. Supaya saya lebih sabar sedikit !
Untuk urusan kesabaran ini proses metamorfosisnya luar biasa panjang. Segala cara dan metoda sudah saya lakukan. Dari mulai puasa, latihan pernafasan, perenungan, dan terapi tersenyum…. halaaaaah…hasilnya sih masih on-off. Tapi kalau dilihat dari skalanya…ya lumayanlah. Dulu tuh, sumbu emosinya paling 3-5 cm….sekarang sudah bisa sampai 10-15 cm….Sementara orang lain ada yang sumbunya sampai 30-50 cm…hahaha…jauh banget perbandingannya kan ? Dalam hal ini saya nggak punya contoh yang bisa saya copy-paste…Ya, mungkin karena darah saya encer banget yaaa ? Tapi kalau tanya sama teman-teman jaman SD sampai SMA dulu….ya, mereka pasti tahu…bahwa kesabaran saya sudah bermetamorfosis secara luar biasa…hehe…
Apalagi yaaa ? Ilmu ? Achhh….kalau yang ini sih…kayaknya dari dulu sampai sekarang saya masih menjadi ulat atau kepompong deh ! Ibarat ulat, saya masih rakus memakan daun ilmu. Ibarat kepompong, saya masih sibuk merenung dan merajut tali-temali. Saya masih belum layak untuk terbang mengembangkan sayap seperti kupu-kupu yang cantik. Saya masih dalam proses belajar….yang tak pernah berhenti…
Oohh…masih ada lagi. Satu, yang sangat penting. Sangat luar biasa. Yaitu proses metamorfosis diri saya dari seorang gadis yang tomboynya amit-amit, menjadi seorang ibu…yang aiiiih…seperti bidadari…(hehe… sekali ini saya wajib menghargai diri sendiri…karena prosesnya beraat bangeeettt). Jangankan orang lain yang melihat saya sehari-hari, wong saya sendiri kadang ragu-ragu…apakah saya bisa menjadi seorang ibu yang ideal ?
??
Hmm…balik lagi kepada urusan kepompong dan kupu-kupu….Saya jadi merenung sendiri…Siapakah kita saat ini ? Apakah kita masih seekor ulat ? Apakah kita sudah menjadi kepompong ? Atau kita sudah menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik mempesona ?
Apa pun…di mana pun posisi proses diri kita saat ini…seyogyanya kita memang harus terus bergerak. Terus berproses. Terus berubah. Ulat menjadi kepompong. Kepompong menjadi kupu-kupu. Dan setelah menjadi kupu-kupu, kita akan mengisi dunia dengan aktivitas yang membantu melestarikan kelanggengan dunia.
Begitu khaaan ??? Semoga saja…
???
Salam kepompong…kupu-kupu,
Ietje S. Guntur
Special note : Thanks buat Lisa yang jadi inspirasi tulisan ini…Juga buat Chali di Tarakan…yang menemani bersama kunang-kunang dan bulan di langit kelam…
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Salam EPOS,
Lies Sudianti
Founder & Moderator The Profec
0817 0707 770 (XL)
0813 1887 3480 (Simpati)
021-98095258 (Esia)
lies.sudianti@gmail.com (japri)
::BCA::