Diskusi Keuangan Google Search
 



Archive for April 27, 2008

27 April

Mg Paskah VI : Kis 8:5-8.14-17; 1Ptr 3:15-18; Yoh 14:15-21 ?Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran? ?Mangan orang mangan angger kumpul? (= Makan atau tidak makan asal berkumpul), demikian salah satu motto hidup orang Jawa di pedesaan masa lalu. Motto itu telah didobrak sesuai dengan tuntutan zaman dan dijungkir-balikkan menjadi ?kumpul ora kumpul angger mangan? (= berkumpul atau tidak berkumpul asal makan). Maka jika pada masa lalu desa-desa sungguh padat penduduk, pada saat ini desa-desa semakin terasa sepi. Generasi muda tidak mungkin lagi hidup di desa, tempat kelahiran mereka, dan mereka merantau ke luar Jawa atau berimigrasi ke kota-kota besar. ?Ikatan darah daging? yang menjadi pengikat persaudaraan telah berubah menjadi ?ikatan spiritual?, cita-cita atau dambaan suci untuk hidup bahagia, damai sejahtera. Rasanya pembaharuan ini sesuai dengan sabda Yesus: ?Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.?(Yoh 14:14-18). Maka marilah kita renungkan sabda atau pesan Yesus ini. ?Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran? Kasih dan perintah merupakan ikatan persaudaraan yang sejati, bukan darah dan daging atau suku, ras dan agama, mengingat, mempertimbangkan dan mengenangkan bahwa masing-masing dari kita diciptakan dalam dan oleh kasih serta perintah Allah bekerjasama dengan orangtua/bapak-ibu kita masing-masing. Bapak-ibu kita saling mengasihi dan saling memerintah (meminta atau memohon), sehingga terjadilah penyatuan hati, jiwa, budi dan tubuh yang berbuah ?seorang anak?, kita semua. Dengan kata lain masing-masing dari kita adalah buah kasih dan perintah, di dalam diri kita tersirat atau terkandung kemampuan atau keterampilan untuk mengasihi dan dikasihi, memerintah dan diperintah, maka sabda Yesus ?Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu?, kiranya tidak sulit untuk kita hayati atau laksanakan dalam hidup kita sehari-hari. Perintah utama dari Yesus adalah ?saling mengasihi?: ? Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.? (Yoh 13:34). Ia telah menghayati dan memberi teladan tentang apa yang Ia perintahkan dengan mempersembahkan Diri kepada dunia dan Allah, wafat di kayu salib. Marilah kita hidup dan bekerja ?saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tenaga/tubuh? tanpa syarat atau ?catatan kaki?. Tentu saja agar kita dapat saling mengasihi ?hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita genap? alias tidak sakit -> sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh. Maka kita harus menjaga dan mengusahakan kesegaran, kesehatan dan kebugaran diri kita dan untuk itu kita dianugerahi ?Penolong?, yaitu ?Roh Kebenaran?. Menerima dan menghayati anugerah Roh Kebenaran ini berarti kita senantiasa bertindak benar, melakukan apa yang benar, antara lain dengan menghayati dan melaksaknakan aneka aturan dan tatanan hidup yang terkait dengan panggilan dan tugas perutusan kita masing-masing. Apa yang tertulis atau dibahasakan dalam aturan atau tatanan hidup tersebut ?diilhamkan Allah? dan ? memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.? (2Tim 3:16). Hendaknya aneka aturan dan tatanan hidup tersebut, yang tidak lain adalah ?penolong? bagi kita tidak menjadi monumen mati melainkan dihayati atau dilaksanakan seutuhnya. ?Lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh? (1Ptr 3:17-18) Sapaan atau peringatan dari Petrus di atas ini kiranya layak menjadi permenungan, pedoman atau acuan cara hidup dan cara bekerja kita. Penderitaan yang lahir karena berbuat baik adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati, sedangkan penderitaan yang lahir karena berbuat jahat merupakan malapetaka dan peringatan bagi kita untuk bertobat atau memperbaharui diri. Jika kita jujur mawas diri kiranya masing-masing dari kita pada saat ini mengalami penderitaan-penderitaan, entah kecil atau besar, ringan atau berat, maka marilah kita mawas diri apakah penderitaan tersebut karena berbuat baik atau berbuat jahat. Untuk mengenali penderitaan-penderitaan tersebut kiranya pedoman pembedaan roh yang dikatakan oleh Ignatius Loyola ini membantu atau berguna: ?Pada orang yang jatuh beruntun dari dosa besar ke dosa besar, musuh pada umumnya biasa menyodorkan kesenangan-kesenangan semu, membuat mereka membayang-bayangkan kenikmatan dan kesenangan-kesenangan inderawi, supaya karenanya mereka tetap dalam cacat serta dosa-dosa mereka. Pada orang macam itu, roh baik memakai cara sebaliknya: menghantam dan menyesakkan hati nurani dengan teguran-teguran pada budi. Pada orang yang tekun maju terus membersihkan dosa-dosanya dan dalam pengabdian kepada Allah Tuhan kita?ciri khas roh buruk ialah menyesakkan, menyedihkan dan menghalang-halangi dengan alasan-alasan palsu, supaya orang tidak maju lebih lanjut. Ciri khas roh baik ialah memberi semangat dan kekuatan, hiburan, air mata, inspirasi serta ketenangan, membuat semuanya menjadi mudah dengan menyingkirkan halangan-halangan, supaya orang maju lebih lanjut dalam menjalankan kebaikan? (St.Ignatius Loyola, LR no 314-315). Marilah setiap hari kita melakukan pemeriksaan batin atau pembedaan roh dengan bantuan pedoman di atas ini; pemeriksaan batin adalah bagian dari doa harian, doa malam, maka selayaknya dilakukan setiap hari. ?Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan? (Kis 8:6-7), demikian berita yang terjadi sekitar pemberitaan Filipus, yang memberitakan Kabar Baik atau perintah-perintah Tuhan. Aneka bentuk kebaikan dan perbuatan baik mampu mengusir roh jahat serta menyembuhkan mereka yang sakit. Marilah kita wartakan kebaikan-kebaikan dan senantiasa berbuat baik sesuai dengan kehendak Roh yang kita terima, Penolong yang dianugerahkan kepada kita. Ketika sedang berbuat baik harus menghadapi kekerasan-kekerasan atau tekanan-tekanan, hendaknya jalan terus dengan tegar dan tanpa takut. ?Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa? (Mzm 66:4-7a) Jakarta, 27 April 2008 .
____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Comments

MITOS Tentang ENTREPRENEUR Lainnya…

Dear All,
Semakin maraknya semangat entrepreneurship di negeri ini, sungguh sangat membanggakan. Berbagai macam seminar dan workshop mengenai cara-cara memulai dan mengembangkan suatu usaha sudah begitu banyak diselenggarakan. Animo masyarakat untuk mengikuti seminar dan workshop entrepreneurship, patut diacungi dua jempol tangan, sungguh menggembirakan.
Sebagai seorang entrepreneur, saya juga sering terlibat di seminar maupun workshop tentang entrepreneurship, yang saya selenggarakan sendiri, maupun yang diselenggarakan oleh institusi lain, baik institusi bisnis maupun lembaga pendidikan. Sungguh sangat menyenangkan, saya bisa ikut memberikan motivasi, wawasan dan kiat-kiat memulai sebuah bisnis mandiri.
Dalam berbagai seminar dan workshop, yang saya terlibat di dalamnya, ada satu hal menjadi perhatian saya tentang dunia entrepreneurship ini. Sebagian peserta selalu memberikan asumsi bahwa seorang entrepreneur itu adalah seorang yang mudah mencari uang dan kekayaan lainnya. Entrepreneur merupakan sosok manusia yang bisa bebas menggunakan waktunya, tanpa khawatir kehabisan uangnya. Enak ya jadi seorang entrepreneur, begitu kata mereka.
Asumsi mereka sesungguhnya benar adanya, memang enak menjadi entrepreneur. Akan tetapi, dalam pembicaraan selanjutnya timbul kesan pada diri mereka, yang menganggap bahwa seorang entrepreneur bisa dengan mudah begitu saja memperoleh kesuksesan dalam bisnisnya. Entrepreneur bisa melajukan bisnisnya secara lancar tanpa hambatan berarti. Singkatnya, menjadi seorang entrepreneur bisa saja secara INSTAN?langsung sukses! Dan, dengan cepat bisa meraih milyaran rupiah. Begitu kesan yang mereka sampaikan ke saya.
Saya mencoba memaklumi mereka tentang kesan entrepreneur instan ini, dengan menanyakan penyebab bisa memunculkan kesan instan tersebut. Mereka memberikan jawaban beragam berkaitan dengan proses instan seorang entrepreneur ini.
Sebagian dari mereka menerangkan pernah hadir di seminar dan ada testimonial atau kesaksian seorang entrepreneur muda, yang mengatakan bahwa dia memulai bisnisnya tanpa modal uang sama sekali, alias modal dengkul, dan bisnisnya jalan lancar sangat menguntungkan menghasilkan uang. Ada juga kesaksian tentang mengawali bisnisnya dengan cara membeli property seperti Ruko, Rukan atau Rumah bahkan Apartemen, juga tanpa modal uang sama sekali, bahkan dia malah dapat uang, nggak keluar uang tapi malah dapat uang. Bahkan kesaksian tentang sukses bisnis property ini sudah semakin bombastis belakangan ini.
Saya katakan kepada peserta seminar dan workshop entrepreneurship, memang mungkin saja benar kesaksian tersebut. Tetapi, saya ingatkan bahwa kesaksian tersebut saya yakin tidaklah mengungkap hal sebenarnya?di dalam prosesnya. Selalu ada yang ditutupi oleh para pemberi testimonial sukses tersebut. Mereka cenderung memberikan testimonial yang tidak sebenarnya, yang bukan kondisi proses sesungguhnya. Mereka lebih memberikan kesaksian hasil akhir saja. Para pemberi testimonial sukses ini ingin dilihat sebagai orang yang benar-benar sukses tanpa modal uang, supaya memberikan kesan WAH HEBAT? kepada peserta seminar atau workshop.
Tentu saja para peserta seminar atau workshop entrepreneurship, akan takjub dengan berbagai testimonial sukses itu, karena peserta jelas tidak tahu hal sebenarnya, bukan? Dan saya juga sangat menyayangkan, para pembicara atau trainer tentang entrepreneurship, yang memberikan contoh testimonial sukses secara TIDAK LENGKAP. Bagi saya, testimonial sukses yang dikisahkan secara tidak lengkap seperti itu, saya sebut sebagai TESTIMONIAL PALSU.
TESTIMONIAL PALSU semacam itu sangat bisa menyesatkan pikiran para calon entrepreneur, bahkan bisa membuat calon entrepreneur menjadi gampang stress. Bagaimana tidak? Testimonial palsu dari para entrepreneur pemula, yang mengatakan bahwa dia bisa tanpa modal uang sama sekali bisa berbisnis dengan hasil selalu menguntungkan, akan sangat menyesatkan calon entrepreneur, karena alasan berbisnis awal tanpa modal uang dan bisa sukses ini tidak pernah diceritakan secara lengkap.
Latar belakang si entrepreneur pemula tanpa modal uang inipun seringkali ditutupinya. Lebih sering dikatakan dia hanya berasal dari keluarga miskin-papa. Tidak pernah dikisahkan secara lengkap, bagaimana kok dia sampai dipercaya orang lain sehingga orang lain tersebut menyerahkan modal uangnya kepada dia. Siapa dibalik itu yang mendukungnya agar orang lain juga percaya kepadanya?juga tidak pernah disebutkan, mengingat dia kan barusan jadi entrepreneur?belum punya `track record’ positif dalam dunia bisnis.
TESTIMONIAL PALSU lainnya adalah tentang bisnis property seorang entrepreneur pemula, yang tanpa modal uang sama sekali, tetapi dia malah dapat uang dari hasil membeli property tanpa uang itu. Kisah ini sering ditampilkan dalam berbagai versi dengan beragam orangnya.
Intinya adalah, si entrepreneur pemula ini, yang bahkan namanya saja tidak pernah dikenal oleh dunia perbankan, begitu mudahnya memperoleh kredit dari Bank, untuk membayar property yang dibelinya, dan dia membayar angsurannya dari hasil pemasukan property nya tersebut. Jadi dia tidak pernah keluar uang sepeserpun untuk membayar angsurannya di Bank.
Inipun tidak pernah dikisahkan secara lengkap, siapa saja yang terlibat dalam proses pembelian property sampai cairnya kredit Bank; mengingat si entrepreneur pemula belum pernah dikenal namanya di dunia perbankan, yang tentu saja tidak mungkin Bank begitu saja mempercayai dia dengan mengucurkan kredit uang. Juga tidak pernah disinggung proses `appraisal’ property nya. Pokoknya hanya dikisahkan, jika mereka mengikuti cara-caranya, maka akan menuai sukses juga?dan banyak orang akhirnya menjadi kecewa!
Hal-hal semacam itulah yang sangat saya sayangkan. Memang boleh saja bermaksud untuk memotivasi semangat kewirausahaan para peserta seminar atau workshop. Tetapi jika mereka selalu memberikan testimonial palsu seperti tersebut tadi, akan sangat menyesatkan pikiran dan kejiwaan orang lain, yang belum paham betul, apa dan bagaimana sebenarnya dunia entrepreneurship itu.
Menjadi entrepreneur tanpa perlu menjalani proses belajar secara berkesinambungan, alias bisa secara instan bisa langsung sukses besar?itu adalah MITOS yang harus diwaspadai. Karena untuk menjadi seorang entrepreneur sejati itu diperlukan suatu proses yang berlandaskan kecakapan, ketrampilan, ilmu pengetahuan, latihan, disamping juga keberanian?secara berkesinambungan.
Salam Luar Biasa Prima! Wuryanano http://wuryanano.wordpress.com/

Comments

AXIOO SHOP - Your Lifetime Partner

Harga mulai dari rp 4.600.000. Program cicilan melalui BCA dan Kredit Plus. Telah diluncurkan Axioo seri Neon dan Zetta dengan pre-installed Windows Vista Home Premium.

Juga tersedia pilihan Windows Vista original bagi setiap pembelian laptop Axioo, yaitu Windows Vista Starter dengan hanya menambah Rp. 300.000, atau Windows Vista Home Premium dengan hanya menambah Rp. 800.000.

Info lebih lanjut hubungi:
AXIOO SHOP - authorized reseller since 2005
Mal Ambasador lt.3 no.19
Tel. (021) 70670691-92
Email. info@axioo-shop.com
PIC. Maryati, Nisa, Manda, Heru.

image001.jpg

Comments

Mantab ‘bo…mau jadi nara sumber talk show bisnis diMetroTV

Dear All,
Muncul di media cetak dan elektronik yang terkenal dan banyak ditonton orang terus nggak bayar malah dibayar ….hehehe merupakan rejeki promosi yang luar biasa dampaknya bagi kemajuan usaha. Mas Hadi Kuntoro juga merasakan dampak ‘bisnis selimut Jepangnya’ setelah muncul di Kompas, jualannya jadi laris manis seperti kacang goreng. Begitu pula halnya dengan Mahkotadewa Ind. Sekali sudah dikenal media biasanya akan terus diburu media lain,baik cetak maupun elektronik. Siap-siap lho mas Hadi dan juga anda semua.
Kalau artikel Kompas 20 April 2008 yang diwawancara suami karena topiknya pensiunprener…maka dikesempatan lain dan media lain kalau urusannya perjamuan atau profil bisnis Mahkotadewa maka yang diwawancara saya,suami saya sembunyi hihihi…dan bertekun dengan pekerjaannya. Komitmen saya akan siap sedia memberikan layanan wawancara dari media manapun asal tidak ada persyaratan tertentu. Harap dimaklumi kalau habis muncul dimedia terkenal maka media lain termasuk yang kecil-kecil akan memburu kita. Yang perlu diwaspadai adalah wartawan amplop yang biasanya dari media yang kurang dikenal. Kalau media terkenal dan profesional biasanya nggak akan minta apapun juga, mereka malah ber-terimakasih kita mau di wawancara.
Nah, dampak dari berita Kompas yl selain penjualan meningkat tiba-tiba saja kemarin sore kita ditelpon MetroTV….yang menerima staf saya. “Mbak bisa nggak bu Ning jadi nara sumber talkshow bisnis diMetroTV?” “Kapan mbak syutingnya?” “Tanggal 1 Mei jam 13.00 s/d jam 14.30″ “Bisa enggak? ini ibu sudah ada jadwal kopdar”, bisik staf saya.
Sebetulnya persis tanggal tersebut saya sudah ada jadwal acara kopi darat dengan temen2 milis yang sangat heboh karena perempuan semua namun jamnya ternyata bisa diatur.Kesempatan jadi nara sumber di Metro TV sayang kalau dilewatkan. Bisa muncul di TV durasinya 5 menit saja sudah bagus apalagi 30 menit di acara talkshow…wow ini promosi bagus sekali. Akhirnya ‘deal’ saya bersedia jadi nara sumber talkshow bisnis tgl 1 Mei 2008 nanti,namun belum tahu pasti kapan ditayangkannya.
Saya pernah jadi nara sumber talk show di ANTV untuk acara kiat sukses berbisnis.Yang jadi Hostnya “MIING BAGITO” dan ada pakar bisnisnya pak Suryo Handoko (?). Jujur saja saya tidak terlalu bisa ngomong dan paham teori atau bahasa bisnis. Kalau pertanyaannya sudahh nyangkut teori bisnis saya malah nggak “paham”. Maklum Gaptebis = Gagap teori bisnis tapi syukurlah saya Maprabis = mahir praktek bisnis…hehehe narsiiiiiis.
Untung waktu itu sebelumnya mas ‘Miing’ sudah pre wawancara dulu dan memahami siapa saya si ‘bakul jamu’. Saat pakar bisnis pertanyaannya membingungkan saya langsung dia ambil alih dan keluarlah banyolannya. Kalau bahasa banyolan saya cepet nangkepnya dan berani ngimbangi ‘guyonannya’. Yang masih saya ingat saat mas Miing bilang kalau jamu terbuat dari Temu mangga,temu putih,temu lawak…….saya langsung menyela “TEMU MIING” hehehe. Saya bersyukur banget karena acara tsb. dinilai menarik akhirnya ditayangkan dua kali diANTV.
Mudah-mudahan saja diMetroTV saya nggak ‘katrok’ banget berbahasa bisnis…hihihi ‘cuek saja’ kata suamiku. Adakah diantara anda yang sering nonton acara talkshow bisnis di MetroTV? Tolong beri masukan ke saya dunk….,makasih sebelumnya ya. Siapa mau ikutan syuting jadi figuran hehehe. Salam sehat sukses bahagia.
Aning Harmanto www.aningharmanto.com

Comments

[PROFEC] Memperkenal diri

Dear Sahabat Sukses Milis profec,   Bersyukur acara Sales Congress 2008 Berjalan dengan lancar dan MEMBEKAS KUAT. Pada saat itu saya membagikan BONUS untuk peserta. Bagi Anda yang juga berminat, silahkan mengirim email KOSONG  ke sc2008@harisubagya.com BUKAN REPLAY ya!!!   Saya tunggu sekarang..   Salam Perubahan.. Hari Subagya www.bisnispartner.com
______________________________________________________________________ Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel. http://sg.travel.yahoo.com

Comments

Disewakan Cepat - Bisa jadi Kantor, Toko dan Rumah !

Dear Profec Member,
Ada info menarik, Property disewakan Cepat - Bisa jadi kantor, toko dan Rumah !
Langsung dari Adik saya - Tampa Perantara & Lokasi Strategis !!! Alamatnya di : Jl. Fajar baru No.16 Samping Hotel Agusta - Cengkareng Timur (Dekat Polsek Cengkareng Timur - sebelum taman palem)
Kondisi Siap di tempati !!! Tersedia line telepon : 021-5414759 Listrik, air pam,dll lengkap ! Luas bangunan 5m X 5m 2 Lantai Full
Disewakan harga Rp. 8.000.000,-/tahun
Hubungi adik saya langsung : Tony - Hp. 0812 862 3136
Jika ada saudara, teman dan family yang ingin mencari tempat usaha, yang sesuai kriteria diatas, mohon direkomendasikan ok Thanks.
Salam Hebat Luar Biasa !
Rudy Lim www.rudylim.com/forum
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Comments

28 April

“Akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah” (Kis 16:11-15; Yoh 15:26-16:4a)
“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama- sama dengan Aku.” “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yoh 15:26-16:4a), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan- catatan sederhana sebagai berikut: ? Ada kelompok khusus dari agama tertentu yang berpdoman “membunuh orang yang tidak seiman dengan mereka alias `kafir’ menurut penilaian mereka berarti berkat atau rahmat, demikian juga ketika `bunuh diri dengan bom’ untuk membunuh atau menghancurkan yang lain”. Apa yang mereka lakukan kiranya sama sebagaimana disabdakan oleh Yesus bahwa “akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah”. Orang-orang yang bertindak demikian jelas fanatik sempit atau negatif. Usaha pembunuhan mereka mungkin tidak sampai bersifat phisik melainkan pada tingkat hati atau jiwa dengan tekanan- tekanan atau intimidasi-intimidasi. Jika anda sebagai orang beriman menghadapi macam itu hendaknya tidak kecewa serta kurang/tidak beriman lagi, tidak percaya kepada Allah atau Penyelenggaran Ilahi. Mereka kiranya juga tidak bersalah karena mereka tidak tahu atau tidak mengenal apa yang kita imani, maka baiklah menghadapi tekanan, intimidasi atau ancaman pembunuhan kita tetap rendah hati dan hidup dalam kasih pengampunan. Kita dapat berdoa atau bersikap seperti Yesus yang tergantung di kayu salib : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk 23:34) atau dengan rendah hati menghayati sabda dan perintahNya: ” Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”(Mat 5:44). Kasih pengampunan dan doa merupakan anugerah Allah yang harus kita hayati dan wartakan dimanapun dan kapanpun, dan kiranya menjadi mendesak dan up to date ketika sebagai orang beriman atau beragama sedang menghadapi aneka tekanan, intimidasi maupun ancaman pembunuhan. Biarlah aneka tekanan, intimidasi dan ancaman pembunuhan tersebut membakar hati dan jiwa kita untuk berdoa, mengampuni dan mencintai. ? “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” (Kis 16:15), demikian kata seorang perempuan bernama Lidia kepada Paulus yang telah membaptisnya. Kata-kata ini kiranya boleh disebut sebagai desakan atau dambaan umat kepada gembalanya untuk mendatangi dan mengunjungi umatnya. Desakan atau dambaan macam itu memang sering kurang disampaikan secara vokal, melainkan dapat kita lihat dan dengarkan apa yang mereka kerjakan dan hayati atau alami. Maka perkenankan saya dengan rendah hati mengingatkan dan mengajak kita semua yang merasa menjadi `gembala’, misalnya orangtua, atasan/pemimpin, ketua dst.. untuk membuka hati, jiwa, akal budi dan tenaga terhadap suara- suara lembut yang menggema dalam diri para domba/yang digembalakan; dan untuk itu kiranya harus berani boros waktu dan tenaga untuk mengujungi, mendatangi dan mendengarkan. Sebaliknya jika didatangi hendaknya juga berani boros waktu dan tenaga untuk menerimanya. Menjadi `gembala’ lebih baik dan utama diganggu daripada mengganggu, lebih baik menjadi `tempat sampah’ daripada `membuang sampah seenaknya’. Ada rumor bahwa orang sosial harus berani `sok sial’, maka mencinta harus berani terluka, menggembala harus siap sedia dicela, dst.. Marilah kita imani dan hayati kata-kata Lidia di atas: “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku”. Kita kiranya saling berpendapat dan meyakini bahwa sesama kita `sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan’, maka marilah kita saling menumpang dan mengunjungi, entah secara langsung/phisik atau tidak langsung/spiritual, misalnya saling mendoakan.
“Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka” (Mzm 149:3-6a) Jakarta, 28 April 2008

Comments

ROMANTIC GARDEN WEDDING

Note: forwarded message attached.

Comments

Siklus Hidup Produk

Serial # 46: Siklus Hidup Produk

 

            Setiap produk baru yang memasuki pasar untuk pertama kalinya, akan melewati beberapa tahapan sejak  masa perkenalan, sampai tahap akhir siklus hidupnya.  Pada saat peluncuran perdana, produk masuk dalam tahap perkenalan atau masa rintisan.  Disini, terjadi saat-saat kritis yang disebabkan proses penyeleksian oleh konsumen untuk menentukan apakah produk tersebut bisa diterima atau tidak.  Grafik kenaikan angka penjualan merayap dengan amat lambat, karena konsumen memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi dengan produk baru tersebut.  Sementara itu, para pengecer pun menyesuaikan diri dengan animo pelanggan, sehingga mereka juga tidak mau jor-joran menumpuk persediaan dalam jumlah besar.  Lewat dari tahap ini, sedikit demi sedikit familiarisasi konsumen terhadap produk dimaksud meningkat, sehingga boleh dikata sudah mendekati tahap awal penerimaan konsumen.

 

            Pada tahap penerimaan pasar, produk baru tersebut mulai dikenal oleh masyarakat pemakai, manfaat serta nilai tambahnya pun sudah bisa dinikmati dengan baik.  Grafik penjualan perlahan tapi pasti terus naik, sehingga persaingan mulai timbul.  Pengusaha pemilik produk baru itu biasanya terus mengadakan upaya memantapkan kualitas produknya, mengadakan perbaikan disana-sini, guna mengantisipasi persaingan serta usaha membakukan jati diri sebagai pemimpin pasar.

 

            Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengusaha untuk meningkatkan daya jual.  Selain harus ada kepastian bahwa barang itu memang dibutuhkan masyarakat, seyogyanya ia juga mampu mengedepankan aspek-aspek keunggulannya (features), sehingga minat konsumen makin besar untuk membeli.  Nilai tambah juga harus dicari, agar punya kelebihan dibanding produk lain.  Sering terjadi bahwa nilai tambah dimaksud, tidak muluk-muluk bahkan terkesan sepele, tapi sangat berpengaruh positif.  Sebagai contoh, produsen amplop surat merek “Jaya” memberi nilai tambah berupa perekat siap pakai pada bagian penutup produknya.  Walaupun idenya kelihatan sederhana, ternyata sambutan konsumen luar biasa, sehingga pada tahap penerimaan pasar, amplop “Jaya” sempat mengalami “boom” penjualan cukup besar.  Ide-ide kecil seperti itu sekarang banyak dipakai oleh banyak pengusaha, misalnya Pepsodent memperkenalkan sikat gigi yang gagangnya memiliki 3 sudut, kecap “Maggi” mengeluarkan botol yang memudahkan pemakai membubuhkan kecap kedalam piring dan lain sebagainya.

 

            Begitu juga dalam hal cita rasa, amat perlu usahawan memberikan aneka pilihan  yang sedapat mungkin juga harus khas.  Mungkin kita ingat akan permen “nano-nano” yang berani mempersembahkan cita rasa yang “ramai”, padahal sebelum ini tidak ada permen mempunyai rasa seperti itu. 

 

            Kemudian, bentuk kemasan merupakan hal lain yang perlu juga mendapat perhatian.  Selain harus menarik dipandang, menjamin kebersihan, aman, soal ukuran bisa berpengaruh pada minat beli.  Ada orang yang senang dengan kemasan berukuran besar, ada juga sebaliknya yang senang dengan ukuran-ukuran kecil.  Itu sebabnya Coca Cola sempat meluncurkan minuman berukuran “jumbo” berisi 1 liter untuk keperluan keluarga.  Begitu juga baru-baru ini produsen makanan kecil merek “Good Time” mengeluarkan kemasan mini untuk memenuhi keinginan penggemarnya.

 

            Bila produk itu memang memiliki kualitas yang baik, didukung oleh pelayanan yang juga baik oleh produsennya, niscaya ia akan sanggup mencapai apa yang dinamakan sebagai “puncak kejayaan produk”, yaitu masa-masa jumlah pembeli mencapai titik maksimal.  Ini merupakan titik kritis kedua yang harus dilalui, karena biasanya, para pesaing telah mengetahui kekuatan daya jual produk tersebut, dan mereka telah bersiap-siap untuk ikut terjun kelapangan dengan kekuatan penuh memasarkan produk serupa.  Dengan segera, pasar akan dibanjiri oleh beraneka ragam merek dari berbagai perusahaan pesaing, sehingga siklus hidupnya menjelang tiba dengan cepat menuju tahap kejenuhan.

 

(..bersambung..)


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

__._,_.___


CARA CEPAT MENJADI PENULIS BUKU - Dodi Mawardi & Johanes AW 17 Mei 2008, daftar segera ke lies.sudianti@gmail.com early bird Rp. 400.000/orang



Recent Activity

Visit Your Group

Yahoo! Finance

It’s Now Personal

Guides, news,

advice & more.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

.

__,_._,___ <!– #ygrp-mkp{ border: 1px solid #d8d8d8; font-family: Arial; margin: 14px 0px; padding: 0px 14px; } #ygrp-mkp hr{ border: 1px solid #d8d8d8; } #ygrp-mkp #hd{ color: #628c2a; font-size: 85%; font-weight: bold; line-height: 122%; margin: 10px 0px; } #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom: 10px; } #ygrp-mkp .ad{ padding: 0 0; } #ygrp-mkp .ad a{ color: #0000ff; text-decoration: none; }

Comments

Art-Living Sos 2008 (A-4 Suatu Hari di Masa Lalu…

Dear Allz? Met pagiiiii?.met hari Minggu?Udah bangun semua ??? Kok sepi ? Kecapean acara kemaren yaaa??? Hehehe? Hmmm?mumpung hari Minggu nih?mumpung libur?dan cuaca sedang cerah ceria?saya mau berbagi pengalaman kemaren. Cerita sedikit saja?tentang perjalanan saya ke masa lalu?melalui perjalanan ke Kota Tua. Hmm?kalau teman dan sahabat semua punya waktu?ayo deh sesekali jalan ke sana. Mumpung lokasi itu masih ada? Selamat menikmati?selamat berleha-leha? Salam hangat di hari ceria? Ietje

Art-Living Sos 2008 (A-4.27.01 Start : 4/27/2008 6:13 AM Finish : 4/27/2008 7:30 AM SATU HARI DI MASA LALU? Hmmm?.masih cape niiiih. Masih pegel. Tapiiii?hati masih berbunga-bunga, setelah perjalanan yang luar biasa kemaren. Iya?hari Sabtu, 26 April 2008 kemaren adalah hari yang sungguh luar biasa?(hhmmm?sebetulnya sih setiap hari adalah hari luar biasa…, tapi ini ada sesuatu yang istimewa ). Hari yang sudah direncanakan untuk kumpul dan melakukan perjalanan ke masa lalu bersama beberapa teman dan sahabat. Dan Alhamdulillah?perjalanan itu lancar-lancar saja?dan lebih dari apa yang saya bayangkan semula. Sebetulnya acara ini dimaksud untuk ?mencambuki? saya , yang punya janji kepada teman-teman untuk segera membukukan tulisan-tulisan saya. Beberapa sahabat sudah ?pegel hati? melihat saya yang kumat lemotnya dalam urusan penerbitan buku ini. ?Apalagi sih yang ditunggu ?? begitu komentar sahabat-sahabat saya. Dari yang bertanya dengan nada lembut membujuk, sampai yang judesnya minta ampyuuunn. Yeah?saya sendiri nggak tahu, apa yang ditunggu. Semua proses sudah pernah saya lakukan, untuk orang lain. Dari mulai mengumpulkan tulisan. Edit tulisan. Membuat desain. Membuat kata pengantar dan sekapur sirih. Menghubungi penerbit. Final editing di percetakan sampai jatuh terguling dari kursi saking semangatnya kerja ( dan becanda juga siiichhh?maklum kalau sudah setres kelakuan kan suka overdosis?hiks hiks..). Jadi so what gitu lhoooh ??? Nah, dalam rangka memenuhi janji itulah akhirnya seorang sahabat mengusulkan untuk berkumpul saja, di suatu tempat yang bisa menggugah semangat saya. Tempat yang dipilih adalah suatu monumen masa lalu ( ya..iyalah?kalau monumen itu mesti dari waktu lampau), yaitu Museum Mandiri di daerah Jakarta Kota. ♥ Barangkali banyak teman dan sahabat yang belum tahu apa itu Museum Mandiri? Nah, sekalian saja niiiih?Itu adalah Museum perbankan, yang didirikan oleh Bank Mandiri dengan bank-bank yang merger di dalamnya, yaitu Bank Exim, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Gedung museum Mandiri itu sendiri adalah bekas gedung Bank Exim di daerah Jakarta Kota, persis berseberangan dengan Stasiun Jakarta Kota ? atau lebih ngetop dengan sebutan Beos. Kawasan Museum Mandiri ini sekarang menjadi kawasan wisata kota tua. Jadi kalau ada yang pengen lihat-lihat dan pengen tahu sejarah kota Jakarta tempo doeloe, ya jalan-jalan aja deh ke sini?. Hmm?lanjut cerita ! Setelah berjanji sana-sini dengan beberapa teman, akhirnya yang ?dong? untuk ngumpul hanya beberapa orang. Maklum namanya orang Jakarta, pada saat-saat terakhir bisa saja ada halangan, ya ? Nggak apa-apa kok?Mereka sudah mengirimkan cambuk semangatnya ke saya. Sehingga saya pagi-pagi buta sudah melek, nggak bisa tidur lagi, karena sangat gembira dan tidak sabar untuk segera berangkat?(kayak anak kecil yang mau jalan-jalan lebaran, ya ? hihihi?.). Saya dan seorang sahabat sudah janjian di Blok M. Kami mengambil jalan praktis, naik bus Transjakarta ? Busway dari Blok M ke Kota. Lumayan asyiklah?karena penumpang juga tidak banyak pada hari Sabtu pagi itu. Dengan ongkos Rp 3.500,- perorang, plus sebungkus pisang goreng dan gandasturi beberapa buah, kami pun memulai perjalanan pagi itu dengan gembira. Saya dan sahabat saya ini sama-sama noraknya. Kami belum pernah sama sekali ke Museum Mandiri. Jadi ini adalah perjalanan pertama, ke masa lalu dunia perbankan di Indonesia. Bagi saya, perjalanan ini pasti lebih punya makna, karena saya sudah bekerja di bank selama belasan tahun, dan selama ini hanya tahu kantor saya saja?he he he.. Jadilah?selama perjalanan itu kami ngobrol kian kemari. Tentang buku, tentang beberapa metoda pelatihan dan terapi yang baru ( gini deh kalau teman seperjalanan itu ada hubungannya dengan pengembangan manusia?teteeeep aja topiknya nggak geser-geser?hehe), tentang karier, tentang manusia?waaawww?.seru aja deh. Sampai akhirnya kami tiba di halte terakhir busway, di depan Stasiun Kota. Dari situ , melalui jalan terowongan yang baru, kami langsung menuju ke Museum Mandiri. Di depan pintu, kami disambut oleh seorang Satpam yang ramah sekali. Rupanya mereka melihat kami berdua seperti anak hilang di pasar malam. Celingak-celinguk seperti orang bingung. Dan dengan ramah pula Pak Satpam itu mempersilakan kami masuk ke dalam gedung, tanpa dipungut biaya. Alias gratis ! Waawww?.luar biasa. Ternyata di dalam Museum sedang ada acara World Book Day dan pameran pendidikan alam. Jadi sepanjang koridor di lobby, kami disuguhkan oleh berbagai pertunjukan dari gerai-gerai yang berpameran di situ. Selain pameran buku, juga ada pameran hasil kreativitas kelompok-kelompok pecinta anak, seperti Rumah Pelangi dari Jogya dan Sakola Alam. Waaah?jadi mata ini bisa belanja ke kiri ke kanan juga. Ide yang sangat bagus . Sehingga museum ini tidak hanya menjadi prasasti masa lalu, tapi sekaligus mengakomodasi aktivitas masyarakat yang masih berjalan pada masa ini. ♥ Sekarang perjalanan ke masa lalu dimulai. Saya dan sahabat-sahabat saya mulai celamitan. Lihat kiri lihat kanan. Dan semua sibuk menikmati hal-hal yang berkesan bagi kami masing-masing. Kami mulai menelusuri segala ruang yang ada di gedung tua yang dibangun pada jaman pemerintah Belanda dulu. Oya?Museum Bank Mandiri ini dulunya bernama Nederlandsch Indische Handelsbank. Asli masih bangunan buatan jaman tahun rikiplik. Bahkan banyak tulisan-tulisan tempo doeloe yang masih asli, semisal Twede verdieping, yang artinya tingkat kedua?hehe?

Banking hall yang kokoh dan gagah masih berdiri seperti aslinya. Beberapa perabotan yang dulu dipergunakan oleh Bank Exim juga masih ada. Bahkan ruang menuju tempat penyimpanan uang yang memiliki pintu seperti kerangkeng juga ada. Huuaaah?ada rasa kagum dan merinding juga, karena ini adalah sejarah perbankan Indonesia di masa lalu. Yang masih terpelihara dengan baik dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum maupun banker seperti saya?

Hal yang paling berkesan bagi saya, selain bangunan yang memang luar biasa ini adalah pernak-pernik perjalanan transaksi perbankan yang melalui proses metamorfosis begitu panjang. Dari jaman perbankan masih dianggap sebagai sebuah institusi sakral yang tertutup dan sarat dengan kemegahan masa lalu hingga perjalanannya memasuki dunia perbankan elektronik dan dapat diakses dari seluruh dunia. Saya terharu melihat mesin tik model jaman dahulu kala yang bersanding dengan komputer generasi awal yang sekarang juga sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik-pabriknya?hmmm?

Berjalan melalui lorong-lorong dan menelusuri ruang-ruang kerja, ruang rapat Direksi, gudang tempat penyimpanan, ruang tunggu di gang?kita seperti terlempar sejenak ke masa lalu. Membayangkan, di sini dulu berseliweran para banker dan klerek bank dengan pakaian yang serba formal dan berwajah kaku. Yang hidupnya dari angka ke angka. Dari transaksi keuangan harian ke jurnal-jurnal laporan keuangan yang tebal dan luasnya selebar gambar peta dunia?

Saya kembali ke masa kini. Kepada kegembiraan hari ini. Apalagi kalau bukan acara foto-fotoan?heheeh?Dasar namanya orang-orang narsis. Di lorong-lorong?di ruang-ruang yang penuh sejarah?di tangga berlantai keramik tempo doeloe?kami mengambil beberapa sesi foto yang gayanya pasti berbeda dengan gaya orang bank tempoe doeloe..hehe?Ini siiiih?gaya turis asli. Apalagi kalau sudah jalan dengan teman yang memang urat malunya suka on-off?Yang jelas, pasti fotonya fenomenal sekali?

Oya?selain di Museum Mandiri?kami juga sempat jalan sedikit di sekitar kawasan wisata Kota Tua lainnya. Saya dan sahabat kembaran jiwa saya, si Nonce itu, juga sempat keliling-keliling berboncengan naik sepeda onthel yang kami sewa dari Mang Ojek sepeda ( yang terpaksa lari-larian menyusul kami yang hilir mudik di antara gedung-gedung tua di sana ). Menggoda pasangan yang sedang melakukan sesi foto untuk Pre-Wedding?hehe ( kok jahilnya nggak sembuh-sembuh siich ??)?dan membantu orang yang mau difoto tapi nggak ada yang bisa motretin.

Akhirnyaaaa?setelah pegel jalan ke sana ke mari, kami pun terdampar di ujung Kota Tua. Nongkrong di tempat makan legendaries di Café Batavia yang masih menyediakan makanan tempoe doeloe. Tapi kami siiih kembali ke menu anak kos saja?hahaha?dan saya hanya punya satu pilihan, yaitu kwetiaw goreng?(ini sih makanan pilihan pertama dan terakhir kalau saya makan di luar?hihihi?dasar anak Medan, ya?).

Jam 16.00?kami sudah ngantuuuuk dan lemes ! Setelah singgah sebentar ke Museum Fatahillah yang sudah ditutup untuk umum ( kami masuk dari pintu belakang?Cuma lihat-lihat halaman belakang saja), kami pun pulang. Masih tersiksa sebentar dan mandi keringat di antrean bus Transjakarta yang saat itu memang sedang banyak penumpangnya. Lalu setelahnya?kami hanya mampu terkantuk-kantuk duduk di dalam bus yang membelah Jakarta dengan segala kemacetannya di akhir pekan.

Saya turun di Dukuh Atas, Sudirman?lalu?melanjutkan perjalanan lagi dengan KRL AC menuju Bintaro?(beruntung juga masih ada keretaapi yang lewat..). Menuju ke rumah yang sudah menunggu dengan kehangatannya?

Huaaaahhhh?.perjalanan yang melelahkan?tapi luar biasa berkesan. Semua pengalaman hari ini meresap pelan?melalui pori-pori yang tadi penuh keringat?melalui semua indra yang berfungsi hari ini?melalui sebuah tali persahabatan yang terikat lembut di dalam hati? Satu halaman buku kehidupan saya terisi lagi. Dan barangkali bisa menjadi catatan di dalam buku yang akan segera terbit beberapa saat lagi?hmmm.. ♥♥♥ Jakarta, 27 April 2008 Salam persahabatan di hari Minggu yang ceria? Ietje S. Guntur Special note : Thanks bangeeeet?buat sahabat-sahabat seperjalananku?Nonce tersayang ( hidup dengan kamu itu penuh warna bangeeett?), Tami, mas Adith, mas Tyo?.(hehehe?baru tahu kalau kita ini setengah?hmmm)?Semoga perjalanan ini jadi catatan indah dalam hidup kita? Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Comments