27 April
Mg Paskah VI : Kis 8:5-8.14-17; 1Ptr 3:15-18; Yoh 14:15-21 ?Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran? ?Mangan orang mangan angger kumpul? (= Makan atau tidak makan asal berkumpul), demikian salah satu motto hidup orang Jawa di pedesaan masa lalu. Motto itu telah didobrak sesuai dengan tuntutan zaman dan dijungkir-balikkan menjadi ?kumpul ora kumpul angger mangan? (= berkumpul atau tidak berkumpul asal makan). Maka jika pada masa lalu desa-desa sungguh padat penduduk, pada saat ini desa-desa semakin terasa sepi. Generasi muda tidak mungkin lagi hidup di desa, tempat kelahiran mereka, dan mereka merantau ke luar Jawa atau berimigrasi ke kota-kota besar. ?Ikatan darah daging? yang menjadi pengikat persaudaraan telah berubah menjadi ?ikatan spiritual?, cita-cita atau dambaan suci untuk hidup bahagia, damai sejahtera. Rasanya pembaharuan ini sesuai dengan sabda Yesus: ?Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.?(Yoh 14:14-18). Maka marilah kita renungkan sabda atau pesan Yesus ini. ?Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran? Kasih dan perintah merupakan ikatan persaudaraan yang sejati, bukan darah dan daging atau suku, ras dan agama, mengingat, mempertimbangkan dan mengenangkan bahwa masing-masing dari kita diciptakan dalam dan oleh kasih serta perintah Allah bekerjasama dengan orangtua/bapak-ibu kita masing-masing. Bapak-ibu kita saling mengasihi dan saling memerintah (meminta atau memohon), sehingga terjadilah penyatuan hati, jiwa, budi dan tubuh yang berbuah ?seorang anak?, kita semua. Dengan kata lain masing-masing dari kita adalah buah kasih dan perintah, di dalam diri kita tersirat atau terkandung kemampuan atau keterampilan untuk mengasihi dan dikasihi, memerintah dan diperintah, maka sabda Yesus ?Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu?, kiranya tidak sulit untuk kita hayati atau laksanakan dalam hidup kita sehari-hari. Perintah utama dari Yesus adalah ?saling mengasihi?: ? Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.? (Yoh 13:34). Ia telah menghayati dan memberi teladan tentang apa yang Ia perintahkan dengan mempersembahkan Diri kepada dunia dan Allah, wafat di kayu salib. Marilah kita hidup dan bekerja ?saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tenaga/tubuh? tanpa syarat atau ?catatan kaki?. Tentu saja agar kita dapat saling mengasihi ?hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita genap? alias tidak sakit -> sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh. Maka kita harus menjaga dan mengusahakan kesegaran, kesehatan dan kebugaran diri kita dan untuk itu kita dianugerahi ?Penolong?, yaitu ?Roh Kebenaran?. Menerima dan menghayati anugerah Roh Kebenaran ini berarti kita senantiasa bertindak benar, melakukan apa yang benar, antara lain dengan menghayati dan melaksaknakan aneka aturan dan tatanan hidup yang terkait dengan panggilan dan tugas perutusan kita masing-masing. Apa yang tertulis atau dibahasakan dalam aturan atau tatanan hidup tersebut ?diilhamkan Allah? dan ? memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.? (2Tim 3:16). Hendaknya aneka aturan dan tatanan hidup tersebut, yang tidak lain adalah ?penolong? bagi kita tidak menjadi monumen mati melainkan dihayati atau dilaksanakan seutuhnya. ?Lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh? (1Ptr 3:17-18) Sapaan atau peringatan dari Petrus di atas ini kiranya layak menjadi permenungan, pedoman atau acuan cara hidup dan cara bekerja kita. Penderitaan yang lahir karena berbuat baik adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati, sedangkan penderitaan yang lahir karena berbuat jahat merupakan malapetaka dan peringatan bagi kita untuk bertobat atau memperbaharui diri. Jika kita jujur mawas diri kiranya masing-masing dari kita pada saat ini mengalami penderitaan-penderitaan, entah kecil atau besar, ringan atau berat, maka marilah kita mawas diri apakah penderitaan tersebut karena berbuat baik atau berbuat jahat. Untuk mengenali penderitaan-penderitaan tersebut kiranya pedoman pembedaan roh yang dikatakan oleh Ignatius Loyola ini membantu atau berguna: ?Pada orang yang jatuh beruntun dari dosa besar ke dosa besar, musuh pada umumnya biasa menyodorkan kesenangan-kesenangan semu, membuat mereka membayang-bayangkan kenikmatan dan kesenangan-kesenangan inderawi, supaya karenanya mereka tetap dalam cacat serta dosa-dosa mereka. Pada orang macam itu, roh baik memakai cara sebaliknya: menghantam dan menyesakkan hati nurani dengan teguran-teguran pada budi. Pada orang yang tekun maju terus membersihkan dosa-dosanya dan dalam pengabdian kepada Allah Tuhan kita?ciri khas roh buruk ialah menyesakkan, menyedihkan dan menghalang-halangi dengan alasan-alasan palsu, supaya orang tidak maju lebih lanjut. Ciri khas roh baik ialah memberi semangat dan kekuatan, hiburan, air mata, inspirasi serta ketenangan, membuat semuanya menjadi mudah dengan menyingkirkan halangan-halangan, supaya orang maju lebih lanjut dalam menjalankan kebaikan? (St.Ignatius Loyola, LR no 314-315). Marilah setiap hari kita melakukan pemeriksaan batin atau pembedaan roh dengan bantuan pedoman di atas ini; pemeriksaan batin adalah bagian dari doa harian, doa malam, maka selayaknya dilakukan setiap hari. ?Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan? (Kis 8:6-7), demikian berita yang terjadi sekitar pemberitaan Filipus, yang memberitakan Kabar Baik atau perintah-perintah Tuhan. Aneka bentuk kebaikan dan perbuatan baik mampu mengusir roh jahat serta menyembuhkan mereka yang sakit. Marilah kita wartakan kebaikan-kebaikan dan senantiasa berbuat baik sesuai dengan kehendak Roh yang kita terima, Penolong yang dianugerahkan kepada kita. Ketika sedang berbuat baik harus menghadapi kekerasan-kekerasan atau tekanan-tekanan, hendaknya jalan terus dengan tegar dan tanpa takut. ?Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa? (Mzm 66:4-7a) Jakarta, 27 April 2008 .
____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ