Distribusi
Serial # 49: Distribusi
Aspek “tempat” merupakan huruf P ketiga yang diklasifikasikan oleh Neil Borden yang berarti “Place” dalam bahasa Inggris. Aspek ini mengacu kepada tempat-tempat yang berperan terhadap pemasaran suatu produk, misalnya dimana sebaiknya pabrik didirikan, bagaimana jangkauannya terhadap sumber-sumber bahan baku, bagaimana masalah pengangkutan, serta terutama sekali masalah bagaimana mendistribusikan produk mulai dari pabrik ke distributor utama, sub distributor, agen atau dealer, pengecer dan terakhir ke pemakai akhir (end user).
Bagi seorang calon wiraswastawan, pertama sekali tentu perlu menentukan keinginannya untuk berusaha diposisi mana. Ada dua kemungkinan yang bisa diambil, karena dunia usaha dilihat dari segi distribusi terdiri dari 2 sektor, yang pertama adalah sektor produksi, sedangkan yang kedua adalah sektor distribusi itu sendiri. Bila seseorang memilih berusaha dalam sektor produksi, maka jadilah ia seorang produsen atau fabrikan. Sebaliknya, kalau ia lebih suka dalam sektor distribusi, ia bisa menjadi seorang distributor, penyalur, dealer, agen atau pengecer.
Menjadi seorang produsen tidak harus berarti seseorang mendirikan sebuah fabrik besar bernilai milyaran rupiah, dengan karyawan ribuan orang dengan waktu kerja 24 jam terbagi dalam 3 shift. Seorang produsen pemula bisa mengambil bentuk yang beraneka ragam, ada yang membuka industri rumah menghasilkan sendal jepit, ada yang membuat pakaian jadi (garment) dirumah mempekerjakan 3 orang tukang jahit. Tukang gado-gado, usaha katering, usaha kripik singkong, kerajinan tangan, bordir dan renda, semuanya termasuk bidang usaha sektor produksi. Sedangkan pengusaha-pengusaha pada sektor distribusi, apakah itu distributor, agen, dealer, reseller, pengecer dan lain-lain, umumnya tergolong kedalam kelompok usaha perdagangan atau pedagang.
Meskipun sebenarnya keliru, orang sering menyamakan pengertian distribusi barang dengan pemasaran. Ini mungkin disebabkan oleh munculnya berbagai istilah yang menunjukkan sistem-sistem pemasaran yang dinamakan berdasarkan cara-cara pendistribusian produknya, misalnya Multi Level Marketing, Direct Marketing serta Telemarketing. Padahal yang namanya marketing atau pemasaran itu bukan hanya mencakup masalah distribusi saja, melainkan terdiri dari aspek-aspek produk, harga, serta promosi, sebagaimana telah kita bahas dibagian atas.
Ada sedikit panduan yang mungkin bisa dipertimbangkan oleh seorang calon wirausahawan untuk memilih jenis usahanya. Misalnya, bila diketahui atau disadari oleh yang bersangkutan bahwa dirinya seorang yang condong “introvert”, kemungkinan besar ia lebih sesuai menjadi seorang pengusaha fabrikan atau produsen barang tertentu. Dilain pihak, jika ia merasa sebagai orang yang “extrovert”, akan lebih tepat bila terjun dalam jalur-jalur distribusi, entah sebagai distributor, dealer, agen atau lainnya yang sejenis.
Perlu juga diidentifikasi, bahwa yang termasuk orang-orang berpembawaan “introvert”, adalah mereka yang cenderung pendiam, tidak terlalu lincah dalam pergaulan ditengah-tengah banyak orang, tidak banyak bicara serta mempunyai kemampuan yang kuat dalam menekuni pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan ketelitian tinggi, terutama dalam bidang yang bersifat keteknikan. Sebaliknya, orang “extrovert” adalah mereka yang pembawaannya condong kearah afiliasi, senang berhubungan dan bergaul dengan orang lain, banyak bicara, serta biasanya tidak betah berlama-lama menangani pekerjaan yang menuntut ketekunan dan ketelitian.
Sebuah perusahaan distributor yang ideal sebenarnya mempunyai tanggung jawab yang luas kepada berbagai pihak yang terkait. Kepada pihak produsen misalnya, ia harus bisa membantu memberikan estimasi-estimasi mengenai situasi pasar, saran-saran mengenai produk, baik dalam jumlah mutu, kemasan serta berbagai dukungan lainnya. Kepada para agen, distributor memberikan harga-harga menarik yang bisa menjanjikan keuntungan, sekaligus melindungi mereka dari kemungkinan bersaing dengan dirinya sendiri dilapangan. Apabila ada konsumen yang menghendaki pembelian langsung ke distributor, maka harga yang dipasang lebih tinggi dari harga pasar, dengan demikian distributor mengarahkan konsumen untuk berbelanja pada para agen, dealer atau pengecer. Distributor juga harus memberikan pelatihan-pelatihan kepada para agen itu sampai batas-batas tertentu.
Bagi produsen, mencari distributor juga ada risikonya. Andaikata ia terikat perjanjian kerja sama dengan sebuah perusahaan lain yang ingin menjadi distributor tunggal, apabila unjuk kerja perusahaan tersebut ternyata buruk, maka sulit baginya untuk dapat memutuskan hubungan bisnis dengan segera, karena kontrak biasanya sudah mengikat untuk waktu cukup panjang. Oleh sebab itu perlu sekali kehati-hatian dalam memilih partner usaha, termasuk dalam menentukan distributor.
Ditingkat bawah setelah distributor, ada beberapa macam unit usaha yang terkait dalam fungsi distribusi, beberapa diantaranya adalah dealer atau agen, reseller (penjual kembali) serta pengecer (retailer). Dealer merupakan “bawahan” dari distributor, yang bertugas untuk membantu pemasaran dan pendistribusian produk kepada para reseller dan pengecer, dan ada juga yang langsung ke konsumen.
Ada 2 jenis dealer, yaitu yang resmi, disebut “authorized dealer”, dan ada juga yang tidak resmi. Dealer resmi biasanya ditunjuk oleh pihak distributor setelah melalui seleksi dan persyaratan tertentu. Keuntungan dealer resmi adalah bahwa ia selalu didukung dengan baik oleh distributor, baik dalam pengadaan barang dan suku cadang, informasi-informasi terbaru, pelatihan-pelatihan serta dukungan teknik.
Kerugiannya, ia dibebankan oleh pihak distributor semacam “quota” atau target penjualan yang harus dipenuhi setiap periode tertentu. Target ini merupakan tolok ukur yang digunakan distributor untuk menilai prestasi kerja dealer. Target akan memacu pengusaha pemegang dealership untuk bekerja giat, yang bila tidak terpenuhi akan merupakan catatan negatif atas prestasinya dimata distributor. Akan tetapi, sebagai kompensasi, umumnya dealer akan memperoleh insentif bila bisa memenuhi kuota dagangnya. Perusahaan-perusahaan elektronik dari Jepang biasanya memberikan hadiah kepada para dealer yang memenuhi target, berupa paket perjalanan ke Jepang sambil mengunjungi pabrik-pabrik mereka disana, setiap tahun. Maka dalam 1-2 kali kesempatan, kerap dealer (juga reseller dan pengecer) berani menjual barang dengan harga rugi, sekadar untuk memenuhi target tersebut.
(..bersambung..) |
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
__._,_.___
CARA CEPAT MENJADI PENULIS BUKU - Dodi Mawardi & Johanes AW 17 Mei 2008, daftar segera ke lies.sudianti@gmail.com early bird Rp. 400.000/orang
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___ <!– #ygrp-mkp{ border: 1px solid #d8d8d8; font-family: Arial; margin: 14px 0px; padding: 0px 14px; } #ygrp-mkp hr{ border: 1px solid #d8d8d8; } #ygrp-mkp #hd{ color: #628c2a; font-size: 85%; font-weight: bold; line-height: 122%; margin: 10px 0px; } #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom: 10px; } #ygrp-mkp .ad{ padding: 0 0; } #ygrp-mkp .ad a{ color: #0000ff; text-decoration: none; }